TARI INDANG BADINDIN TURUT MERIAHKAN ACARA “FIRST LYTHEATRE DRAMA FESTIVAL” DI ART COUNCIL, KARACHI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Di tengah maraknya media masa di Pakistan memberitakan kejadian-kejadian mengerikan dan memilukan seperti pemboman, pembunuhan, tembakan, target killing dan pertikaian antar kelompok di Karachi, KJRI terus berusaha menyuarakan pesan perdamaian dan keharmonisan kepada pelajar-pelajar di Karachi, khususnya melalui penampilan tari tarian Indonesia di berbagai kesempatan dan secara berkelanjutan, KJRI Karachi mengajak dan menawarkan pelajar dan anak-anak muda Karachi yang ingin mempelajari tarian Indonesia, untuk datang dan mengikuti pelatihan tarian Indonesia setiap minggu di KJRI. Dan dalam rangka peningkatan citra Indonesia di Karachi dan kota-kota di Provinsi Sindh, KJRI Karachi juga melakukan kegiatan promosi seni, budaya dan Pariwisata Indonesia.
 
KJRI Karachi telah berpartisipasi pada pentas seni dan budaya “ First ever Lytheatre Drama Festival” pada tanggal 4 Februari 2010 di Art Council, Karachi. Kegiatan ini merupakan perlombaan/festival drama pertama yang diselenggarakan sekolah The Lyceum dan diikuti oleh 5 (lima) sekolah di Karachi. Acara pertunjukan dihadiri oleh 400 siswa dan mahasiswa.. Pada kesempatan ini KJRI Karachi menampilkan 3 ( tiga) tarian traditional Indonesia yang dibawakan oleh anak-anak Indonesia dan anak-anak Pakistan yang telah dibina KJRI Karachi sejak beberapa bulan yang lalu.
 
Tarian yang ditampilkan adalah : Tari Puspawresti, Tari Sajojo dan Tari Indang Badindin. Partisipasi KJRI pada First ever Lytheatre Drama Festival ini selain dimaksudkan untuk mempromosikan Indonesia melalui penampilan beberapa tarian, juga juga memperkenalkan Indonesia berdasarkan keanekaragaman tarian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini juga merupakan suatu kesempatan yang sangat baik bagi generasi muda Indonesia maupun Pakistan mempelajari seni budaya berbagai Negara.
 
Penampilan anak-anak muda Indonesia dan anak-anak Pakistan dalam menampilkan tarian/budaya Indonesia di Art Council Karachi mendapat sambutan yang sangat meriah dari penonton. Di sela sela tarian pertama dan berikutnya, pembawa acara menerangkan asal usul tarian tersebut dan menerangkan tentang keunikan serta potensi daerah wisata yang bisa dikunjungi. Diantara ketiga tarian yang ditampilkan, penonton memberikan tepukan yang sangat meriah ketika anak-anak Indonesia menampilkan Tari Indang Badindin, dimana para pelajar/ siswa mengikuti gerakan dan menirukan gerakan Tari Indang Badindin.