Pakistan

 

 KETERANGAN DASAR

 

1.

Nama Negara  

?:? Republik Islam Pakistan

 

2.

Ibukota

?:? Islamabad

 

3.

Merdeka tahun

?:? ?1947?

 

4.

Hari Nasional

?:? ?14 Agustus (Independence Day)?; ?23 Maret (Pakistan Day)?

 

5.

Lagu Kebangsaan 

?:? Pak Ser Zamen Shadbad

 

6.

Bendera

?:? Putih (depan) dan Hijau (bagian belakang dan ?ditengahnya ada bulan sabit putih)?

 

7.

Kepala Negara  

?:? Presiden Mamnoon Hussain

 

8.

Kepala Pemerintahan 

?:? PM Nawaz Sharif

 

9.

Ketua Parlemen  

?:? Sardar Ayaz Sadiq

 

10.

Ketua Senat

: Syed Nayyer Hussain Bokhari

 

11.

Menteri Luar Negeri 

?:? PM Nawaz Sharif

 

12.

Bahasa Nasional 

?:? Urdu (Inggris digunakan pada kantor-kantor ?pemerintah)?

 

13.

Agama

?:? ?97% Islam Sunni 77%, Shiah 20%, 3% campuran Katolik, Hindu, Budha dll

 

14.

Jumlah Penduduk 

?:? ?182,3 juta dengan pertumbuhan penduduk rata-rata ??1,6 % per tahun

 

15.

Etnis suku  

: Mayoritas Punjabi (provinsi Punjab); Sindhi (Sindh); ?Pashtun (NWFP); dan Balochi(Balochistan)?

 

16.

Mata Uang  

?:? Rupees (US$1 = Rs.101) (Desember 2014)?

 

17.

Pendapatan per kapita 

?:? US$ 1370 (2013-2014)?

 

18.

Perekonomian

?:? Perekonomian Pakistan merupakan negara yang ke 26 terbesar didunia dengan pertumbuhan ekonomi 4,1% (2014)

 

 

a.

Sumber daya alam 

?:? Cadangan gas alam relatif besar, minyak bumi dalam ?jumlah terbatas, batubara berkualitas rendah, besi, ?tembaga, garam dan batu gamping.

 

b.

Ekspor utama 

?: ?Tekstil (garmen, bed linen, pakaian dan benang), ?beras, kulit, produk olahraga, bahan kimia, produk ?menufaktur, karpet dan permadani.

 

c.

Impor utama

?: ?Minyak bumi, produk minyak bumi, permesinan, ?plastik, peralatan transportasi, minyak nabati, produk ?kertas, besi, baja dan teh.?

 

d.

Laju inflasi

?:? Rata-rata 8,03% (hingga Nov 2014)

 

f.

Pertumbuhan GDP

??:? 6,1% (Tahun anggaran 2013-2014)?

 

g.

Hutang luar negeri

?:? US$. 52,43 Milyar (Desember 2013)?

 

 

 
PROFIL NEGARA REPUBLIK ISLAM PAKISTAN
  1. ?Luas wilayah  ?:? ?803.940 Km2 terdiri dari empat provinsi, yaitu: Balochistan  ??347.190 km2, Punjab  205,344 km2, Sindh 140,914 km2, ?North West Frontier Province (NWFP) 74,521 km; serta ?Federally Administrated Tribal Area (FATA) 27,220 km2 dan ?ibukota federal Islamabad 906 km2?
    total wilayah darat: 778,720 km2?
    total wilayah laut: 25,220 km2?
  2. ?Letak wilayah ?:?  Terletak antara 24 - 30 LU dan 62 - 75 BT dengan ?perbatasan:?
    Utara ?: Cina (Propinsi Sinkiang);?
    Utara - Barat : Afghanistan dan Iran;?
    Timur : India dan Selatan : Laut Arab
    Garis Pantai ?: Laut Arab, sepanjang 1.046 Km?
  3. ?Koordinat Geografis ?:? ?30 00 N, 70 00 E?
  4. Kota-kota besar  ?:? Lahore, Karachi, Faisalabad, Quetta, Peshawar, Rawalpindi, ?dan  Multan
  5. Iklim   ?:? Sub-tropis, max (Jacobabad 50C) di Sindh, dan minimum ??(Ziarat -7C) di Balochistan?
 
TENTANG PROPINSI SINDH
Propinsi Sindh, terdiri dari 23 distrik, termasuk Karachi, merupakan wilayah kerja KJRI Karachi. Kota-kota besar lainnya adalah Hyderabad, Sukkur, Nawabshah, Larkana, Dadu, dan Mirpurkhas. Propinsi Sindh Merupakan sebuah delta raksasa yang dibelah oleh aliran sungai Indus dan terletak di sebelah selatan Pakistan yang berbatasan dengan Laut  Arab. 
 
Propinsi ini pernah dikuasai oleh Alexander The Great  pada tahun 329 BC, kemudian diperintah oleh penguasa dari suku Sindhi, Sumras, selanjutnya digantikan oleh Sommah Rajputs pada tahun 1337 dengan ibukotanya Thatta. Dari tahun 1524 s/d 1736, wilayah Sindh berada dibawah kekuasaan dinasti Moghul. Tahun 1789, Talprus penguasa wilayah Balochistan mengambilalih kekuasaan dari dinasti Moghul. Ibukota dipindahkan ke Hyderabad. Pada tahun 1843 penguasa Inggris mengalahkan Talprus dalam pertempuran sengit di Miani (+ 150 km dari Karachi) dan memerintah Sindh (yang pada waktu itu merupakan bagian dari India) sampai kemerdekaan Pakistan pada tanggal 14 Augutus 1947. Saat proklamasi kemerdekaan itu, Karachi dipilih menjadi ibukota Pakistan sampai tahun 1962.
 
