Indonesia-Sindhi Cultural Show Meningkatkan Pengenalan Indonesia di Provinsi Sindh, Pakistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI Karachi pada berbagai kesempatan telah berusaha untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Pakistan pada umumnya dan masyarakat Provinsi Sindh pada khususnya. Kali ini, pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2010 KJRI bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kota Larkana telah menyelenggarakan kegiatan pentas budaya dengan judul “Indonesia – Sindhi Cultural Show” bertempat di Art Council of Pakistan, Larkana.

 

Acting Konsul Jenderal Trigustono Supriyanto dalam sambutannnya mengatakan yang pada intinya bahwa penyelenggaraan pentas budaya ini untuk memupuk persahabatan dan meningkatkan people to people contact antara Indonesia dengan masyarakat Pakistan yang berdomisili di Kota Larkana, Provinsi Sindh. Dipilihnya Kota Larkana sebagai tempat penyelenggaraan pentas budaya kali ini mengingat disini terdapat monumen yang bersejarah dinamakan “Tugu Soekarno” (Soekarno Chowk), mantan Presiden Republik Indonesia Pertama. Pada dinding tugu tersebut terpampang Pidato mantan Presiden Republik Indonesia Pertama dan mantan Perdana Menteri Pakistan, Zulfikar Ali Bhuto. Tugu tersebut tidak saja merupakan simbol eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dengan Pakistan, namun juga sebagai simbol eratnya hubungan persaudaraan dan kerjasama kedua negara selama ini.

 

Dalam penyelenggaraan pentas budaya di Larkana ini, KJRI telah menampilkan  6 (enam) tarian tradisional Indonesia yang terdiri dari Tari Puspawresti, Tari Badindin, Tari Blantek, Tari Tanjung Katung, Tari Piring dan Tari Poco-poco. Tarian tradisional Indonesia ini telah dibawakan oleh gabungan pelajar Indonesia dan Pakistan yang sebelumnya telah mendapatkan bimbingan/asuhan dari KJRI. Sementara itu, dari Pemerintah Daerah Kota Larkana telah menampilkan 4 (empat) tarian Sindhi yang antara lain Munja Maruninda Mukhe Watiwinda, Chirag Jalai Bujenai.

 

Pentas budaya ini telah berjalan sukses dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat. Dari kapasitas tampung untuk 1. 000 orang, malam itu telah dipadati oleh lebih dari 1.200 orang, pengunjung yang tidak mendapat tempat duduk, rela berdiri selama 2,5 jam pertunjukan disela-sela tempat yang kosong. Tidak ketinggalan sebanyak 30 media elektronik dan cetak berbahasa Sindhi, Urdu dan Inggris telah meliputi acara ini. Deputy District Officer/DDO Larkano Mr. Amir Ali Abro sangat mengagumi dan sangat mengapresiasi usaha KJRI dalam menampilkan pentas budaya Indonesia di Larkana. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, yang bersangkutan memberikan tanda kenang-kenangan berupa Kain Ajrak kepada seluruh anggota rombongan KJRI yang berjumlah 53 orang. (sumber: KJRI Karachi).