Pembukaan Kursus Bahasa Indonesia di Khartoum

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Setelah sempat tertunda beberapa saat, KBRI Khartoum kembali membuka kelas Bahasa Indonesia bagi warga Sudan dan warga asing lainnya pada tanggal 9 Maret 2011. Pembukaan kembali kelas bahasa Indonesia ini telah lama dinanti oleh warga Sudan, terutama bagi mereka yang sering berinteraksi dengan masyarakat Indonesia di Sudan.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea, Dr. Sujatmiko mengatakan belajar bahasa asing banyak manfaatnya. Selain dapat memperluas pergaulan, keterampilan berbahasa asing juga dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas individu. “Belajar bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia, tidak ada ruginya" ujarnya

Di hadapan peserta kursus bahasa Indonesia Sujatmiko juga menyinggung soal hubungan ekonomi kedua negara. “Saya yakin, hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Sudan dalam 2 tahun ke depan akan mengalami peningkatan. Oleh karena itu, kemampuan berbahasa Indonesia bagi masyarakat Sudan menjadi suatu kebutuhan”.

Kursus bahasa Indonesia yang diselenggarakan dengan cuma-cuma tersebut, diikuti oleh warga Sudan dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, dosen, wartawan, maupun pengusaha. Bahkan di atara peserta ada juga yang berasal dari negara lain seperti Somalia dan Mesir.

Menurut Sujatmiko, masyarakat Sudan mulai meminati bahasa Indonesia, terutama mereka yang telah berkunjung ke Indonesia baik untuk sekedar berekreasi maupun untuk berbisnis. Minat masyarakat Sudan untuk berkunjung ke Indonesia pun mulai meningkat dengan semakin luasnya pengetahuan masyarakat Sudan mengenai Indonesia. Berdasarkan data konsuler KBRI Khartoum, telah terjadi peningkatan jumlah kunjungan warga Sudan ke Indonesia dalam 1 tahun terakhir ini menjadi sekitar 45 orang per bulan yang sebelumnya hanya sekitar 30 orang per bulan.

Semoga di masa mendatang, peminat bahasa Indonesia akan semakin banyak  dan hal ini tentunya akan sangat penting untuk lebih meningkatkan hubungan kedua bangsa