KJRI JEDDAH GELAR SILATURRAHMI AKBAR MAHASISWA, SOSIALISASI DAN PEMBINAAN MASYARAKAT DI MADINAH

MADINAH - KJRI Jeddah menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Akbar Mahasiswa Indonesia, Sosialisasi dan Pembinaan Masyarakat   dari tanggal 4 sampai 6 Desember 2015 bertempat Gedung Pertemuan Taiba Land Kota Madinah Al-Munawwarah.

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 300 peserta undangan, laki-laki dan perempuan yang umumnya adalah pelajar dan mahasiswa yang tengah belajar di Madinah,  sementara dari KJRI Jeddah hadir Konjen RI Dharmakirty Syailendra Putra, Pelaksana Fungsi Konsuler-1  Dicky Yunus, Pelaksana Fungsi Pensosbud Syarif Shahabudin, Staf Teknis Imigrasi-1  Ibnu Ismoyo dan sejumlah staf pendukung lainnya.

Rangkaian kegiatan diisi oleh sambutan Ketua PMII Arab Saudi, Imam Khairul Annas, perkenalan mahasiswa baru sekaligus penyampaian kesan dan pesan bagi mahasiswa baru dan perwakilan mahasiwa tingkat akhir  yang akan menyelesaikan masa studinya.

Acara dilanjutkan dengan sosialiasi seputar kekonsuleran: Pelayanan dan Perlindungan WNI serta Penanganan Kasus, yang disampaikan oleh Pelaksana Fungsi Konsuler 1, serta seputar Keimigrasian dan Kewarganegaraan dalam Pelayanan dan Perlindungan WNI yang disampaikan oleh Staf Teknis Imigrasi-1 dan diakhiri dengan sesi tanya-jawab. 

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal mengajak agar para pelajar Indonesia yang berada di Kota Suci Madinah memanfaatkan kesempatan belajar yang sebaik-baiknya.

“Mendapat kesempatan belajar di Kota Suci Madinah merupakan nikmat luar biasa yang wajib disyukuri oleh adik-adik  dengan bersungguh-sungguh dalam tugas belajarnya,” pesannya.

Konjen juga mendorong agar selain belajar di bangku kuliah dan ma'had, pelajar dan mahasiswa belajar keorganisasian sehingga tidak canggung lagi ketika kelak kembali ke tengah masyarakat. Melalui organisasi mahasiswa dapat mengasah berbagai keterampilan dan bakat sehingga kelak setelah lulus menjadi anggota masyarakat yang multi-talenta.

"Saya mengajak adik mahasiswa agar juga berperan aktif ikut melakukan pembinaan masyarakat melalui kegiatan pengajian mingguan," ucap Konjen.

Masyarakat khususnya mahasiswa diingatkan agar tidak terjebak dalam pemikiran fanatisme sempit yang bisa mengarah kepada ektrimisme.

"Hendaknya adik-adik mahasiswa jangan belajar  agama sebagai keyakinan semata, melainkan juga sebagai ilmu pengetahun," pesan Konjen.

Mahasiswa, kata Konjen,  adalah duta bangsa di tengah masyarakat Arab Saudi. Oleh karena itu, mahasiswa harus memiliki wawasan tentang kekonsuleran dan keimigrasian, khususnya terkait pelayanan visa bagi warga negara asing, membantu memberikan penjelasan bagi WNI lainnya yang membutuhkan informasi seputar pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran.

Dalam pemaparannya, Fungsi Konsuler-1 menyampaikan tentang komposisi WNI yang tersebar di sejumlah negara di dunia, profil WNI di luar negeri, permasalahan dan kasus-kasus yang ditangani oleh KJRI Jeddah, hukum yang berlaku bagi WNI/TKI di luar negeri khususnya tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri dan pemerantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hukum nasional negera setempat dan hukum internasional, bantuan hukum dan advokasi (litigasi), bantuan Non-Litigasi, dll. serta selayang pandang hukum pidana di Arab Saudi: had/huhud, ta’zir, dan qishas.

Staf Teknis Imigrasi-1 (STI-1) memaparkan seputar Pelayanan Keimigrasian dan Kewarganegaraan di luar negeri, fungsi paspor,  penggantian paspor karena habis masa berlaku, halaman penuh atau karena hilang, serta penerbitan paspor bagi anak yang baru lahir, kehilangan kewarganegaraan bagi WNI yang menetap di luar negeri selama 5 tahun berturut-turut tapi tidak pernah melakukan lapor diri ke perwakilan RI, kewarganegaraan bagi anak yang memiliki orang tua berlainan kewarganegaraan, pengenalan SIMKIM yang baru, penerbitan paspor biometrik dan alur permohonan paspor.

"Kami tengah menguji coba permohonan  paspor secara online. Insya Allah dalam waktu dekat akan kami luncurkan sistem layanan ini," ujar STI-1.

Usai presentasi, acaran dilanjutkan dengan  penayangan film dokumenter  seputar kegiatan PPMI Arab Saudi, Liqo’ Maftuh bersama jajaran kemanduban, dan sosialisasi singkat seputar Pekilo (Pekan Ilmiah dan Olahraga).  

Imam Khairul Anas, Ketua PPMI Arab Saudi, melaporkan seputar berbagai kegiatan sosial, diantaranya  penggalangan dana yang disalurkan kepada masyarakat yang tertimpa bencana di Tanah Air.

Ia juga melaporkan per tahun 2015 jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Universitas Islam Madinah (UIM)   sebanyak 651 orang, dan  3 orang diterima diterima di Thaiba University.

"Jumlah mahasiswa dari yang diterima di Jamiah (universitas) Madinah  dari tahun ke tahun bertambah jumlahnya. Tahun 2015 calon mahasiswa Indonesia yang diterima sebanyak  sebanyak 168, namun yang berangkat 158 orang, sedangkan calon mahasiswa baru yang telah dinyatakan lulus dan diterima untuk tahun akademik tahun 2016 sebanyak 175 orang," pungkasnya.(afc)​​