RI serahkan bantuan untuk para Pengungsi di Darfur, Sudan

2/25/2011

 

 

Pada 22 Februari 2011, di Kantor Gubernur Darfur Utara, Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Dr. Sujatmiko  menyerahkan sumbangan berupa 150 lusin buku dan alat tulis, alat-alat olahraga dan peralatan sholat produksi Indonesia untuk para Internally Displaced Persons (IDP's) di El-Fashir kepada Gubernur Darfur Utara, Muhammad Osman Yusuf Kibr.

Sujatmiko, pada kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa sumbangan ini merupakan bukti keperdulian RI terhadap masyarakat Darfur, disamping peran aktif RI dalam misi perdamaian di Darfur dalam bentuk partisipasi satu Kontingen Garuda yang terdiri dari 140 personel Polri.

"Meskipun jumlahnya tidak seberapa, namun saya yakin alat-alat tulis dan alat-alat olahraga ini sangat bermanfaat bagi anak-anak di Darfur terutama yang tinggal di kamp-kamp pengungsi. Sumbangan ini merupakan wujud nyata keperdulian RI terhadap apa yang dirasakan oleh masyarakat Darfur saat ini," tutur Sujatmiko. Sumbangan ini bukan yang pertama kali diberikan. Dalam kunjungan ke Darfur akhir 2010, Dubes RI juga mennyerahkan sumbangan yang sama dan bahan makanan langsung  kepada mereka di camp pengungsian.

Gubernur Kibr menyampaikan terima kasih atas bantuan RI tersebut dan akan menyerahkannya kepada para pengungsi di kamp-kamp yang ada di Darfur Utara.

"Saya selaku wakil dari Pemerintah Sudan mengucapkan terima kasih atas bantuan RI tersebut, dan akan segera mendistribusikannya kepada yang membutuhkan, demikian tanggapan Kibr.

"Indonesia merupakan Negara sahabat bagi Sudan, bukan saja karena faktor sejarah tetapi juga karena peran aktif Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia ini terhadap masalah yang sedang dihadapi Darfur saat ini," tambah Kibr.

Kibr juga menegaskan bahwa Darfur aman dan kondusif, sebagaimana terlihat dari berbagai aktivitas masyarakat di berbagai wilayah yang terus berlangsung dan tidak ada aksi pengacauan keamanan yang terjadi selama ini. Sebagai bukti kondusifnya keamanan adalah telah berjalannya ujian para mahasiswa dengan lancar dan sejumlah 500 mahasiswa baru saja diwisuda oleh rector Universitas Al Fasheer.

Sujatmiko dalam tanggapannya menyampaikan bahwa RI akan terus berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya penciptaan perdamaian di Darfur, baik dalam bidang politik dan ekonomi, maupun kemanusiaan.

"Indonesia akan terus mendukung Pemerintah Sudan dan seluruh pihak terkait untuk menciptakan perdamaian di Darfur dan sekaligus membantu masyarakat keluar dari permasalahan yang mereka alami selama ini, baik dalam bidang ekonomi maupun kemanusiaan, tegas Sujatmiko.

Sujatmiko menegaskan bahwa yang paling penting saat ini, selain menciptakan perdamaian melalui jalur politik dan keamanan adalah memenuhi kebutuhan masyarakat setempat seperti penyediaan makan, minum, pekerjaan, pendidikan dan kesehatan. Jika hal tersebut dapat dipenuhi, diyakini akan mampu memiminalisir konflik yang telah berlangsung sejak tahun 2003 di wilayah tersebut.

"Konflik di Darfur itu sama dengan di wilayah-wilayah lainnya, yaitu masalah kesejahteraan dan keadilan, walaupun diakui memang ada juga faktor politisnya. Untuk itulah, maka solusinya juga harus  melalui jalur ekonomi, selain jalur politik. Pemenuhan akan pendidikan, kesehatan, tempat tinggal dan penyediaan lapangan kerja merupakan beberapa isu yang tampaknya akan mampu membantu mengatasi masalah di Darfur, tegas Sujatmiko.

Duta Besar RI untuk Sudan, Dr. Sujatmiko, yang didampingi Pelaksanan Fungsi Politik KBRI Khartoum, Mulyadi, berkesempatan melakukan pertemuan dengan Gubernur Darfur di sela-sela menghadiri undangan Joint Special Representative of UNAMID, Prof. Ibrahim Gambari, bersama-sama dengan 7 Dubes Afrika, Asia dan Amerika Latin yang terakreditasi di Sudan, yang diadakan tanggal 21 Februari 2011.

Saat ini, di Darfur Utara, terdapat sekitar 500.000 IDP's berada di berbagai kamp IDP's di EL Fashir, termasuk Kamp Zam Zam, Al-Salam, dan Abou Shouk. Sementara jumlah pengungsi total di Darfur (Utara, Barat dan Selatan) berjumlah sekitar 1,8 juta orang.

Bantuan konkrit untuk para IDP's ini sudah beberapa kali diberikan, baik oleh KBRI maupun oleh Kontingen FPU yang sedang bertugas di Darfur. Hingga saat ini, RI telah menyerahkan 300 lusin buku tulis, sejunlah alat-alat olahraga, 960 tikar plastik, 810 sajadah, 840 sarung, dan 843 Al-Quran kepada Pemerintah dan/atau unda (kepala suku) serta tempat ibadah di Darfur Utara.

Selain mengirimkan Military Observers dan staf militer di UNAMID, Indonesia juga  setiap tahun menugaskan satu Kontingen Formed Police Unit (FPU) pada misi tersebut sejak tahun 2008 yang lalu, dengan jumlah masih-masing 140 personel.  Selain itu, RI juga berpartisipasi aktif dalam menjaga proses penyelesaian konflik di Sudan Selatan dalam bentuk pengiriman sejumlah military observer yang tergabung dalam misi  United Nation  Mision for South Sudan (UNMIS). Sebagaimana dimaklumi, Sudan Selatan baru saja menyelesaikan proses Referendum secara damai bulan Januari lalu dengan hasil akan menjadi Negara merdeka mulai tanggal 9 Juli 2011 ini.  

El Fashir,    Februari 2011