1572 TKI/WNI Overstayer Dipulangkan dengan Pesawat Haji

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menjelang puncak kegiatan penyelenggaraan ibadah haji, kesibukan Konjen RI Jeddah dan staf semakin bertambah dengan adanya kegiatan pemulangan massal TKI/WNI overstayer (WNIO). Dapat dimaklumi, karena proses pemulangan WNIO ini bukan urusan yang sederhana. Ia terkait dengan banyak aspek dan proses yang cukup panjang, mulai dari verifikasi dan pendataan pembuatan SPLP, pengurusan exit permit, penyusunan bayan tarhil, manifest, tiket, boarding pass dan seterusnya hingga pemulangan. Pendek kata, pemulangan WNIO tidak hanya soal tiket. Kuncinya terletak pada exit permit dari Pemerintah setempat. Pengeluaran exit permit tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, karena setiap orang harus melalui investigasi atas pelanggaran hukum keimigrasian dan ketentuan ketenagakerjaan. Dalam 3 hari, sejak tanggal 30 Oktober 2011 yang lalu, KJRI Jeddah telah memulangkan sebanyak 1572 WNI/TKI overstayer dari Jeddah ke Indonesia dengan menggunakan pesawat haji (hajj empty flight). Mereka terdiri dari 1504 wanita dan laki-laki dewasa, 26 anak (child) dan 42 bayi (infant). Sebagian besar dari mereka masuk ke Arab Saudi menggunakan visa kerja dan kemudian kabur dari majikannya. Sebagian lainnya, menggunakan visa umrah dan kemudian bekerja secara ilegal Bahkan, diantaranya menetap bertahun-tahun dan menikah di Arab Saudi, dan kembali ke Indonesia dengan membawa anak-anak mereka. Para TKI/WNI overstayer tersebut dipulangkan dengan pesawat haji kelompok terbang (kloter) terakhir. Penggunaan pesawat haji kloter terakhir ini dimaksudkan agar tidak mengganggu rotasi dan jadwal penerbangan haji. Pemulangan WNIO dilakukan dalam 5 kloter. Kloter pertama dengan 351 WNI overstayer telah diterbangkan ke Indonesia, Minggu (30/10/2011). Sedangkan pada hari Senin (31/10/2011) sebanyak 1121 WNI overstayer dipulangkan ke Indonesia dalam 3 kloter. Hari Selasa (01/11/2011) sebanyak 200 TKI/WNI Overstayer akan dipulangkan dengan GA 8117 dari Jeddah pukul 17:25 dan dijadwalkan tiba di Jakarta, Rabu (02/11/2011) pukul 07:15 WIB. Pemulangan massal TKI/WNI Overstayer ini merupakan realisasi dari serangkaian hasil perundingan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi mengenai penanganan overstayer, terakhir diselenggarakan di Yogyakarta tanggal 4 Oktober 2011 yang lalu. Pada pertemuan tersebut, Pemerintah Arab Saudi sepakat memberikan “amnesti” terbatas, diantaranya tidak menjatuhkan denda atau rusum kepada pelanggar izin tinggal. Pada sisi lain, Pemerintah Arab Saudi berkomitmen mempermudah dan mempercepat proses pemberian exit permit kepada para WNI Overstayer. Sebelum pemulangan massal ini, Dirjen Kemlu Arab Saudi Wilayah Mekkah, Dubes Mohammad Ahmad Thayeb dan Kepala Imigrasi Jeddah dengan didampingi Konjen RI Jeddah telah mengadakan tatap muka dengan 32 orang wakil TKI/WNI overstayer bertempat di Wakaf Madinatul Hujjaj, tanggal 23 Oktober silam. Pada kesempatan tersebut, Dubes Ahmad Thayeb berpesan agar ke depan para WNI overstayer tidak melakukan pelanggaran hukum lagi, karena hal tersebut dapat mengganggu hubungan baik antara Indonesia dan Arab Saudi yang sudah terjalin sejak lama. “Sebagai muslim, anda tidak boleh melanggar hukum negara dan agama” imbau Ahmad Thayeb dalam bahasa Arab. Selama menunggu proses pemulangan, para TKI/WNI Overstayer diberikan shelter di wakaf Madinatul Hujjaj oleh Pemerintah Arab Saudi. Sementara KJRI Jeddah memberikan bantuan makan dan pengobatan bagi mereka yang menderita sakit. Pada saat yang sama, bertempat di gedung yang biasa digunakan sebagi transit para jamaah haji tersebut juga dilakukan pendataan untuk pembuatan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) bagi para WNI Overstayer. Hampir 95%, TKI/WNI Overstayer tidak memiliki dokumen perjalanan (paspor) dan dokumen identitas diri. “Upcara” pelepasan oleh Konjen RI Jeddah yang dilaksanakan di Madinatul Hujjaj, Minggu (30/10/2011), disambut girang dan haru oleh para WNIO yang sudah cukup lama dalam penantian di shelter MH yang pengap dan panas. Usai memberikan sambutan dan pesan singkat, Konjen RI langsung dikerubuti oleh sejumlah ibu yang ingin bersalaman untuk menyampaikan terima kasih. Sementara itu, Yadi Supriyadi, mewakili WNIO pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran KJRI Jeddah yang telah memperhatikan, membantu dan mengurus kepulangan mereka. “ Atas nama kawan-kawan, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Konjen dan jajarannya yang selalu memperhatikan kami”, ujar pria asal Majalengka yang sudah 6 tahun di Saudi ini. (pfp-1)