KJRI Tempuh Perjalanan Darat Sejauh 1.100 KM untuk Layani WNI di Kota Tabuk, Arab Saudi

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Setelah sebelumnya melakukan kegiatan pelayanan WNI terpadu (Yandu) di Kota Khamis Mushet, Kamis (12/01/2012), KJRI Jeddah kembali melaksanakan kegiatan Yandu untuk kali kedua di Kota Tabuk, yang berjarak mencapai 1.100 km dari Jeddah, Kamis (26/01/2012). Tim Yandu berisi sembilan orang yang terdiri dari para pejabat dan staf fungsi Konsuler, Pensosbud, Imigrasi, dan Tenaga Kerja KJRI Jeddah.

Kegiatan Yandu merupakan pelayanan “jemput bola” yang dilaksanakan secara rutin dan berkala --setiap dua minggu sekali dalam sebulan-- oleh KJRI Jeddah untuk memberikan pelayanan kekonsuleran, keimigrasian, ketenagakerjaan sekaligus pembinaan kepada masyarakat Indonesia di berbagai kota yang berada di wilayah kerja KJRI.



“Tahun ini KJRI Jeddah berencana melaksanakan 24 kali kegiatan Yandu”, kata Pejabat Fungsi Konsuler I sekaligus Koordinator Satgas Pelayanan Warga Didi Wahyudi saat ditanya mengenai jumlah kegiatan Yandu tahun ini.

Karena tidak mendapatkan tiket pesawat udara, tim Yandu KJRI Jeddah harus menempuh perjalanan darat menyusuri jalur pantai barat dan melewati beberapa kota lainnya seperti Thuwal, Umm Lajj, Yanbu, Al Wajh, dan Duba sebelumnya akhirnya tiba di Kota Tabuk. Tim berangkat dari Jeddah pada sore hari dan tiba di Tabuk pukul 4 pagi. Total waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi pelayanan sekitar 11 jam perjalanan.

Kegiatan Yandu dilaksanakan di Hotel Al-Hamdan mulai pukul 10.00 pagi hingga sore hari dan dihadiri tidak kurang dari 125 orang WNI yang datang ke lokasi kegiatan, baik sendiri maupun diantar dengan majikan masing-masing.

Sebagian besar WNI/TKI, lanjut Didi, datang untuk melakukan perpanjangan/penggantian paspor yang akan dan atau telah habis masa berlakunya. Namun begitu, ada juga beberapa yang membutuhkan layanan penerjemahan dokumen sertifikat pelatihan, akta lahir anak maupun penerbitan surat keterangan cuti kerja. Tidak hanya itu, mereka juga memanfaatkan kunjungan pejabat KJRI ke Tabuk untuk melapor dan berkonsultasi seputar masalah ketenagakerjaan yang dihadapi serta meminta tanggapan maupun klarifikasi berbagai isu yang menyangkut kepentingan mereka.



Permohonan layanan di luar penggantian paspor akan dipenuhi langsung on the spot oleh tim. Sedangkan layanan penggantian paspor memakan waktu satu minggu setelah pemohon menyerahkan dokumen berisi seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Hal ini mengingat mesin cetak paspor yang dimiliki KJRI sangat sensitif dan bobotnya cukup berat sehingga tidak mungkin dapat dibawa langsung ke lokasi pelayanan. Selanjutnya paspor baru yang telah dicetak akan dikirim ke Tabuk dan dibagikan oleh staf KJRI yang ditugaskan.

Tidak hanya memberikan pelayanan kepada WNI/TKI yang ada di Tabuk, tim Yandu KJRI juga turut mempromosikan pariwisata Indonesia dengan cara membagi-bagikan 100 eksemplar buku berbahasa Arab berjudul Indonesia: Kesaksian Sang Pelancong kepada warga Arab Saudi dan warga negara asing lainnya yang berada di lokasi Yandu dan Tabuk. Buku tersebut ditulis oleh seorang wartawan senior Saudi Bakheet Thole’ Al-Zahrani dan berisi catatan perjalanan dan kesan-kesannya saat mengikuti familiarization trip (fam trip) ke beberapa tempat di Indonesia beberapa waktu lalu.



Di samping itu, pejabat KJRI Jeddah yang hadir juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menjawab beberapa pertanyaan dari masyarakat Indonesia mengenai moratorium pengiriman TKI sektor domestik dan KTKLN, sekaligus mengimbau mereka untuk melaporkan masalah yang mereka alami ke KJRI Jeddah, baik melalui telepon, surat maupun surat elektronik (email), serta tidak melakukan hal-hal yang justru dapat merugikan diri mereka.

Saat dimintai tanggapannya atas kegiatan Yandu yang dilakukan oleh tim, masyarakat Indonesia yang tinggal dan bekerja di Tabuk menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KJRI Jeddah atas perhatian dan pelayanan yang diberikan kepada WNI di sana karena dirasakan sangat membantu mereka dari segi biaya, waktu dan tenaga.



Pelaksanaan Yandu ke berbagai kota yang terbentang luas di wilayah Barat Arab Saudi bukan tanpa risiko. Ketidaktersediaan tiket pesawat udara dari Jeddah menuju lokasi Yandu sering kali memaksa tim untuk menggunakan jalur darat menggunakan kendaraan yang dimiliki KJRI, termasuk saat pelaksanaan Yandu di Tabuk dua hari lalu. Dalam hal ini, risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan yang ditumpangi dalam perjalanan senantiasa mengintai tim mengingat medan dan iklim di sebagian besar wilayah kerja KJRI yang terbilang cukup ekstrim.

“Di samping itu, perlu diketahui bahwa kegiatan Yandu yang dilaksanakan setiap akhir pekan --Kamis-Jum’at-- mau tidak mau mengambil waktu yang biasanya kita manfaatkan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas kerja dan berkumpul dengan keluarga. Ini merupakan bentuk pengorbanan tersendiri oleh pejabat dan staf KJRI demi memberikan pelayanan bagi WNI/TKI di wilayah kerja KJRI Jeddah”, pungkas Didi.—PFP II