International Training Workshop on Infrastructure for Afghanistan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lokakarya sehari dengan judul “International Training Workshop on Infrastructure for Afghanistan” telah sukses dilaksanakan atas kerjasama Direktorat Kerjasama Teknik, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Pekerjaan Umum, dan KBRI Kabul pada Senin (16/07) di Conference Hall, Marble Palace, Kabul Afghanistan.

 

Lokakarya tersebut merupakan implementasi dari komitmen Pemerintah RI untuk membantu dan mendukung Afghanistan dalam membangun kembali, terutama di bidang infrastruktur, negara yang telah lebih dari tiga dekade dilanda konflik dan perang tersebut.

 

Pelaksanaan lokakarya merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja Delegasi Afghanistan ke Jakarta, Bandung dan Bali pada 21 – 26 Mei 2012 lalu dalam rangka studi banding mengenai infrastruktur Indonesia.

 

Lokakarya dibuka oleh Y.M. Mohammad Yusuf Pashtun, Senior Advisor to the President for Construction, Water & Energy, and Mines, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kabul, Bapak Harlianto Tarmizi, dan Deputi Direktur Kerjasama Teknik, Kemlu RI, Bapak Henri Samosir, serta dihadiri oleh para pejabat dan pemangku kepentingan dari berbagai Kementerian dan institusi terkait bidang infrastruktur di Afghanistan.

 

Tampil sebagai narasumber adalah Mr. Nadir Omar, Director of Infrastructure, Dehsabz-Barikab City Development Authority (DCDA), Mr. Mohammad Agul Kochai, Director of Monitoring & Evaluation Dept., Office of Administrative Affairs & Council of Ministers Secretariat, Bapak Agus Bari Sailendra, Bapak Suyono Kasim, dan Bapak Nazib Faizal (para pejabat dari Kementerian PU RI).

 

Y.M. Mohammad Yusuf Pashtun menggaris bawahi mengenai dua persoalan besar bidang infrastruktur yang dihadapi oleh Afghanistan saat ini, yaitu kelangkaan pekerja terampil dan tidak berkembangnya construction material industry. Dalam hal ini, Afghanistan mengharapkan Pemerintah Indonesia untuk dapat berkontribusi dalam peningkatan capacity building untuk skilled workers Afghanistan melalui program Training of Trainers (TOT) guna memenuhi kebutuhan pekerja terampil Afghanistan yang sangat besar.

 

Saat ini Afghanistan sedang menyusun proposal secara rinci mengenai jumlah, jenis, kategori  dan prioritas kebutuhan akan tenaga terampil serta strategi pemenuhan atau penyediaan pekerja terampil tersebut. Penyusunan proposal ini diharapkan akan selesai pada Desember tahun ini dan akan diserahkan kepada negara-negara sahabat, termasuk Indonesia.

 

Bapak Harlianto Tarmizi menyampaikan bahwa inisiatif Indonesia untuk menyelenggarakan program bantuan capacity building bidang infrastruktur bagi Afghanistan merupakan salah satu upaya Pemerintah Indonesia untuk membantu Afghanistan mengatasi permasalahan tersebut.

 

Indonesia siap untuk berbagi pengalaman dan expertise dengan Afghanistan. KBRI Kabul akan melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi peningkatan hubungan bilateral kedua negara.

 

Sementara itu, Bapak Henri Samosir menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri RI telah menyiapkan program bantuan capacity building bidang infrastruktur bagi Afghanistan untuk tahun 2013 dan 2014.

 

Proposal dimaksud akan sangat berguna bagi Pemerintah Indonesia dalam penyusunan program bantuan capacity building bagi Afghanistan di tahun-tahun mendatang. Dengan keahlian yang dimiliki, Pemerintah Indonesia yakin dapat berkontribusi positif dalam proses pembangunan infrastruktur Afghanistan. (Sumber: KBRI Kabul)