Indonesia Berpartisipasi dalam Pameran “International Fair of Khartoum”, Sudan

2/2/2011

 
    Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang pameran terbesar di Sudan mulai hari ini (2/2/11) hingga tanggal 9 Februari 2011 nanti. Pameran ini dibuka oleh Penasihat Presiden Sudan, Nafie Ali Nafie, malam ini.
 
    Selain Indonesia, pameran yang menempati area seluas ± 11.000 m2 ini juga diikuti oleh beberapa negara asing lainnya, seperti Mesir, Turki dan Cina yang merupakan beberapa dari sekian banyak negara yang menjadikan Sudan sebagai salah satu pasar utama produk mereka.
 
    Seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, partisipasi Indonesia dalam pameran internasional ini diwakili oleh KBRI Khartoum. “Sangat disayangkan, untuk tahun ini beberapa pengusaha besar di Indonesia tidak memberikan tanggapan yang positif. Padahal pasar Sudan adalah pasar yang masih sangat terbuka lebar.”, ujar Dubes RI untuk Sudan, Dr. Sujatmiko. “Produk elektronik, otomotif dan suku cadang, kertas, tekstil adalah beberapa produk utama yang diimpor oleh Sudan”, lanjutnya lagi.
 
    Sujatmiko menjelaskan, Sudan merupakan pasar non tradisional yang dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai tujuan akhir ekspor Indonesia, tetapi juga dapat dijadikan sebagai pintu masuk produk Indonesia ke negara Afrika sekitarnya, seperti Ethiopia, Kenya, Uganda, Chad, Afrika Tengah, dll.
 
    Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Khartoum, Gatot Amrih, mengatakan bahwa beberapa produk asal Indonesia memang telah masuk pasar Sudan, seperti ban mobil, kertas, bola sepak dan mie instan, tapi akan lebih baik lagi jika potensi produk Indonesia lainnya dapat masuk pasar Sudan.
   
    Dalam kaitan tersebut, Dubes RI telah melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Sudan seperti Menteri Perdagangan dan Gubernur Bank Sentral, untuk mendiskusikan upaya-upaya yang dapat ditempuh untuk memberikan kemudahan bagi pengusaha Indonesia yang ingin memasuki pasar Sudan.
 
    Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah pengunjung setiap harinya mencapai 3.000 orang yang tidak hanya berasal dari Sudan, tapi juga pengusaha-pengusaha dari negara lain yang turut mencari peluang kerjasama ekonomi. Hal ini menjadikan pameran internasional ini sebagai salah satu meeting point pengusaha-pengusaha afrika dengan pengusaha dari negara lain.
 
    Selain pameran, juga akan digelar seminar-seminar ekonomi yang mendatangkan pembicara dari Kementerian Perdagangan Sudan dan juga pertunjukan seni budaya, yang akan turut dimeriahkan oleh para penari dari Sanggar Budaya Indonesia yang dikelola oleh KBRI Khartoum.
 
Khartoum, 2 Februari 2011