Tampilan Tari Saman di Khartoum Mengundang Haru

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pertunjukan Tari Saman mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Sanggar Budaya KBRI Khartoum, berhasil memukau sekitar 300 penonton yang memadati ruangan acara penutupan Festival Seni dan Budaya di International University of Africa (IUA) Khartoum, Sudan,  9 Juni 2011.

 

Mahasiswa asing yang berasal dari 60 negara di Afrika, Asia, Amerika, dan Eropa turut serta dalam kegiatan tahunan tersebut. Dalam sambutannya Dekan Urusan Kemahasiswaan IUA, Prof. Dr. Awad El Karim Awadullah El Zein  mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga dengan sajian seni budaya yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswinya, serta berharap seni yang ditampilkan tersebut dapat dijadikan modal berkarya di masa mendatang. Selain itu, Prof. Awad memberikan apresisasi khusus kepada mahasiswa Indonesia atas penampilan Tari Saman yang luar biasa. “Kami baru pertama kali menyaksikan keindahan Tari Saman ini”. ujarnya.

 

Beberapa dosen dan mahasiswa yang menyaksikan tarian tersebut juga menyampaikan kekagumannya atas kesenian tersebut dan berharap di di acara-acara yang lain, mahasiswa Indonesia juga dapat menampilkan kebolehan mereka. Bahkan, seorang penonton paruh baya serta merta mendatangi para penari usai pertunjukan. Dengan mata berkaca-kaca, terharu melihat kekompakan dan keindahan tarian, berbaur dengan duka memori tragedi tsunami di Aceh, ia menyalami penari seraya berkata Alfu Mabruk (Selamat dan Sukses).

 

Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Khartoum, Muhammad Syafri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa apresiasi masyarakat di Sudan terhadap tampilan mahasiswa Indonesia merupakan pemacu untuk terus meningkatkan prestasi sanggar budaya KBRI Khartoum. “Saya percaya, Tim Kesenian lain yang tergabung dalam sanggar budaya, seperti Pencak Silat, Angklung, Tari Rantak, Tari Badinding, Tari Merak dan lainnya, dapat melakukan hal serupa”, tegasnya.