Dubes LBBP RI meresmikan dimulainya pembangunan Masjid pada kompleks Indonesian Islamic Center di daerah Ahmad Shah Baba Mi

​​

Pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus 2015, KBRI Kabul bekerjasama dengan NECDO (Noor Educational and Development Organization) menyelenggarakan peresmian dimulainya pembangunan Masjid di kompleks Indonesian Islamic Center (IIC) bertempat di gedung Fatiha, berjarak k.l. 500 meter dari lokasi pembangunan Masjid, di daerah Ahmad Shah Baba Mina, Kabul, Afghanistan. Hadir dalam peresmian tersebut Menteri Agama dan Urusan Haji, Faiz Mohammad Osmani, Acting Dirjen Politik Kemlu, Baba Khan Aslami, Direktur Kebudayaan Kemlu, Eng Touryalai Ghiyasi, Acting Walikota Kabul, Khoghman Ulomi, Duta Besar Iraq Arshad Omar Esmaeel dan para pejabat serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya Menteri Agama dan Urusan Haji menyampaikan bahwa Masjid dimanapun berada mempunyai peranan penting. Demikian pula peranan Masjid yang akan dibangun tersebut merupakan symbol kebudayaan antara kedua negara, Indonesia dan Afghanistan. Diharapkan pembangunan Masjid tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Menteri juga menyampaikan rasa terima kasih pemerintah Afghanistan kepada pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI di Afghanistan.

Duta Besar LBBP RI dalam sambutannya menyatakan bahwa gagasan pembangunan kompleks IIC yang terdiri dari sebuah Masjid, Poliklinik, Perpustakaan dan Guest House, pertama kali disampaikan oleh mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, dengan harapan akan mampu menumbuhkan munculnya perdamaian dan rekonsilasi di Afghanistan yang telah dilanda peperangan selama lebih dari 30 tahun. Dubes juga mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang memungkinkan terwujudnya pembangunan Masjid pada IIC saat ini. Dubes juga mengusulkan nama masjid nantinya “Masjid As Salam”, yang berarti Masjid Perdamaian, yang akan menjadi symbol persahabatan dan perdamaian di Afghanistan.

Direktur Kebudayaan, Kemlu, Eng Touriyalai Ghiyasi, yang pernah menjabat sebagai KUAI Kedutaan Besar Afghanistan di Jakarta, dalam sambutannya mengemukakan bahwa rencana pembangunan Masjid tersebut telah terdengar sewaktu Ybs bertugas di Jakarta, pada tahun 2010, dan bersyukur sekarang telah dapat dimulai pembangunannya. Indonesia merupakan sahabat istimewa, dimana kalau negara lain memberikan bantuan kepada Afghanistan berupa senjata beserta pelurunya, namun Indonesia memberikan bantuan berupa sebuah Masjid beserta kelengkapannya. Ia mengharapkan bantuan Masjid tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas Islam masyarakat setempat dan dapat meningkatkan persahabatan antara kedua negara.

Acting Walikota Kabul, Khoghman Ulomi, dalam sambutannya mengemukakan bahwa hubungan kedua negara, Indonesia dan Afghanistan telah dimulai sejak kunjungan Presiden RI pertama, Ir Sukarno pada era tahun 1960 an. Sewaktu Sukarno berpidato di pusat kota Kabul mengenai pentingnya persahabatan kedua negara, Ia baru berusia 10 tahun. Saat ini sewaktu ia menjabat sebagai Acting Walikota, hubungan tersebut lebih dipererat lagi dengan sumbangan Indonesia pagi pembangunan sebuah Masjid. Ia berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas bantuan tersebut.

Acara kemudian diakhiri dengan pengguntingan pita dan peletakkan batu pertama di lokasi kompleks pembangunan oleh Acting Walikota dan Dubes LBBP RI disaksikan oleh pejabat pusat maupun setempat.