Tahun 2011, KJRI Jeddah Pulangkan 18.675 WNI Overstayers

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Selama tahun 2011, Pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah telah memulangkan 18.675 orang WNI Overstayers (WNIO), yaitu mereka yang berada di Arab Saudi namun tidak memiliki izin tinggal/kerja yang sah. Umumnya WNIO berangkat ke Arab Saudi dengan visa kerja dan visa umroh, namun tidak diperpanjang atau diurus dokumen keimigrasiannya di instansi terkait setempat, sehingga statusnya menjadi penduduk ilegal (overstayers) menurut hukum setempat.

Dari jumlah tersebut di atas, sebanyak 18.630 orang dipulangkan dengan dokumen berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang diterbitkan oleh KJRI Jeddah. Di antara mereka, tercatat 13.063 orang bersatus TKI, umrah 3.922 orang, dan 1.645 anak. Sementara itu, 45 orang lainnya dengan menggunakan paspor. Atas pelanggaran izin tinggal dan keimigrasian, WNIO yang telah dipulangkan ke Indonesia tidak diperbolehkan masuk kembali ke Arab Saudi dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Menurut data yang dimiliki KJRI Jeddah, pada tahun yang sama tercatat ada dua kali pemulangan WNIO yang bersifat massal, yaitu pada periode Februari – April dan Oktober 2011. Pada periode Februari – April 2011, 4.428 orang WNIO dipulangkan menggunakan penerbangan reguler dalam enam kloter (2.079 orang) dan Kapal Motor Labobar milik PT Pelni (2.349 orang). Sedangkan pada periode Oktober 2011, sebanyak 1.576 orang WNIO dipulangkan menggunakan Hajj Empty Flight dalam lima kloter. Dalam kaitan ini, Pemerintah Indonesia pada dua periode pemulangan massal tersebut telah membiayai pemulangan 6.004 orang WNIO, sedangkan sisanya dipulangkan atas biaya Pemerintah Arab Saudi.

Memulangkan WNIO secara massal bukanlah perkara mudah. Selain membutuhkan jumlah petugas yang tidak sedikit serta waktu dan tenaga ekstra, “kendala teknis terkadang muncul dari lamanya proses identifikasi sidik jari dan pemberian exit permit oleh pihak imigrasi Arab Saudi, yang pada gilirannya dapat berakibat pada terlambatnya atau bahkan batalnya pemulangan WNIO yang bersangkutan, khususnya mereka para pemegang visa kerja yang masih memiliki masalah dengan majikan/perusahaan yang mempekerjakannya”, terang Staf Teknis Imigrasi KJRI Jeddah Tubagus Gandarsa”. Untuk itu, KJRI Jeddah senantiasa berkoordinasi dengan baik dan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait di Arab Saudi guna memperlancar proses pemulangan, mulai dari pendataan WNIO di Kantor Karantina Imigrasi (Tarhil) dan penjara setempat, penyediaan tempat penampungan sementara bagi WNIO, penerbitan SPLP, hingga pemulangan WNIO.

Mengutip data yang dimiliki Teknis Imigrasi KJRI Jeddah, pada tahun 2008 KJRI Jeddah telah memulangkan 23.921 orang WNIO, berikutnya sebanyak 20.849 orang dan 14.999 orang pada tahun 2009 dan 2010. “Meskipun pemulangan WNIO terus dilakukan sepanjang tahun, saat ini diperkirakan masih terdapat puluhan ribu WNIO yang tersebar di seluruh wilayah Arab Saudi”, tambah Pejabat Fungsi Pensosbud I KJRI Jeddah Cahyono Rustam mencoba menganalisis.

Dalam rangka mempermudah dan memperlancar penanganan WNIO di wilayah kerjanya di masa yang akan datang, KJRI Jeddah pada akhir tahun 2011 telah menyusun Prosedur Operasi Standar (POS) yang berisi petunjuk mengenai pembentukan tim penanganan WNIO, pembagian tugas dan alur pengurusan pemulangan WNIO. – PFP II