Luas wilayah Propinsi Sindh adalah 140.914 km2 dengan penduduk 30.4 juta jiwa (berdasarkan sensus terakhir tahun 1998) dan kepadatan penduduk rata-rata 212.8 orang/km2.  Sedangkan tingkat pertumbuhan penduduk sekitar 2,8% per tahun.
 
Propinsi Sindh memiliki arti penting bagi Pakistan karena kontribusi terhadap ekonomi nasional cukup signifikan, yang dapat dijelaskan dalam data statistik sebagai berikut:
 
  • Kegiatan Perdagangan Internasional : 90,0 %
  • Kontribusi terhadap Pajak Nasional/Federal   : 70,0 %
  • Kontribusi terhadap Produksi Minyak Bumi Nasional   : 62,0 %
  • Kontribusi terhadap Produksi  Gas Bumi   : 48,0 %
  • Jumlah Industri Tekstil : 54% dari jumlah industri nasional
  • Industri Manufaktur Skala Besar  : 43,0 % dari jumlah industri nasional
  • Industri Gula : 45% dari jumlah nasional
  • Industri Kertas (pulp & paper) : 20% dari jumlah nasional
  • Sumber Tenaga Listrik   : 39,0 % dari jumlah nasional
  • GDP nasional    : 33,3 % dari jumlah nasional
  • Produksi  Batubara   : 31,0 % dari jumlah nasional
  • Produksi Pertanian   : 25,0 % dari jumlah nasional
 
Hal ini mendorong arus urbanisasi mengalir ke Propinsi Sindh, sehingga tingkat urbanisasi Propinsi Sindh tertinggi di Pakistan, yaitu 48,75%. Artinya hampir separuh dari penduduk Sindh hidup di kawasan perkotaan. Sekitar 37,7% penduduk Propinsi Sindh tersebut membanjiri kota-kota besar seperti Karachi, Hyderabad dan Sukkur. Dalam skala nasional, ketiga kota besar di Propinsi Sindh tersebut harus menampung 73,1% dari seluruh masyarakat urban Pakistan. 
 
TENTANG KOTA KARACHI
Karachi adalah ibukota Sindh yang terletak di titik paling ujung sebelah selatan  delta Sungai Indus dan di sebelah timur Laut Arab. Karachi merupakan kota terbesar dan terpadat dengan jumlah penduduk 14 juta {mosimage}jiwa lebih. Karachi juga dikenal sebagai pusat perdagangan, keuangan dan industri utama di Pakistan. Karachi juga merupakan ibukota Pakistan sejak proklamasi kemerdekaan pada tanggal 14 Agustus 1947 hingga tahun 1962 ketika kemudian dipindahkan ke Islamabad.
 
Sejumlah fasilitas infrastruktur penting terdapat di Karachi seperti bandara internasional “Quaid-e-Azam Mohammad Ali Jinnah” yang merupakan bandara terbesar  di Pakistan, dan dua pelabuhan laut internasional (Port Karachi & Port Qaseem) serta stasiun pusat kereta api menjadikan Karachi sebagai pintu gerbang Pakistan. Maskapai penerbangan asing yang terbang ke Karachi antara lain Emirates, Malaysian Airlines, Qatar Airways, Thai Airways, Singapore Airlines,  Turkish Airlines.
 
Sejumlah kawasan industri yang dikelola swasta beroperasi di Karachi seperti SITE, Korangi dan North Karachi yang menghasilkan berbagai produk untuk ekspor dan memperkerjakan ratusan ribu tenaga kerja. Di bidang keuangan, bank sentral Pakistan (State Bank of Pakistan) memiliki kantor pusat di Karachi demikian juga dengan sejumlah bank pemerintah, swasta dan asing. Selain itu, Karachi Stock Exchange (KSE) merupakan pasar modal terbesar dan tertua di Pakistan yang memiliki 658 perusahaan publik, jauh lebih banyak dibandingkan pasar modal  Lahore (635 perusahaan) dan Islamabad (269 perusahan). Sampai dengan April 2014, KSE mengalami kapitalisasi pasar sebesar US$ 70 milyar dengan Indeks harga saham gabungan (KSE 100 index) mencapai 31.162,95 (Des 2014). Jumlah penjualan saham (turn-over) sebesar 115,5 juta lembar.
 
Aktivitas perdagangan bilateral Indonesia dan Pakistan sebagian besar juga dijalankan di Karachi. Sejumlah importir produk buatan Indonesia seperti batubara, minyak kelapa sawit, kertas, ban, kosmetik, lantai keramik, bahan kimia, yarn dan lain-lain berkantor di kota ini.
 
Di kota ini terdapat beberapa univesitas, akademi, rumah sakit modern, taman kota, museum, dan clubs ekskulsif untuk olahraga cricket, tennis, squash, golf, scuba diving, yachting, boating, deep sea fishing dan berkuda yang sangat digemari masyarakat setempat. 
 
Sebagaimana kota besar di dunia, Karachi memiliki berbagai permasalahan sosial seperti kebersihan, penyediaan air bersih, kemiskinan, pengangguran, lalulintas dan kejahatan. Tingkat kejahatan di kota ini relatif tinggi dimana sebagian besar pelaku menggunakan senjata api dalam aksinya. Untuk itu, para tamu/pendatang dituntut untuk waspada. Meskipun demikian, masyarakat kota Karachi juga cukup hangat dalam menerima tamu asing termasuk dari Indonesia.