Produk Unggulan Garut Dipromosikan di Sudan

11/12/2009

 
Siaran Pers : Produk Unggulan Garut Dipromosikan di Sudan
link : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=95115
 
 
GARUT, (PRLM).- Produk unggulan kabupaten Garut, Jawa Barat, diantaranya dodol Garut, susu kedelai serta minyak akar wangi kini dipromosikan di pasar Sudan.
"Beberapa komiditas tersebut masih dalam tahapan penjajakan untuk diekspor ke Sudan," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Garut, Budiman seperti dikutip Antara, Sabtu (29/8).
Menurut dia, promosi serta uji coba pasokan komoditi unggulan tersebut, mendapat respons positif dari Kepala Informasi sosial kultur/ protokol Kedubes tersebut, Mulyadi, M.A.

"Mulyadi telah melakukan pembicaraan dengan Bupati Aceng Garut H.M Fikri awal Juni lalu," kata Budiman.
Bahkan kini Pemkab setempat melakukan penjajakan serius atas rencana jalinan kerjasama Garut-Sudan, menyangkut pembentukan "sister city" Sudan - Garut, Indonesia, dibidang ekonomi, perdagangan, pertanian serta tenaga kerja.
Sehingga sekarang gencar disiapkan penyusunan format, yang dinilai cocok dengan mengutamakan pada sektor ekonomi, ungkap Budiman dan Kepala Kantor Penanaman Modal setempat M. Rachmat.

Sementara itu, dodol Garut merupakan komoditas yang selama ini mampu mengangkat citra Kabupaten sebagai penghasil mata dagangan berkualitas tinggi dengan aneka ragam produksinya. Dodol itu, dikenal luas berkat rasanya yang khas serta kelenturan yang berbeda dari produk sejenis daerah lain.

Industri ini berkembang sejak 1926, semula dirintis seorang pengusaha Ny. Karsinah melalui proses produksi yang sederhana. Pembuatan dodol itu, bisa terus berkembang hingga kini, karena bercitra rasa berbeda dan mampu bersaing, harganya terjangkau bahkan merupakan makanan yang sangat digemari masyarakat.

Selain itu tak menggunakan bahan pengawet atau tambahan bahan sintetis, tapi memiliki daya tahan selama tiga bulan. Pembuatan dodol tersebut mudah dikembangkan dengan memodifikasi bahan baku utamanya antara lain berupa pemanfaatan buah waluh, kentang, kacang, pepaya, nenas dan sirsak.

Selama ini pihak Dekranasda setempat membantu pemasaran berbagai pameran dan kegiatan promosi, termasuk melakukan perbaikan kualitas produk dan desain kemasan melalui pelatihan-pelatihan.

"Sedangkan rata-rata kapasitas produksinya setiap tahun 4.500 ton, dari 99 unit usaha yang menyerap 4.439 tenaga kerja, bernilai investasi Rp 992,65 juta dengan nilai produksi melebihi Rp 41,363 miliar, " jelas Budiman.