Penampilan Seni dan Budaya Indonesia meriahkan Hamara Karachi Festival yang diselenggarakan di Karachi Press Club tanggal 13 Maret 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka promosi seni dan budaya serta pariwisata Indonesia, KJRI Karachi secara terus menerus berpartisipasi pada setiap kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sindh. Pada tanggal 13 Maret 2010, KJRI Karachi telah ikut berpartisipasi pada Hamara Karachi Festival yang diselenggarakan oleh Hamara Karachi Foundation di Karachi Press Club.
 
Hamara Karachi Festival tahun ini diselenggarakan dari tanggal 10-24 Maret 2010. Selain Indonesia, turut berpartisipasi dalam penampilan “Characteristics Country Perfommance” malam itu adalah perwakilan dari Turki. Acara tersebut selain dihadiri oleh pejabat Povinsi Sindh, pelaku bisnis, pelajar dan mahasiswa, juga dihadiri oleh kalangan diplomat dari berbagai Konsulat Asing di Karachi. Tidak kurang dari 500 kursi dipenuhi oleh penonton yang datang menyaksikan penampilan seni dan budaya Indonesia.
 

Pada sambutan pembukaan, Acting Konsul Jenderal R.I, Trigustono Supriyanto mengatakan bahwa tujuan berpartisipasinya KJRI Karachi pada Hamara Karachi Festival ini adalah dalam rangka memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Karachi dan Provinsi Sindh dan membuktikan solidaris, partisipasi, kebersamaan dan harmoni masyarakat Indonesia di Karachi dengan masyarakat Karachi dan Provinsi Sindh. Selain dari pada itu, Acting Konsul Jenderal R.I menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan Nasional akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa asing dari berbagai Negara untuk program master (S2) di perguruan tinggi di Indonesia.

 

Pada kesempatan ini, KJRI Karachi menampilkan 5 (lima ) tari traditional Indonesia yang dibawakan oleh pelajar Indonesia. Disamping tarian traditional Indonesia ditampilkan juga musik angklung yang dimainkan oleh ibu-ibu Dharmawanita dan staf KJRI Karachi. Kelima tarian yang ditampilkan adalah: Tari Yapong, Tari Piring, Tari Tanjung Katung, Tari Badindin dan Tari Poco-Poco, sedangkan lagu-lagu yang dibawakan dengan musik angklung adalah : Mother how are you today, Kuch Kuch Hutahe, Kopi Dangdut dan Ye Watan Tumara Hai. Keragaman seni dan budaya Indonesia tercermin dari penampilan berbagai tarian beserta penjelasan mengenai asal usul setiap tarian yang dibawakan. KJRI Karachi memanfaatkan kesempatan ini bukan hanya promosi seni dan budaya namun juga menyertakan unsur promosi pariwisata melalui penyebaran brosur pariwisata dan membagikan aneka makanan khas Indonesia sebagai refreshment pada saat berlangsungnya pertunjukan.

 

Penampilan tarian yang dibawakan anak anak dan ibu ibu Dharmawanita beserta staf KJRI yang tergabung dalam Tim Angklung KJRI Karachi mendapat sambutan yang meriah dari penonton. Presiden Hamara Karachi Foundation, Dr. Nasreen Jalil mengucapkan terima kasih dan memuji penampilan anak-anak Indonesia dan ibu ibu yang memainkan musik angklung. Selanjutnya Dr. Nasreen Jalil mengatakan bahwa tarian dan musik Indonesia dengan pesan harmoni dan perdamaian telah berhasil meningkatkan people to people contact, penampilan kebudayaan juga merupakan pendekatan yang efektif dalam peningkatan hubungan kedua Negara.