Eritrea

PROFIL ERITREA
  1. GEOGRAFI
    1. Letak Dan Luas Wilayah

      Ertrea terletak di bagian Utara Timur benua Afrika, terbentang antara 15º dan 18º Lintang Utara, serta 36º dan 43º Bujur Timur. Total wilayah Eritrea mencakup 121.000 km² . Eritrea memilik pantai Laut Merah sepanjang 1000 Km2 yang terbentan dari Ra’s Qesar perbatasan Sudan hingga Bab el Mundeb, Ra’s Arjeta, Selatan Jibouti. Di pantai tersebut terdapat Pelabuhan-pelabuhan penting Laut Merah diatarannya : Asib dan Masu. Eritrea merupakan tempat yang sangat strategis karena merupakan jalur terdekat yang menghubungkan antara Samudera Hindia dan Laut mediterania. Sehingga Eriteria dapat dikatakan sebagai jalur cepat bagi penghubung tiga benua besar yaitu, asia, afrika, dan eropa.

    2. Perbatasan

      Eritrea berbatasan langsung dengan 3 Negara yaitu Sudan, Etiopia, dan Jibouti. Di Sebelah Utra dan Barat, Eritrea berbatasan dengan Sudan sepanjang 605 KM2. Sementara sebelah Selatan berbatasan dengan Ethiopia sepanjang 912 KM2. Adapaun sebelah Tenggara, Eritrea berbatasan dengan Jibouti sepanjang 113 KM2.

  2.  

  3. DEMOGRAFI

    Jumlah penduduk Eritrea berjumlah 5,073,279 juta jiwa.dengan tingkat pertumbuhan populasi rata-rata 2.58%. Penduduk Pria sebanyak 2,495,201 dan Wanita sebanyak 2,578,078. (est. 2009). Sebanyak 900.000 jiwa menetap di Ibu Kota Eritrea, Asmara. Sementara sebanyak 700.000 Warga Negara Ertrea menetap di Sudan. Selain itu, sebanyak 300.000 Warga Eritrea bersatus sebagai pengungsi di Negara-negara Eropa dan Amerika. (est. 2009). Penduduk Eritrea terbagi menjadi 3 kelompok etnis yaitu El Hamiyah, El Samiyah, dan El Nielyah. Kedua etnis El Hamiyah dan El Samiyah merupakan suku yang berasal dari Jazirah Arab sehingga sangat sulit untuk menemukan perbedaan fisik diantara keduannya.

     

    Adapun suku El Nieliyah merupakan suku Afrika kulit hitam. Suku EL Hamiyah dan El Samiyah memiliki Cabang Suku antara lain El Beja, El Usorta, El Saho, El Beilen, El Marya, El Danagel, El Hebab, El Nasraniya dan Mensa’ Hol Karn. Suku-suku tersebut secara fisik sangat dekat dengan suku Sudan Utara. Adapun Etnis El Nieliyah, yang merupakan Etnis minoritas di Eritrea, mememiliki cabang suku antara lain Konama dan El Bareya. Penduduk Eritrea memiliki keragaman dalam beragama. Diantara agama yang diyakini oleh penduduk negara tersebut antara lain, Islam (50%), Kristen Ortodoks (30%), Kristen Katolik (13%), Kristen Protestan (5%) dan aliran kepercayaan lain (2%). Bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Arab. Disamping itu penduduk Eritrea menggunakan banyak bahasa seperti bahasa El Bejawiyah,Nilo Saharan, Tigrinya, dan Tigre. Tigrinya dan Tigre adalah 2 (dua) bahasa terbesar penggunaannya di Eritrea. Bahasa Tigrinya biasanya digunakan oleh Pemeluk agama Kristen. Adapun Pemeluk agama Islam biasanya bercakap-cakap menggunakan bahasa Tigre. Namun demikian, hingga saat ini Bahasa Arab masih merupakan bahasa pemersatu bagi penduduk Eritrea.

  4.  

  5. PEMERINTAHAN DAN KONSTITUSI

    Setelah melalui perjuangan panjang, dibawah pimpinan Isaias Afewerki dengan mesin politiknya Front Pembebasan Rakyat Eritrea (FPRE), Ertrea meraih kemerdekaannya melalui Referendum pada tanggal 23 Mei 1993. Afewerki kemudian menjadi presiden Eritrea yang pertama. FPRE kemudian ditata ulang, dan kini bernama Front Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (FRDK). Partai berideologi marxisme ini merupakan satu-satunya partai politik yang sah di Eritrea.

     

    Gerakan Oposisi bagi pemerintahan Afewerki adalah G-15. G-15 banyak menentang kebijakan Presiden Isaias Afewerki khususnya dalam penyelesain konflik dengan Ethiopia serta dalam pelaksanaan pemilihan umum dan Pengesahan Konstitusi yang terkesan ditunda-tunda. Anggota kelompok ini terdiri dari bekas anggota FRDK yang terlibat dalam pemerintahan sejak kemerdekaan tahun 1993. Menurut pernyataan FRDK, anggota-anggota G-15 itu percaya bahwa tugas terpenting mereka adalah "menyusun sel-sel rahasia di dalam dan di luar negeri". Dari 15 orang yang menjadi anggota kelompok ini, 11 diantaranya dapat dipenjarakan, sementara 3 orang lainnya menetap di Amerika Serikat, dan satu orang sisanya, Muhammad Berhan Belata, mengundurkan diri dari kelompok ini dan kembali bergabung dengan pemerintah.

     

    Pemilu Nasional Eritrea diadakan pada tahun 1995 sementara pemilu regional telah diadakan setiap lima tahun dan yang terakhir pada 2004. Pemilu Regional ini memilih 136 Anggota Dewan Legislatif yang akan bertukas memilih Presiden setiap 5 tahun sekali. Sebagai Negara yang baru saja merdeka, Eritrea baru dapat mensahkan Konstitusinya pada tahun 1997 oleh dewan konstituante.