Peluncuran Website Komunitas Pekerja Migran Indonesia Sektor Perhotelan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Pada tanggal 4 Januari 2011 bertempat di Ruang Serba Guna KJRI Jeddah telah diselenggarakan peluncuran website komunitas TKI yang bekerja pada  sektor perhotelan di Makkah (www.ipdbmakkah.com/ipdb2). Pembuatan media komunikasi dan informasi tersebut dimotori oleh para pekerja Indonesia di Hotel Intercontinental Makkah, yang tergabung dalam paguyuban  Ikatan Persaudaraan Duta Bangsa (IPDB) Makkah. Acara dihadiri sekitar 100 orang TKI yang bekerja di berbagai hotel di Makkah dan sejumlah perawat yang bekerja di beberapa rumah sakit di Makkah.

 

Peresmian peluncuran website dilakukan oleh Konsul Jenderal RI Jeddah dengan melakukan pengetikan alamat domain. Konsul Jenderal RI Jeddah dalam sambutan  sesaat sebelum peresmian, menegaskan arti penting membangun dan mengembangkan komunikasi yang baik antar komunitas Indonesia maupun antara komunitas dengan KJRI Jeddah. Lebih lanjut, Konsul Jenderal RI Jeddah menegaskan bahwa dengan komunikasi yang baik dan cepat, melalui berbagai sarana yang ada termasuk website, diharapkan dapat memperlancar, mencairkan dan bahkan mencegah potensi timbulnya berbagai permasalahan yang tidak diharapkan. Selain itu, dengan komunikasi yang baik juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling percaya, kebersamaan dan kerjasama yang lebih erat.

 

Sebelumnya, acara juga diisi dengan presentasi dan dialog interaktif mengenai peluang dan tantangan tenaga kerja formal/semi formal Indonesia di Arab Saudi. Mr. Asim Garout, seorang keturunan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Group Director 3 hotel yang berada di dalam lingkungan  Makkah Clock Royal Tower, memberikan paparan mengenai kiat-kiat meniti karir di Arab Saudi. Sementara itu,  Pelaksana Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah, Djoko Agoeng Rahardjo, memberikan paparan mengenai  Peluang Tenaga Kerja Formal Indonesia di Arab Saudi.

 

Jumlah TKI yang bekerja pada sektor formal maupun semi formal di Arab Saudi tergolong masih relatif rendah, jika dibandingkan dengan beberapa negara pengirim buruh migran utama ke Arab Saudi seperti Mesir, India, Pakistan dan Filipina. Peluang TKI formal cukup terbuka di Arab Saudi, tinggal bagaimana meningkatkan kompetensi, daya saing dan tentu saja juga kesiapan TKI mengisi peluang tersebut.(psb)