TIM YANDU KJRI JEDDAH HADIR DI KOTA MADINAH DENGAN WARNA BARU

MADINAH AL-MUNAWWARAH - Di sela-sela pelayanan warga (citizen service) di Madinah Al-Munawwarah, Tim Yandu KJRI Jeddah menyelenggarakan program sosialisasi seputar keimigrasian dengan tema Penerbitan Paspor RI Berbasis Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian dan Desain Paspor RI Baru.

Kegiatan selama dua hari, dari Jumat tanggal 19 pukul 14.30 dan berakhir Sabtu, 20 Februari 2016 pada  pukul 15:30 waktu Arab Saudi, berlangsung di Kantor Urusan Haji Daker Madinah Al-Munawwarah.

"Sosialisasi dilakukan secara paralel dengan rangkaian pelayanan reach out keimigrasian tahap dua, yaitu interviu dan pengambilan biometrik sidik jari dan foto wajah," ujar Ismoyo Staf Teknis-1 Imigrasi (STI-1)  KJRI Jeddah, di sela-sela kegiatan pelayanan kepada sebanyak 370 pemohon Paspor RI di Madinah.

Selain untuk mendekatkan pelayanan   kepada masyarakat yang tinggal dan bekerja di berbagai daerah di wilayah kerja KJRI Jeddah, program jemput bola ini juga merupakan salah satu bentuk perlindungan bagi WNI, yaitu upaya memastikan kesinambungan masa berlaku Paspor RI sebagai dokumen kewarganegaraan RI.

Ismoyo  menambahkan, kegiatan penyebarluasan informasi keimigrasian bertujuan  untuk memberikan  edukasi  kepada masyarakat Indonesia mengenai  sistem penerbitan Paspor RI yang saat ini telah terkoneksi dengan Pusat Data Keimigrasian (PUSDAKIM)  di  Jakarta, paspor RI dengan desain yang baru dengan muatan pesan dan kewajiban yang termuat di dalamnya.

Masyarakat akan mengenal desain, data identitas diri lengkap dengan masing-masing  Nikim-nya (Nomor Induk Keimigrasian), kewajiban kehati-hatian menjaga paspor sebagai dokumen negara, serta kewajiban mengisi data alamat, nomor kontak, dan keluarga yang bisa dihubungi dan  wajib diisi di halaman terakhir paspor dalam rangka perlindungan

“Program ini (Yandu sekaligus sosialisasi) merepresentasikan kehadiran negara bagi masyarakatnya dalam hal ini masyarakat Indonesia yang berdomisili di Madinah,” kata STI-1 yang membuka kesempatan dialog dengan para peserta sosialisasi.

Masyarakat Indonesia di Madinah berharap agar pelayanan jemput bola diselenggarakan secara intensif dan berkesinambungan mengingat jumlah masyarakat WNI di sana cukup tinggi.  

Di penghujung program sosialisasi dan pelayanan, peserta sosialisasi dihibur dengan pemutaran  film-film nasional, di antaranya  Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza yang diangkat dari salah satu novel terlaris  karya Andrea Hirata.

“Film ini bertemakan membangun cinta Tanah Air kita yang berjulukan Tanah Surga, selain mengingatkan kembali akan Tanah Air, juga  agar nasionalisme masyarakat kita di rantau semakin kokoh dan terjaga,” pungkas Ismoyo.(afc)