Gelaran Seni dan Budaya Indonesia di Khartoum, Sudan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Acara semacam ini harus lebih sering dilaksanakan,” “Saya sangat terkesan dengan penyelenggaraan acara malam ini, sangat menarik dan menghibur”, ungkap beberapa Duta Besar yang hadir dalam Resepsi Diplomatik dalam rangka perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2010 di Wisma Duta, Sudan.

Penyelenggaraan tahun ini sedikit berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan yang pertama adalah waktu penyelenggaraannya yaitu pada tanggal 15 Desember 2010. Perbedaan yang kedua adalah digelarnya pameran budaya, ekonomi dan ditampilkannya pertunjukan seni yang melibatkan 70 mahasiswa dan anak-anak Indonesia di Sudan serta Ibu-ibu pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Khartoum. Pemaduan resepsi diplomatik dan gelar seni budaya ini, merupakan yang pertama kali diadakan sejak berdirinya KBRI Khartoum pada tahun 1996.

Pagelaran yang menampilkan Tari Rantak, Tari Kipas, Tari Saman, Pencak Silat, Angklung dan Tari Kurcaci sangat menarik perhatian kurang lebih 200 tamu undangan yang hadir dari kalangan pejabat pemerintah, korps diplomatik, pengusaha, akademisi dan media.

Joint Special Representative African Union-United Nations Hybrid Operation in Darfur (UNAMID), Prof. Ibrahim Gambari, yang baru tiba dari Moskow hari itu, terlihat ikut larut dalam kemeriahan acara dan bahkan turut serta menari poco-poco bersama Duta Besar RI, yang diadakan secara spontan dengan dipandu oleh anggota kontingen POLRI dari Darfur.

Selain pertunjukan seni dan budaya, juga dipamerkan brosur-brosur produk strategis Indonesia seperti produk PT PINDAD, PT PAL Indonesia, PT Dirgantara Indonesia dan PT INKA untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki kemampuan dan keahlian di bidang industri strategis.

Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Dr. Sujatmiko, menyampaikan bahwa pelibatan unsur mahasiswa dan anak-anak Indonesia di Sudan merupakan salah satu bentuk total diplomacy seperti yang dicanangkan oleh Presiden SBY beberapa waktu yang lalu, juga sebagai upaya untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat hubungan silaturahim seluruh warga negara Indonesia di Sudan dan Eritrea.

Dr. Sujatmiko juga menyampaikan harapan kiranya hubungan bilateral Indonesia-Sudan dapat terus ditingkatkan terutama dalam bidang ekonomi, perdagangan dan sosial budaya.