Dubes RI untuk Sudan Kunjungi Darfur

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka memberikan dukungan moral terhadap proses perundingan damai yang sedang berlangsung di Doha, Qatar saat ini dan sekaligus melihat secara langsung upaya-upaya yang dilakukan oleh UN-AU Missions in Darfur (UNAMID), tujuh Duta Besar yang terakreditasi di Sudan melakukan kunjungan kerja ke El-Fashir, Darfur Utara, tanggal 21 Februari 2011.

Kunjungan yang diorganisir oleh UNAMID dan Kedubes Qatar ini mendapatkan sambutan hangat bukan saja dari Pemerintah setempat tetapi juga dari masyarakat yang tinggal di Kamp-Kamp Pengungsi di Tawilla, salah satu kabupaten di Darfur Utara, yang sempat dikunjungi oleh para Dubes tersebut.

Joint Special Representative of UNAMID, Prof. Ibrahim Gambari saat memberikan briefing kepada para Dubes menyampaikan terima kasih karena telah memenuhi undangan UNAMID dan berharap kiranya kunjungan ini akan memberikan semangat baru bagi masyarakat setempat dalam mencapai apa yang mereka inginkan selama ini, yaitu perdamaian yang abadi.

"Saya sangat senang 7 Duta Besar dan sejumlah perwakilan Kedubes asing di Sudan memenuhi undangan saya ke Darfur.  Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moral terhadap proses penciptaan perdamaian di Darfur yang saat ini sedang berlangsung di Doha”, demikian tutur Gambari.

Gambari menambahkan bahwa UNAMID merupakan operasi PBB termahal saat ini dan satu-satunya operasi PBB yang dilakukan tanpa ada peace agreement terlebih dahulu.

"UNAMID merupakan misi termahal dalam sejarah, dimana dana yang dikeluarkan mencapai  US$ 1,8 miliar dolar per tahun. Ada dua pekerjaan berat yang diemban oleh UNAMID saat ini yaitu menciptakan perdamaian dan menjaga perdamaian," tutur Gambari.

Sementara itu, Dubes RI, yang ikut dalam rombongan menyampaikan bahwa RI akan terus mendukung upaya penciptaan perdamaian di Sudan, terutama Darfur.

"Keikutsertaan kami dalam rombongan ini tidak lain merupakan indikasi tingginya komitmen Indonesia untuk mendukung upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak, baik itu Pemerintah Sudan maupun PBB untuk menciptakan perdamaian di Darfur”, demikian tutur Sujatmiko.

Sujatmiko menambahkan "Ketika melakukan tinjauan lapangan di Tawilla, saya melihat begitu besar keinginan masyarakat di Kamp-Kamp IDP's di wilayah tersebut untuk melihat Darfur aman dan tenteram serta berkesempatan hidup yang layak sebagaimana masyarakat lainnya."

Sujatmiko juga memuji upaya yang dilakukan oleh UNAMID dan seluruh UN Agencies yang beroperasi di Darfur dalam menjalankan tugas berat yang mulia, yaitu menciptakan dan menjaga perdamaian di wilayah tersebut.

"Saya salut atas upaya yang tidak henti-hentinya yang dilakukan oleh UNAMID, dibawah pimpinan Prof. Gambari, untuk menciptakan dan sekaligus menjaga perdamaian di Sudan, seperti melakukan patrol secara terus menerus di kamp-kamp dan memberikan perlindungan kepada masyarakat di kamp tersebut. Apalagi melihat bagaimana UNAMID membangun kapasitas masyarakat setempat melalui kegiatan-kegiatannya yang langsung menyentuh masyarakat, seperti pemberian kursus Bahasa Inggris, dan lain-lain," tutur Sujatmiko.

Sujatmiko juga berharap kiranya ke depan, UNAMID dapat terus mendorong masyarakat di kamp-kamp tersebut untuk mandiri dan memahami arti pentingnya perdamaian di wilayah yang kaya akan sumber daya alam tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh sejumlah delegasi yang hadir pada kesempatan tersebut.

Kunjungan kerja 7 Dubes Asing yang terakreditasi di Sudan tersebut merupakan kelompok yang ketiga kalinya. Sebelumnya, Dubes-Dubes dari Negara Anggota Tetap dan Tidak Tetap PBB serta Negara-negara donor melakukan kunjungan serupa. Setelah itu kunjungan khusus untuk para Dubes dari Negara-negara donor.

Kunjungan yang diprakarsai dan diorganisir oleh UNAMID kali ini dihadiri oleh Dubes Qatar, Indonesia, India, Pakistan, Yemen, Zimbabwe dan Iran, serta Charge d'Affaires Venezuela, Irak dan perwakilan Kedubes Afrika Selatan.  Sejumlah diplomat termasuk Pelaksana Fungsi Politik KBRI Khartoum juga ikut hadir saat kunjungan kerja ke Darfur tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Delegasi mendapatkan briefing dari JSR, Prof. Ibrahim Gambari, dan pejabat UNAMID terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan UNAMID selama ini dan perkembangan situasi keamanan di Darfur secara keseluruhan. Mereka juga melakukan kunjungan ke Tawilla (salah satu kabupaten di Darfur Utara, yang memiliki lebih kurang 50.000 IDP's) dan menghadiri wisuda 400 mahasiswa S1 Universitas El Fashir.

Pada malam harinya, Dubes RI menginap di Super camp PBB guna menemui sekitar 140 pesonel Polri yang tergabung dalam misi Kontingen GARUDA yang ikut bertugas dalam menjaga perdamaian di Darfur. "sebagai perwujudan sumbangan positif RI dalam menjaga perdamaian dunia, Indonesia berpartisipasi dalam misi perdamaian di Darfur dengan mengirimkan kontingen Garuda yang sekarang masuk tahun ke tiga", tambah Sujatmiko.

Pada keesokan harinya Dubes RI direncanakan akan bertemu dengan Gubernur Darfur Utara untuk membicarakan kerjasama bilateral dan sekaligus untuk menyerahkan sumbangan buku tulis dan alat-alat olah raga serta peralatan sholat bagi para pengungsi di Darfur.