PRESIDEN SUDAN HARAPKAN KERJASAMA LEBIH ERAT DENGAN INDONESIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Pada 10 Maret 2011, Presiden Sudan Omer Hassan Ahmed El Bashir telah menerima Delegasi muhibah DPR-RI di kantornya, Khartoum, Sudan.

 

"Saya senang karena Indonesia merupakan negara sahabat bagi Sudan. Selama ini kedua negara memiliki hubungan yang sangat bagus, khususnya dalam bidang politik dan sosial budaya, dan hal tersebut diharapkan dapat diperluas di bidang ekonomi dan perdagangan, dimana saat ini Pemerintah Sudan sedang menggalakkan pertambangan, perminyakan dan pertanian," demikian tutur Presiden Omer Hassan Ahmed El Bashir saat menerima Delegasi DPR-RI di Istana Kepresidenan Sudan.

 

Presiden El Bashir juga mengharapkan kiranya Indonesia dapat mendirikan satu akademi teknik dan pertanian di Sudan.

 

"Indonesia dan Sudan sudah memiliki kesepakatan di bidang pendidikan dan keagamaan. Diharapkan kiranya kerjasama tersebut dapat pula mencakup pendirian sekolah atau akademi di bidang teknik dan pertanian di Sudan di masa mendatang," ujar Presiden El Bashir."

 

Menanggapi hal tersebut, Annis Matta menyampaikan salam dari Presiden RI serta mengucapkan terima kasih atas fasilitasi dan keramahan pihak Sudan selama kunjungan ini.

 

Mengenai keinginan membangun kerjasama di berbagai bidang dengan pihak Sudan, Annis Matta menyambut baik hal tersebut.

 

 "Kami sangat senang berkunjung ke Sudan dan bertemu dengan pejabat serta pengusaha Sudan. Mudah-mudahan kunjungan ini akan mendorong pihak-pihak terkait di kedua negara, terutama para Pengusaha untuk memanfaatkan peluang yang ada, terutama di bidang perminyakan, pertanian dan pendidikan," kata Anis Matta. 

 

Selanjutnya, Anis Matta juga mengharapkan kiranya Presiden Sudan dapat berkunjung ke Indonesia.

 

Dalam tanggapannya, selain menyampaikan salam kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden El Bashir menyampaikan" saya sudah tiga kali ke Indonesia, dan senang apabila dapat berkunjungan kesana lagi, namun saya mengharapkan Presiden Yudhoyono bisa mengunjungi Sudan."

 

Sementara itu, Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea, Dr. Sujatmiko, yang selalu mendampingi Delegasi selama di Sudan, mengharapkan kiranya kunjungan muhibah DPR-RI ini dapat ditindaklanjuti secara positif oleh berbagai pihak di Indonesia.

 

"Kunjungan ini sangat penting, bukan saja untuk meningkatkan kerjasama antar kedua Parlemen, tetapi juga untuk memperkuat hubungan bilateral RI-Sudan ke depan. Diterimanya Delegasi oleh Presiden El Bashir menunjukkan betapa besarnya keinginan pihak Sudan untuk menjalin kerjasama yang lebih erat dengan Indonesia," ujar Sujatmiko.

 

Sujatmiko menambahkan "banyak sekali potensi-potensi kerjasama yang bisa dimanfaatkan, misalnya di bidang infrastruktur, perminyakan, industri minyak, industri gula, tekstil, transportasi sungai dan laut, telekomunikasi, ketahanan pangan, dan tenaga kerja. Apalagi saat ini situasi politik dan keamanan di Sudan sudah cukup kondusif.

 

Untuk itu, Sujatmiko mengundang para pengusaha untuk memanfaatkan potensi-potensi tersebut.

 

            Kunjungan Delegasi Muhibah DPR-RI ini diselenggarakan pada 6-10 Maret 2011. Anggota DPR-RI yang ikut dalam rombongan adalah Imran Muchtar (Komisi VIII, FPD), Muhammad Baghowi (Komisi VIII, FPD), Paskalis Kossay (Komisi I, F-PG), Manuel Kaisepo (Komisi VIII, F-PDIP), Agoes Poernomo (Komisi II, F-PKS), dan Fahri Hamzah (Komisi III, F-PKS).

 

Wakil Ketua DPR-RI juga menandatangani Komunike Bersama dengan Wakil Ketua Parlemen Sudan, di Khartoum, Sudan, pada 10 Maret 2011. Komunike Bersama tersebut memuat tentang beberapa kesepakatan, diantaranya penghargaan kepada Pemerintah Sudan atas suksesnya referendum Sudan Selatan dan penerimaan atas hasil referendum tersebut, komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan kerjasama bilateral dalam berbagai bidang terutama politik dan ekonomi, penolakan atas tuntutan International Criminal Court (ICC) terhadap Presiden El Bashir, serta komitmen untuk saling mendukung di organisasi Parlemen regional dan internasional.

 

Selama di Sudan, Delegasi juga telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat legislatif dan eksekutif di negara tersebut, termasuk Ketua dan Wakil Ketua Parlemen, Ketua Dewan Ulayat (Council of States), Ketua DPRD Khartoum, Menteri Perminyakan, Menteri Pertanian, dan Menteri Luar Negeri. Delegasi juga mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Pengusaha Sudan serta tinjauan lapangan ke Marowe Dam, Universitas Afrika dan Universitas Omdurman.