Kunjungan Sekjen Kemlu dan Pertemuan WNI

​​​​

Pada tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2015 Sekjen Kemlu, Y.Kristiarto S. Legowo, disertai Karo Perlengkapan, Adam M. Tugio didampingi Plt Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran, Dirjen Anggaran, Kementerian Keuangan, Made Aria Wijaya, disertai 2 orang staf mengadakan kunjungan kerja ke KBRI Kabul dalam rangka mengadakan pernantauan perwakilan rawan dan berbahaya.
 
Kunjungan tersebut juga telah dimanfaatkan oleh rombongan Sekjen untuk mendengar paparan Duta Besar RI tentang rencana pembangunan bunker KBRI untuk mengantisipasi bagi perlindungan WNI pada saat situasi puncak kerawanan yang sewaktu-waktu dapat dihadapi KBRI Kabul. Selain hal itu, Sekjen juga berkesempatan meninjau seluruh kompleks KBRI, mengadakan penanaman pohon peach, cherry dan pear.

 


Rombongan Sekjen juga berkesempatan meninjau lokasi bakal pembangunan sebuah Masjid di kompleks Indonesia Islamic Center, berlokasi di Ahmad Shah Baba Mina pinggiran kota Kabul, yang kalau terealisir nantinya akan terdiri dari sebuah masjid, poliklinik, perpustakaan, ruang penjaga sekuriti. Pembangunan Masjid tersebut terealisir berdasarkan Keppres No 50 tahun 2014 dengan anggaran dana hibah sebesar Rp 5 milyar.

 

Selain acara kunjungan Sekjen, KBRI Kabul pada tanggal 10 Juli juga menyelenggarakan acara silaturahmi bulanan pertemuan para WNI dan "Friends of Indonesia", sekaligus acara buka bersama yang dihadiri kurang lebih 40 orang WNI. Dalam acara tersebut, sekaligus dipakai sebagai acara perpisahan salah seorang pejabat KBRI Kabul, Sdr Budi Surya Saputra, Fungsi Protokol dan Konsuler dan Kepala Kanseierai yang akan mengakhiri tugasnya pada KBRI Kabul selanjutnya melakukan "cross posting" pada KBRI Washington DC.

 

KBRI Kabul pada tanggal 10 - 15 Juli juga kedatangan tamu dari Jakarta, dari Unit Layanan Pengadaan Kementerian Luar Negeri, Made Prasetia Hariarsa,, yang akan menjadi Project Officer pembangunan bunker KBRI Kabul yang akan dimulai pada pertengahan bulan Agustus sampai pertengahan bulan Nopember 2015. Pembangunan bunker KBRI Kabul, setelah mengalami penundaan berkali-kali sejak tahun 2010, akhirnya dapat terealisir pada paruh kedua tahun 2015, menelan beaya sebesar kurang lebih Rp 2 milyar dari DIPA Kemlu tahun 2015.

 

KBRI

Kabul, 13 Juli

2015​