Ibadah qurban merupakan salah satu sarana untuk taqarrub kepada Allah

​KJRI Karachi telah melaksanakan rangkaian kegiatan perayaan Idul Adha 1436 H yang dimulai dengan Malam Takbiran Bersama di halaman kantor KJRI Karachi pada hari Kamis, tanggal 24 September 2015. Kegiatan Malam Takbiran Bersama tersebut diawali dengan Shalat Isya berjamaah pada pukul 20:30 waktu setempat dan dihadiri oleh Konjen RI Karachi, Bapak Hadi Santoso dan isteri, home staff, local staff dan sekitar 30 (tiga puluh) orang pelajar/mahasiswa yang berada di Provinsi Sindh.

 
Pada hari Jum’at, tanggal 25 Oktober 2015 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1436 H, Perayaan Idul Adha dimulai dengan kegiatan Takbiran Bersama pada pukul 08:00 waktu setempat di halaman kantor KJRI Karachi dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Adha yang dihadiri oleh  Konjen RI Karachi, serta sekitar 130 (seratus tigapuluh) orang WNI yang terdiri dari seluruh staf KJRI Karachi dan keluarga, para pelajar/mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan agama di Universitas Islam Binoria Karachi, dan para WNI yang bersuamikan warga Pakistan bersama keluarga mereka.
 
Dalam Khutbah Idul Adha 1436 H, Khatib, Sdr. Muhammad Arif pada intinya menjelaskan bahwa Idul Adha adalah momentum untuk menumbuhkan rasa kasih sayang di antara sesama,  menyambung tali silaturahmi, melatih kepekaan sosial, empati, dan mengikis kebencian di hati sebagaimana yang telah dicontohkan oleh dua manusia agung; Ibrahim Khalilullah dan Muhammad Rasulullah SAW. Selain itu, khatib menjelaskan bahwa Ibadah qurban merupakan salah satu sarana untuk melaksanakan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, diawali dengan usaha untuk mengalahkan dorongan hawa nafsu, dimana setiap muslim diperintahkan melaksanakan ibadah qurban. Dengan demikian hendaknya setiap Muslim dapat menahan hawa nafsu, dengan menunda kebutuhan-kebutuhan yang tidak terlalu mendesak untuk diarahkan pada pembelian hewan qurban. Sesungguhnya ibadah qurban yang diwujudkan dengan pemotongan hewan qurban adalah sebagai lambang dari pemotongan nafsu hayawaniyah (nafsu kebinatangan) yang ada pada diri manusia.
IDULKO.JPG
Dalam sambutannya setelah Shalat Idul Adha, Konjen RI Karachi menyampaikan beberapa hal yang intinya bahwa hikmah dari peristiwa qurban adalah untuk memperoleh ridha Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Namun, tidak sekadar ibadah, seorang Muslim harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah. Kalau tidak, apa yang dikerjakan akan sia-sia karena tidak dilakukan dengan penuh keikhlasan.
IDULSAM.JPG
Setelah Shalat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang bersama di halaman kantor KJRI Karachi dengan seluruh masyarakat Indonesia yang hadir. Pada perayaan Idul Adha tahun 1436 H ini, KJRI Karachi menyembelih 2 (dua) ekor sapi dan 2 (dua) ekor kambing dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat Indonesia dan warga Pakistan yang tidak mampu di Karachi. (Sumber: KJRI Karachi)