Bahas Pemulangan WNI overstayer, Konjen RI dan Dirjen Kemlu Saudi adakan pertemuan di MH

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Membahas persiapan teknis pemulangan WNI overstayer, Konjen RI Jeddah mengadakan pertemuan dengan Dirjen Kemlu Arab Saudi Wilayah Barat, Ambassador Mohammad Ahmad Thayeb di Madinatul Hujjaj (MH), Minggu (23/10/2011). Usai pertemuan dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi berkumpulnya WNIO yang berada di MH dan tatap muka dengan perwakilan WNIO. Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Imigrasi Jeddah, Kolonel Husein Al Harithy dan Kepala Tarhil (khusus perempuan), Mayor Muhammad Al-Lukmani, serta Manajemen Wakaf Ain Aziziyah/Madinatul Hujjaj. Ikut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur PWNI dan BHI Kemlu RI, Tatang B. Razak, yang secara khusus ditugaskan Kemlu untuk menangani TKI bermasalah di Arab Saudi. Mengawali pembahasan, Ambassador Ahmad Thayeb menyampaikan bahwa masalah WNIO merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan melalui kerjasama dan koordinasi yang baik antara Pemerintah RI dan Arab Saudi. Dalam Senior Official Meeting (SOM) II Indonesia–Arab Saudi tentang WNIO yang diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 4 Oktober 2011, antara lain dibahas mengenai pemulangan WNIO dengan menggunakan hajj empty flight. Ambassador Ahmad Thayeb lebih lanjut menyatakan bahwa Pemerintah Arab Saudi pada prinsipnya siap memulangkan WNIO dengan hajj empty flight Saudi Arabian Airlines; namun menghargai keputusan Pemerintah Indonesia menggunakan hajj empty flight Garuda Indonesia dengan 10 penerbangan tanggal 30 dan 31 Oktober 2011. Sementara itu, Direktur PWNI dan BHI Kemlu, Tatang B. Razak, atas nama Pemri menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerjasama yang baik dari Pemerintah Saudi untuk pemulangan WNIO. Meskipun pada tataran kebijakan, Pemri dan Pemerintah Saudi telah sepakat untuk memulangkan WNIO dengan hajj empty flight Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines, tetapi dalam pelaksanaanya terdapat aspke-aspek teknis yang perlu mendapat perhatian dan pengawalan agar pemulangan WNIO dimaksud tidak mengalami kendala. Selanjutnya, Direktur PWNI dan BHI meminta bantuan dan kerjasama dari pihak-pihak terkait khususnya pihak Imigrasi untuk memberikan kemudahan khususnya dalam pemberian exit permit agar pemulangan WNIO dapat berjalan lancar. Sedangkan Konjen RI Jeddah pada kesempatan tersebut menyoal hal-hal teknis persiapan pemulangan WNIO, seperti alur pemrosesan WNIO dari MH ke Tarhil, jumlah dan penaganan WNIO di Tarhil, dan lain sebagainya. Lebih lanjut Konjen RI menggaris bawahi perlunya dukungan dan kerjasama yang baik dari Kemlu, Imigrasi, Kepolisian, Pengelola MH dan otoritas penerbangan serta instansi terkait lainnya untuk keberhasilan dan kelancaran pemulangan WNIO. (xox)