Perlindungan Bagi 5 Nelayan Indonesia

2/25/2014

 

SIARAN PERS

KJRI Johor Bahru

Perlindungan Bagi 5 Nelayan Indonesia

 

No. 005/II/2014

           

            Pada tanggal 13/02/2014, diketahui Maritim Malaysia telah menangkap 5 (lima) nelayan WNI di perairan Johor-Malaysia pada posisi garis lintang 01039.705’U dan garis bujur 102041.943’T. Pada saat penangkapan, turut disita kapal dengan berat 6 ton berikut GPS dan 90 Kg ikan.

            KJRI Johor Bahru dalam rangka perlindungan WNI telah menemui kelima WNI yang semuanya berasal dari Tanjung Balai Karimun, Kepri, yakni  EVI SUGIANTO, MARHIDIN, HIDAYAT, MAS’ÚD dan RIKI WAHYUDI. Diperoleh informasi bahwa kelima WNI telah mencari ikan selama 2 hari.

            Mendasari MOU antara Indonesia dan Malaysia tahun 2012 tentang common guidelines concerning treatment of fishermen by maritime law enforcement agencies of Malaysia and Indonesia serta pemahaman nelayan tradisional yang tidak menggunakan illegal fishing gears, such as explosives, electrical and chemical fishing gears, selanjutnya KJRI Johor Bahru menemui penyidik Maritim dan Jaksa guna membahas upaya pembebasan kelima nelayan Indonesia, sehingga terbebas dari jeratan Akta Perikanan 1985.

            Upaya pembebasan oleh KJRI Johor Bahru akan ditindaklanjuti kepada pejabat Putra Jaya, Malaysia untuk mendapatkan keputusan dan sampai saat ini (24/02/2014) kasusnya masih dalam proses penyidikan oleh Jaksa dan Penyidik, belum pada tingkat penuntutan. (Sumber: KJRI JB/lop)