KBRI Kabul pada the First Asia-Europe International Trade Exhibition, 13-17 Agustus 2007 di Kabul

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT RI ke-62, KBRI Kabul telah mengikuti Pameran the First Asia-Europe International Trade Exhibition yang diselenggarakan pada tanggal 13-17 Agustus 2007 di area pameran Kadin Afghanistan di Kabul. Pameran yang diikuti oleh sekitar 41 perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri, a.l dari Jerman, Iran Turki, Indonesia dan Afghanistan sendiri (perusahaan, bank, TV dan hotel) telah dibuka secara resmi oleh Deputi I Menteri Perdagangan Afghanistan, Zianuddin Zia bersama mantan Menteri Luar Negeri Afghanistan, Abdullah abdullah pada tanggal 13 Agustus 2007. Dalam acara pembukaan tersebut, stan Indonesia mendapat kehormatan dari kedua pejabat Afghanistan tersebut dengan didampingi Duta Besar RI untuk Afghanistan berkenan menggunting pita untuk meresmikan stan Indonesia. Keikutsertaan Indonesia ini merupakan salah satu upaya KBRI Kabul mempromosikan dan menyebarluaskan informasi mengenai budaya dan potensi ekonomi Indonesia (trade, tourism and investment) kepada masyarakat Afghanistan khususnya pengusaha-pengusahanya dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerjasama dibidang ekonomi dan perdagangan. Pada kesempatan tersebut, KBRI Kabul ikut ambil bagian dengan membuka stan dengan nama INDONESIA : Ultimate in Diversity yang secara khusus menampilkan produk meubel ukir Indonesia serta menampilkan beberapa contoh aneka produk Indonesia yang kemungkinan banyak diminati oleh pasar Afghanistan antara lain alat-alat kesehatan, kertas, alat tulis, furniture, obat-obatan, minyak goreng, teh, biskuit, mentega, kerupuk udang, mie instant, batere mobil, ban mobil, pecah belah, pakaian muslim pria dan wanita, batik, sepatu olah raga dan tentara serta brosur-brosur produk Indonesia lainnya termasuk brosur PPE 2007. Dalam kesempatan tersebut pula untuk menambah informasi bagi yang ingin berkunjung ke Indonesia, termasuk para warga negara asing yang sedang bertugas di Afghanistan, stan Indonesia juga menyediakan brosur dan memutarkan video mengenai pariwisata Indonesia serta menampilkan lukisan, wayang golek dan peralatan untuk membuat batik tulis, sehingga pameran tersebut juga dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi investasi dan pariwisata di Indonesia. Stan Indonesia dalam pameran tersebut diselenggarakan oleh KBRI Kabul dengan didukung oleh pengusaha Afghanistan yang tergabung dalam Asosiasi Dagang Afghanistan – Indonesia di Kabul yang dibentuk tahun 2002 dan sekarang sudah diaktipkan kembali. Pameran yang diselenggarakan oleh European Consulting & Exhibition Co.Ltd ini bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Bank Sentral Afghanistan, Kadin Afghanistan dan AISA (Afghanistan Investment Support Agency) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Afghanistan yang ke 88 tahun yang jatuh pada tanggal 19 Agustus 2007 dengan tujuan untuk mendorong kegiatan dibidang perdagangan dan investasi. Hal ini berkaitan dengan perkembangan Afghanistan yang semakin gencar membangun negaranya dan aktip di fora kerjasama-kerjasama internasional, meskipun peristiwa bom bunuh diri, penyerangan, penculikan dan pengrusakan masih saja terus terjadi namun secara umum pertumbuhan dibidang ekonomi menunjukan peningkatan. Untuk menyambut terbukanya potensi pasar tersebut, pelaku-pelaku ekonomi dari negara lain semakin sering melakukan kunjungan dan pertemuan baik pada tingkat pemerintah maupun langsung kepada swastanya. Untuk itu, Indonesia yang telah mempunyai hubungan yang sangat baik dengan Afghanistan selama ini, maka sudah saatnya pengusaha-pengusaha Indonesia juga ikut mulai menjajagi pasar Afghanistan sebelum ketinggalan dengan pengusaha-pengusaha dari negara-negara lain. Dalam rangka menangkap momentum tsb, KBRI Kabul sesuai dengan salah satu tugas dan fungsinya melakukan promosi dengan ikutserta pada pameran ini. Dengan diawali keikutsertaan dari KBRI Kabul ini dan harapan terlaksananya kunjungan para pengusaha Afghanistan ke PPE Indonesia tahun 2007 diharapkan dapat tercipta interaksi langsung dan juga menambah wawasan pengusaha Indonesia mengenai potensi pasar di Aghanistan. Selain untuk memenuhi pasar Afghanistan sendiri, pengusaha Afghanistan mengungkapkan optimisnya bahwa produk Indonesia yang berada di pasar Afghanistan akan mampu masuk juga ke pasar negara tetangga di kawasan Asia Tengah dan Asia Selatan seiring telah masuknya Afghanistan dalam organisasi regional ECO (Economic Cooperation Organization) dan SAARC (South Asia Association Regional Cooperation). Beberapa hal yang menarik dicatat selama Pameran a.l pengunjung/pengusaha ingin membeli langsung di pameran (baik dalam jumlah eceran maupun banyak), namun mereka dipersilahkan untuk menghubungi langsung perusahaan Indonesia terkait dan dijelaskan bahwa KBRI Kabul hanya memamerkan contoh dan siap memfasilitasi serta menghubungkannya. Dari berbagai interaksi yang ada, tercatat 12 (duabelas) pengusaha Afghanistan yang telah menyatakan ingin berkunjung ke PPE 2007 a.l dibidang alat kesehatan, kertas, furniture, makanan, perlengkapan dan peralatan rumah tangga, sepatu militer, pakaian, obat-obatan dan alat pembungkus obat, spare-parts kendaraan (diperkirakan jumlah tsb akan bertambah menjelang Pameran). Selain itu, importir teh (pengusaha Afghanistan) menyampaikan kegembiraannya dapat berbisnis dengan Indonesia dan ybs telah melakukan investasi dengan memiliki rumah dan membuka perusahaan di Jakarta tahun 2006. Bagi beberapa pengunjung Pameran dari staf/tenaga kerja asing pada badan-badan PBB dan NGO menyampaikan ketertarikannya untuk memanfaatkan liburannya berwisata ke Indonesia khususnya Bali dan pada akhir Pameran, stan Indonesia menjadi salah satu yang terbaik karena dekorasi dan barang yang dipamerkannya. Memperhatikan tanggapan yang positip dari kegiatan promosi trade, tourism and investment Indonesia oleh KBRI Kabul tersebut, dengan tetap memperhatikan kewaspadaan, tampaknya upaya peningkatan hubungan dan kerjasama ini dirasakan akan lebih optimal jika diimbangi dengan kegiatan kunjungan yang sama pula oleh pengusaha Indonesia. Pada saat Afghanistan sedang bekerja keras untuk bangkit kembali dengan pembangunannya dan pemain/pedagang asing belum banyak terlibat di pasar Afghanistan, maka peluang ini merupakan kesempatan yang baik untuk pengusaha Indonesia yang ingin menjajagi/mencari pasar baru.