Pemulangan WNI Undocumented dan WNI Overstayer (WNIO) dari Johor Bahru

Pemulangan WNI Undocumented dan WNI Overstayer (WNIO) dari Johor Bahru
                                               
Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru, pada tanggal 9 Desember 2015, telah berhasil memulangkan 540 WNI Undocumented dan WNI Overstayer (WNIO) dari Johor Bahru. Program ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan salah satu program prioritas Pemerintah Presiden Joko Widodo tahun 2014-2019 yaitu untuk memulangkan 50.000 WNIO.
WNIO tersebut merupakan WNI yang telah ditangkap dan berstatus Perintah Tangkap Usir (PTU) oleh Pemerintah Malaysia dan berasal dari berbagai Depoh/Tahanan Imigrasi yaitu Pekan Nanas (Johor Bahru), Machap Umboo (Melaka) dan Lenggeng (Negeri Sembilan). Para WNIO terkait berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Aceh, NTB dan NTT.  Mayoritas diantara mereka masuk dan bekerja di Malaysia tanpa permit/ijin tinggal yang sah atau bahkan tidak berdokumen sama sekali.
Pelaksanaan pemulangan WNIO tersebut dilakukan dengan dua pesawat terbang dari Bandar Udara Senai (Johor Bahru) ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (Jakarta), untuk kemudian dipulangkan sesuai daerah asalnya.
 Selain program pemulangan dengan menggunakan penerbangan charter ini, KJRI Johor Bahru secara bertahap juga telah memulangkan WNIO sejumlah 129 orang. Pemulangan juga akan dilakukan melalui kapal feri dari Johor Bahru ke Tanjung Pinang bagi 55 WNIO pada 10 Desember 2015. Pemerintah Malaysia juga telah melakukan deportasi terhadap WNI Bermasalah (WNI-B). Sampai dengan bulan November 2015 jumlah deportan dari Semenanjung Malaysia adalah 17.193 orang. Pada tahun 2014, WNI yang dideportasi berjumlah 22.373 orang. 
‘’Setelah melalui proses pendataan ke depoh-depoh Imigrasi, para WNIO dapat dipulangkan dan dapat bekerja dan berkarya di Indonesia melalui berbagai program peningkatan kemampuan yang akan dilakukan oleh berbagai instansi di Indonesia. Dengan demikian, saya berharap bahwa WNIO tidak kembali lagi ke Malaysia’’,  ujar  Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Taufiqur Rijal.
Program pemberdayaan di dalam negeri yang dimaksud adalah pelatihan yang diantaranya termasuk bidang pertanian, perikanan, pariwisata, perdagangan serta kerajinan, dan bentuk pemberdayaan purna penempatan lainnya.  (KJRIJB/DL/MH)