IPSE 2015 KJRI Karachi Hasilkan Kesepakatan Dagang Senilai US$ 2,2 juta

​Pada tanggal 14-15 November 2015, KJRI Karachi telah menyelenggarakan Indonesia Products Solo Exhibition (IPSE). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan diplomasi ekonomi dan perdagangan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan neraca perdagangan bilateral kedua negara khususnya menciptakan peluang penetrasi produk/komoditas unggulan ekspor Indonesia ke wilayah akreditasi. IPSE merupakan sebuah pameran produk potensial ekspor Indonesia ke Pakistan dalam konteks business to business (B2B).

 
Sebanyak 8 (delapan) pengusaha/perusahaan terdiri dari Lukita Pearl Jewellery, PT Deltomed Laboratories, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia/GAPKI, PT Tiga Mawarni, Hen’s Co, PT Garuda Food, 3 R Indonesia dan Ichwan El Food mempromosikan produk potensial ekspor meliputi perhiasan mutiara, baju muslim, minuman jahe instan, obat batuk herbal, biskuit, makanan kemasan, minyak sawit, pinang, kayu manis dan layanan jasa pariwisata Indonesia. IPSE kali ini merupakan sebuah wadah business to business yang dimaksudkan untuk mempertemukan eksportir dengan importir potensial di Pakistan. Sebanyak 300 (tiga ratus) undangan tertarget untuk kalangan importir telah datang dan menjajagi peluang kerjasama perdagangan.
 
IPSE dilaksanakan di Crystal Ballroom, Hotel Marriot Karachi pada tanggal 14-15 November 2015. Pameran ini dibuka secara resmi oleh Konjen RI Karachi, Hadi Santoso disaksikan Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono, dan General Manager Marriot Karachi, Jan Verduyn. Hadir dalam pembukaan merupakan kalangan pengusaha Karachi, kalangan media Ketua Pakistan Indonesia Business Forum Southern Zone (PIBF SZ) dan para direktur PIBF SZ.
 
Penyelenggaraan IPSE dilakukan secara integratif dengan tidak saja mempromosikan produk potensial ekspor Indonesia tetapi juga peluang kerjasama pariwisata antar penyedia jasa parwisata dan promosi kebudayaan Indonesia melalui penampilan tari tradisional “Eklek” saat pembukaan IPSE.

 
“Potensi jasa wisata antar kedua negara bersahabat sangat berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut”, ujar Konjen RI Karachi, Hadi Santoso. Hal ini dibuktikan dengan munculnya minat sangat serius dari beberapa penyedia jasa pariwisata Karachi seperti Rehman Travel dan Travo Com untuk membuat Nota Kesepahaman kerjasama dengan PT Tiga Mawarni.
 
Tidak hanya penjajagan, IPSE kali ini berhasil menciptakan penandatangan kontrak perdagangan sesuai kesepakatan antara pembeli dengan salah satu eksportir peserta IPSE. Keduanya meraih kesepakatan perdagangan berupa 30 (tiga puluh) kontainer komoditas betel nutt senilai US$2,2 juta per triwulan. Penandatanganan kontrak tersebut disaksikan oleh Konjen RI, Hadi Santoso dan Ketua PIBF SZ, Shamoon Zaki. (Sumber : KJRI Karachi)