Wakil Ketua DPR-RI Tandatangani Komunike Bersama dengan Wakil Ketua Parlemen Nasional Sudan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada 10 Maret 2011, Wakil Ketua DPR-RI Muhammad Anis Matta telah menandatangani Komunike Bersama dengan Wakil Ketua Parlemen Sudan, Hago Gesm El Seed Issa, di Khartoum, Sudan, yang memuat tentang beberapa kesepakatan, diantaranya penghargaan kepada Pemerintah Sudan atas suksesnya referendum Sudan Selatan dan penerimaan atas hasil referendum tersebut, komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang terutama politik dan ekonomi, penolakan atas tuntutan International Criminal Court (ICC) terhadap Presiden El Bashir, serta komitmen untuk saling mendukung di organisasi Parlemen regional dan internasional.
 
Setelah penandatanganan komunike tersebut, Anis Matta menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kerjasama di berbagai bidang dengan Parlemen Sudan dan akan mendorong pihak-pihak terkait di Indonesia untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak Sudan.
Penandatanganan Komunike Bersama ini merupakan wujud dari eratnya kerjasama antara DPR-RI dan Parlemen Sudan, dan komitmen untuk meningkatkan kerjasama tersebut di masa mendatang. Kita akan terus mendorong lembaga eksekutif dan pihak swasta untuk memanfaatkan peluang kerjasama yang tersedia di kedua Negara, terutama di bidang perminyakan, pertanian, dan sumber daya manusia," tegas Annis Matta.

 
Sementara itu, Hago Gesm El Seed Issa menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dipenuhinya undangan Parlemen Sudan untuk berkunjung ke negaranya, dan menegaskan komitmennya untuk bekerjasama yang lebih erat dengan DPR-RI di masa mendatang.

 
Saya senang Saudara saya Anis Matta dan sejumlah anggota DPR-RI memenuhi undangan saya guna berkunjung ke Sudan.  Semoga dengan ditandatanganinya Komunike Bersama ini, hubungan kedua Parlemen akan semakin erat di masa mendatang, yang tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap hubungan bilateral kedua Negara di masa mendatang, demikian ujar Issa.

 
Issa menambahkan, "selain kerjasama di bidang politik, Komunike tersebut memuat tentang komitmen kedua pihak untuk mendorong kedua pemerintah dan swasta untuk menggiatkan investasi di kedua negara dengan memfokuskan pada pembangunan infrastruktur, perminyakan, industri minyak, industri gula, tekstil, transportasi sungai dan laut, telekomunikasi, ketahanan pangan, dan tenaga kerja."

 
Dubes RI, Dr. Sujatmiko, yang mendampingi Delegasi selama kunjungan menyampaikan kebahagiaannya atas dihasilkannya komunike tersebut.

 
"Saya senang karena kedua pihak telah menandatangani Komunike yang memuat tentang kesepakatan-kesepakatan kerjasama di masa mendatang. Semoga komunike ini akan menjadi pijakan awal bagi terbangunnya kerjasama yang lebih konkrit antara kedua belah pihak dan kedua Negara di masa mendatang," demikian disampaikan Sujatmiko.
Sujatmiko menekankan bahwa kedua Negara perlu membangun hubungan yang jauh lebih konkrit dari sekedar kedekatan sejarah.

 
"Hubungan sejarah itu penting, tapi yang lebih penting adalah kita memanfaatkan latar belakang sejarah itu untuk mewujudkan kerjasama yang lebih luas dan saling menguntungkan. Misalnya, di bidang perminyakan, pertanian, pendidikan, dan lain-lain, yang kesemuanya tentu saja diperuntukkan bagi kepentingan bangsa dan rakyat kedua Negara.

 
Sujatmiko sangat mengharapkan agar para pelaku usaha di kedua Negara dapat segera memanfaatkan peluang kerjasama yang ada. Hal ini penting karena sampai saat ini, para pelaku usaha dari Negara Asia lain seperti China, India, Malaysia, Turki dan lain-lain sudah lebih agresif dalam memanfaatkan peluang ekonomi yang sangat potensial tersebut.

 
Kunjungan Delegasi Muhibah DPR-RI ini diselenggarakan pada 6-10 Maret 2011. Anggota DPR-RI yang ikut dalam rombongan adalah Imran Muchtar (Komisi VIII, FPD), Muhammad Baghowi (Komisi VIII, FPD), Paskalis Kossay (Komisi I, F-PG), Manuel Kaisepo (Komisi VIII, F-PDIP), Agoes Poernomo (Komisi II, F-PKS), dan Fahri Hamzah (Komisi III, F-PKS).

 
Selama di Sudan, Delegasi telah mengadakan courtesy call kepada Presiden Omer Hassan Ahmed El Bashir, serta pertemuan dengan sejumlah pejabat legislatif dan eksekutif di negara tersebut, termasuk Ketua dan Wakil Ketua Parlemen, Ketua Dewan Ulayat (Council of States), Ketua DPRD Khartoum, Menteri Perminyakan, Menteri Pertanian, dan Menteri Luar Negeri. Delegasi juga mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Sudan serta tinjauan lapangan ke Marowe Dam, Universitas Afrika dan Universitas Omdurman.
 
 
Khartoum, 10 Maret 2011