Alm. Syech Ahmad Surkati mendapat gelar Pahlawan dari Pemerintah Sudan.

Pada 15-17 Juni 2015, Dewan Persahabatan Internasional/ Council International People’s Friendship (CIPF) dan Syech Surkati Charity Organization (SSCO) telah melaksanakan kegiatan peringatan 100 tahun Kedatangan Syech Ahmad Sukarti ke Indonesia di Khartoum dan Dongola, Sudan.
 
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden Sudan Bakri Hasan Saleh serta dihadiri oleh Dubes RI Khartoum Burhanuddin; Rektor UIN Malang Prof. Dr. Mudjia Rahardjo; DPP Perhimpunan Al-Irsyad Pimpinan Yusuf Utsman Baisa; keluarga besar KBRI Khartoum serta mendapat sambutan dan perhatian luas dari kalangan pemerintahan; politisi; akademisi dan media/pers serta masyarakat Sudan.


Pada kesempatan ini, Pemerintah Sudan secara resmi memberi piagam penghargaan/ gelar kepahlawanan kepada Alm. Syech Achmad Surkati atas peran dan kiprahnya dalam dakwah Islam serta sebagai sahabat Presiden Soekarno yang memiliki hubungan emosional besar dalam upaya kemerdekaan Sudan melalui Konferensi Asia Afrika 1955 di Indonesia.
Peringatan 100 tahun Kedatangan Syech Ahmad Sukarti ke Indonesia di Sudan diawali dengan kunjungan ke tempat kelahiran Syech Ahmad Surkati di wilayah Dongola, Sudan Utara ( ± 8 jam perjalanan darat dari Ibukota Khartoum) yang disambut langsung oleh Gubernur (wali) Dongola dan keluarga besar Syech Ahmad Surkati.
Selama di Dongola, rangkaian kegiatan telah dilakukan peresmian “Surkati Center” oleh CIPF, SSCO serta Dubes RI. Delegasi juga mengunjungi pulau Maqosir (lokasi terpencil tanpa akses jalan darat serta mengharuskan delegasi menyeberang pulau dengan perahu/rakit). Tercatat Dubes RI Khartoum Burhanuddin dan delegasi sebagai orang Indonesia pertama yang datang berkunjung ke pulau tempat Syech Achmad Surkati dibesarkan. Kehadiran delegasi Indonesia mendapat sambutan hangat dan istimewa di hati masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan seminar/diskusi ilmiah di Universitas Dongola (16/6) dan Universitas Afrika, Khartoum (17/6) yang disampaikan langsung oleh DPP Perhimpunan Al-irsyad terkait perjalanan Syech Achmad Surkati ke Indonesia, pameran, pemutaran audio visual film dokumenter serta penampilan seni budaya kedua negara dengan menghadirkan pejabat pemerintahan dan masyarakat Sudan, khususnya kaum muda Sudan guna memperkenalkan sosok dan kiprah almarhum Syech Ahmad Surkati dalam penyebaran dakwah Islam di Nusantara.
 Pelaksanaan kegiatan dimaksud juga semakin bermakna dengan adanya minat penjajakan sejumlah potensi ekonomi kedua negara yang dilakukan oleh pengusaha Sudan dan pengusaha Al-irsyad, khususnya dibidang pertanian “perkebunan bibit kurma” untuk dapat dikembangkan di Indonesia dan adanya keinginan membuka rute penerbangan Al-Hijrah Airline dengan rute Penang/Kuala Lumpur (Malaysia) -Aceh (Indonesia) –Jeddah (Arab Saudi) –Khartoum (Sudan).
 
***