TIM KJRI JEDDAH KEMBALI TEMUI TKI YANG 7 TAHUN HILANG KONTAK DI TABUK

TABUK - Untuk kedua kalinya, Tim Perlindungan KJRI Jeddah kembali menemui  Syaadah binti Jahar Radika  hari Rabu (27/1/2016) guna memastikan perkembangan proses penyelesaian kasusnya  oleh pihak berwenang Kota Tabuk sekaligus mengetahui keadaannya.

Sebelumnya,  Syaadah binti Jahar Radika dilaporkan hilang kontak dengan keluarganya sejak keberangkatannya ke Arab Saudi sekitar Juni 2009 untuk bekerja sebagai  penata laksana rumah tangga atau pembantu di Kota Tabuk, salah satu provinsi Arab Saudi yang terletak di ujung perbatasan dengan Yordania.

Setelah menelusuri selama dua hari dan menemukan keberadaan Syaadah, Tim KJRI melakukan pendekatan kepada majikan agar pembantunya itu bisa dibawa keluar dari rumahnya. Negosiasi dengan majikan berlangsung cukup alot, namun akhirnya Tim berhasil membebaskan Syaadah.

Tim KJRI kemudian membawa kasus ini ke Kantor Penyelesaian Hak-Hak Sipil Kota Tabuk dan menemui Brigjen Uqla Khalaf Al-Anazi, Kepala Kantor tersebut. Saat datang memenuhi panggilan pihak kepolisian, majikan mengakui bahwa dirinya belum membayarkan gaji pembantunya itu dan berjanji akan menyelesaikan hak-haknya, serta memulangkannya ke Indonesia.

Kepada Tim KJRI Syaadah mengaku ia tidak bisa menghubungi keluarganya di Indonesia. Tidak hanya itu,  perempuan asal Cirebon Jawa Barat itu juga menuturkan  bahwa dirinya belum pernah menerima gaji selama dia bekerja kepada majikan yang bernama Jawahir Salma Al-Buluwi. Dia mengaku belum pernah menandatangani surat tanda terima gaji.

“Saya pernah digaji 4 bulan, tapi diambil lagi sama majikan. Katanya untuk perbaikin kamarnya (majikan),” ujar perempuan kelahiran 14 Juli 1986 itu.

Selain gajinya tidak dibayar, Syaadah kerap menerima perlakuan kasar dari adik majikan.

Sambil menunggu penyelesaian gajinya, penerbitan exit dan tiket kepulangan,  Syaadah kini  ditempatkan sementara di Rumah Perlindungan Dinas Sosial Kota Tabuk.(fa/afc)