Hafidz, TKI Asal Bangkalan, Bebas dari Hukuman Mati dan Dipulangkan ke Indonesia

3/20/2012

 
TKI asal Bangkalan Madura yang bekerja di Arab Saudi, Hafidz Kholil Sulam, bebas dari hukuman mati dan dipulangkan ke Indonesia pada tanggal 20 Maret 2012. Hafidz divonis hukuman mati (qishash) oleh Mahkamah Umum Makkah pada tanggal 29 Mei 2000 karena membunuh sesama TKI pada tanggal 1 Januari 1999.

Hafidz dibebaskan dari hukuman mati tersebut setelah upaya panjang untuk mendapatkan pemaafan dari keluarga korban dan uang diyat sebesar 400.000 Riyal Saudi yang dilakukan KJRI Jeddah dan pihak terkait lainnya membuahkan hasil.

Setelah melalui proses persidangan di Mahkamah Umum Makkah, hakim Syekh Ahmad Al-Hamad pada tanggal 5 Desember 2011 memutuskan menerima pernyataan tanazul (pemaafan) dari ahli waris Haji Muhammad Husin Ali Mukallim dengan uang diyat sebesar 400.000 Riyal Saudi dan menyatakan Hafidz Kholil Sulam bebas dari hukuman mati (qishash).

Meskipun sudah dinyatakan bebas dari hukuman mati, pemulangan Hafidz sedikit tertunda karena terkendala oleh beberapa hal yang bersifat teknis administratif dan urusan keperdataan yang harus diselesaikan.

Setelah kendala tersebut terselesaikan, Hafidz dipulangkan ke Indonesia oleh KJRI Jeddah dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-981 dan direncanakan tiba di Jakarta pada hari Rabu, 21 Maret 2012 pukul 08.55 WIB, didampingi oleh Konsul/Minister Counsellor Konsuler KJRI Jeddah Didi Wahyudi.