Solidaritas dan Kekeluargaan Pada Idul Adha 1431 H di Johor Bahru

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Peringatan Hari Raya Idul Adha 1431 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 17 November 2010 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat muslim Indonesia di Johor Bahru dan sekitarnya. Hal ini dapat dilihat pada pelaksanaan sholat Idul Adha yang dilaksanakan di halaman KJRI Johor Bahru dihadiri lebih dari 1500 orang yang antara lain terdiri dari warga muslim Indonesia di Johor Bahru dan sekitarnya, pimpinan dan staf KJRI beserta keluarga, serta warga masyarakat muslim setempat. Tingginya jumlah peserta sholat Idul Adha kali ini antara lain dikarenakan banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang datang dengan bus-bus pekerja yang difasilitasi oleh perusahaan-perusahaan setempat.

 

Bertindak sebagai Imam dan Khotib adalah Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah yang juga menjabat sebagai anggota Lembaga Sensor Film. Dalam khutbahnya, Prof. Dr.Ridwan Lubis menyerukan makna yang sangat penting dari Idul Adha yaitu ketauladanan Nabi Ibrahim AS dalam hal pengorbanan dan keimanannya. Bagaimana Nabi Ibrahim taat menjalankan perintah-perintah Allah SWT, antara lain dibuktikan dengan menaati perintah untuk menyembelih putra semata wayangnya, Ismail AS, dimana kejadian tersebut adalah gambaran dari penyembelihan hawa nafsu dan keinginan-keinginan yang bersifat jangka pendek yang bisa disederhanakan menjadi keturunan, jabatan dan harta. Dengan mengekang sifat-sifat kebinatangan tersebut, maka diharapkan setiap insan dapat menjadi pribadi-pribadi yang tunduk kepada peraturan Allah SWT, melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, dan lebih jauh memiliki kepekaan sosial yang diwujudkan dalam solidaritas dan kepedulian kita terhadap sesama manusia.

 

Makna terakhir ini menjadi sangat relevan apabila dikaitkan dengan kondisi saat ini, dimana bencana alam datang silih berganti akhir-akhir ini. Mulai dari banjir di Wasior Papua Barat, Tsunami di Kepulauan Mentawai serta letusan Gunung Merapi di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah yang menelan korban jiwa dan harta benda masyarakat di sekitarnya. Adapun pesan yang disampaikan Prof. Dr. Ridwan Lubis dalam akhir khutbahnya yaitu agar masyarakat Indonesia dimanapun, baik di dalam maupun di luar negeri, senantiasa menjaga ukhuwah yang terdiri dari tiga komponen, yaitu ukhuwah islamiyah atau kerukunan sesama umat Islam, ukhuwah wathoniyah atau kerukunan sesama bangsa dan ukhuwah basyariah atau kerukunan sesama umat manusia.

 

Terkait dengan nuansa solidaritas yang menjadi tema pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini, sebelum dan seusai shalat Ied diadakan pengumpulan dana sosial guna membantu meringankan beban masyarakat Indonesia yang saat ini tengah tertimpa bencana. Acara sholat dan khotbah Idul Adha dilanjutkan dengan acara halal bihalal dan ramah tamah antara Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Jonas L. Tobing, bersama seluruh Staff KJRI dengan segenap komponen masyarakat Indonesia yang mengikuti shalat Id tersebut.

 

Seusai acara tersebut, KJRI bersama Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI) Johor Bahru mengadakan pemotongan dua ekor sapi di perkebunan nanas yang terletak di kawasan Simpang Renggam, yang dilanjutkan dengan temu wicara dengan Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di perkebunan tersebut dan sekitarnya. Selain untuk menjalin silahturahmi, kegiatan ini merupakan juga salah satu upaya pembinaan masyarakat dan menjadi sarana untuk bertukar informasi dengan masyarakat guna memberikan pelayanan dan perlindungan yang optimal kepada segenap Warga Negara Indonesia khususnya yang berdomisili di wilayah akreditasi KJRI Johor Bahru.

 

Johor Bahru, 17 November 2010.