Wamenlu: “Tingkatkan Kepedulian dan Keberpihakan terhadap WNI”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Di sela-sela kunjungan ke Jeddah dalam rangka untuk menghadiri sidang OIC Executive Committee tingkat menteri untuk membahas perkembangan terkini di Suriah, yang diselenggarakan di kantor pusat Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu) Wardana telah berkunjung ke KJRI Jeddah, Selasa (29/11/2011) dan melakukan pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Jeddah Zakaria Anshar beserta seluruh staf KJRI.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur tersebut, Konsul Jenderal menyampaikan kepada Wamenlu bahwa luasnya wilayah kerja KBRI dan KJRI serta banyaknya jumlah WNI yang tinggal dan bekerja di Arab Saudi memerlukan energi ekstra untuk penanganan semua permasalahan yang dihadapi WNI yang cukup kompleks. Guna memperkuat dan meningkatkan pelayanan dan perlindungan WNI di Arab Saudi, Konsul Jenderal mengusulkan perlunya pembukaan perwakilan baru di provinsi Dammam, Provinsi Timur (masuk wilayah kerja KBRI) dan Abha, Provinsi Asir (masuk wilayah kerja KJRI). Selanjutnya Konsul Jenderal juga mengharapkan adanya dukungan peningkatan SDM KJRI Jeddah, home staff maupun pegawai setempat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Kepada seluruh peserta pertemuan, Wamenlu menyampaikan bahwa di samping menangani permasalahan luar negeri yang kompleks, Kementerian Luar Negeri memberikan perhatian dan penekanan lebih terhadap isu-isu sensitif, seperti: perlindungan WNI; pengelolaan masalah batas wilayah dengan negara lain; dan peningkatan hubungan ekonomi dengan negara lain.

Dalam konteks perlindungan WNI, kata Wamenlu, saat ini ada tiga hal yang tengah dikaji oleh pemerintah, yaitu: peningkatan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengiriman dan pelatihan kerja calon TKI; mengevaluasi sistem hukum di negara-negara tujuan TKI; dan penyusunan buku petunjuk/manual mengenai penanganan perlindungan WNI, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas perlindungan WNI.

Wamenlu juga mengingatkan perlunya pejabat dan staf perwakilan mengubah mindset mereka dalam memandang perlindungan WNI. “Hendaknya pejabat dan staf perwakilan mengubah mindset bahwa perlindungan WNI hanyalah semata merupakan pemenuhan panggilan kedinasan atau kewajiban pelaksanaan tupoksi saja. Sebaliknya, perlindungan WNI hendaknya dilihat sebagai panggilan jiwa ataupun proses ibadah yang harus dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keberpihakan kita kepada warga negara kita,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, tidak lupa Wamenlu berbagi pengalaman semasa menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Singapura mengenai upaya-upaya yang dapat dilakukan perwakilan dan sekolah Indonesia untuk meningkatkan perlindungan WNI dan kualitas tenaga kerja domestik.

Usai pertemuan, Wamenlu, didampingi Konsul Jenderal, Pejabat Fungsi Pensosbud I dan Staf Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah telah mengunjungi penampungan (shelter) TKI bermasalah yang berada di lingkungan kantor KJRI Jeddah dan memberikan pengarahan kepada para TKI di sana. Selanjutnya, Wamenlu juga menyempatkan diri mendatangi kantor pelayanan keimigrasian KJRI dan berdialog dengan seorang staf di sana mengenai praktik sistem layanan keimigrasian yang dilaksanakan oleh KJRI selama ini. (PFP II)