National Prawn Company Al Lith akan rekrut lebih banyak TKI Formal

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

National Prawn Company (NPC), salah satu perusahaan tambak udang swasta terintegrasi terbesar di dunia yang terletak di Al Lith, Arab Saudi berencana merekrut lebih banyak tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di perusahaan tersebut. Demikian disampaikan salah satu petinggi NPC Arriffin Mamat kepada tim perwakilan RI yang berkunjung ke NPC pada 18 Juni 2011. Sebagai bukti keseriusan NPC, Manajer Produksi dan Panen NPC Cameron Maclean akan datang langsung ke Indonesia dalam waktu dekat untuk mewawancarai langsung calon TKI yang akan direkrut oleh NPC.

 

Kunjungan tim Perwakilan RI yang terdiri dari Duta Besar RI Riyadh Bapak Gatot Abdullah Mansyur, Konsul Jenderal RI Jeddah Bapak Zakaria Anshar, dan beberapa pejabat serta staf KJRI Jeddah ke NPC dimaksudkan untuk membicarakan berbagai hal yang menjadi perhatian bersama antara Perwakilan RI di Arab Saudi dan NPC, meningkatkan kerja sama yang telah terbina antara kedua belah pihak, serta menemui langsung para para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di NPC.

 

Manajemen NPC yang dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Direktur Strategi Perusahaan dan Pengembangan Bisnis Dieter R. Moeller, Direktur Corporate Organization and Knowledge Management Arriffin Mamat dan Manajer Umum Produksi dan Panen Cameron Maclean menyampaikan bahwa jumlah TKI formal (skilled labor) yang saat ini bekerja di NPC sebanyak 215 orang, terbesar kedua setelah tenaga kerja Arab Saudi dari segi jumlah. Sebagian besar TKI bekerja di pabrik pengolahan (processing plant) dan pengoperasian alat-alat berat. Selain menjelaskan kepada tim mengenai profil perusahaan NPC, pihak NPC juga membawa tim tour dan memperlihatkan 10 area tambak yang dikelola oleh NPC.

 

Di hari yang sama, tim juga menghadiri pertemuan dengan para TKI yang bekerja di NPC. Acara diawali dengan pengenalan diri sekaligus penyampaian arahan Duta Besar dan Konsul Jenderal RI kepada TKI yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai permasalahan yang dihadapi TKI selama bekerja di Arab Saudi. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dihadiri oleh sekira 50 orang TKI tersebut, beberapa pertanyaan TKI yang ditanggapi langsung oleh Duta Besar, Konsul Jenderal RI maupun pejabat KJRI Jeddah yang hadir terkait dengan prosedur dan syarat pembuatan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) bagi mereka yang ingin kembali bekerja setelah cuti pulang ke Indonesia, prosedur pembuatan surat cuti dari perwakilan dan perpanjangan paspor.

 

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar dan Konsul Jenderal RI berpesan kepada TKI agar dapat menghilangkan home sick yang umumnya sering dialami oleh TKI di luar negeri dan dapat menciptakan lingkungan kerja dan persahabatan yang baik dengan rekan kerja lainnya. Untuk bisa maju, perusahaan haruslah didukung oleh manajemen dan karyawan yang baik. Bila perusahaan sudah maju, maka kesejahteraan karyawan pun dengan sendirinya akan meningkat. Perwakilan RI di Arab Saudi akan terus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada WNI di Arab Saudi serta membantu penyelesaian masalah yang dialami WNI sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang dimiliki oleh Perwakilan RI di Arab Saudi.