Asian Film and Food Festival 2012 Berhasil Sedot 500 Pengunjung

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan The 5th Asian Film Festival dan Asian Food Festival 2012 di gedung pertemuan Balai Nusantara di area kediaman resmi Konsul Jenderal RI Jeddah, Rabu malam (29/02/2012). Acara yang diselenggarakan oleh Asian Consuls General Club (ACGC) Jeddah tersebut dihadiri tidak kurang dari 500 orang yang terdiri dari para tamu dan undangan dari kalangan korps diplomatik perwakilan asing, pengusaha, pekerja profesional, dan wartawan, baik lokal maupun asing.



“Selamat datang kepada para undangan di Balai Nusantara, dimana bagian dari budaya Indonesia akan dipertunjukkan melalui film, tarian dan makanan”, kata Konsul Jenderal RI Jeddah Zakaria Anshar membuka sambutannya. Selanjutnya Konsul Jenderal menyampaikan bahwa film “Di Bawah Lindungan Ka’bah (Under the Protection of Ka’bah)” merupakan film drama Indonesia yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh seorang ulama Indonesia terkemuka sekaligus penulis, wartawan dan politisi Almarhum Buya Hamka (Haji Abdul Karim Amrullah). Tidak lupa Zakaria menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak atas kontribusinya terhadap keberhasilan perhelatan malam penutup festival film dan festival makanan tersebut.



Sebelumnya, acara festival juga diisi dengan pemutaran film promosi pariwisata “Wonderful Indonesia” dan dibuka dengan pertunjukkan tari Saman dan Seudati yang dibawakan oleh para pelajar Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Para hadirin nampak terpukau dengan gerakan tarian yang harmonis dan dinamis yang diperlihatkan oleh para penari. Lampu blitz kamera pengunjung dan wartawan yang diundang tidak henti mengambil foto tarian yang ditampilkan.



Acara dilanjutkan dengan pemutaran film “Di Bawah Lindungan Ka’bah (DBLK)”. Seperti telah diduga sebelumnya, film ini mampu menyedot perhatian para pengunjung dan undangan. Gedung pertemuan Balai Nusantara yang berkapasitas 350 tempat duduk tidak mampu menampung ratusan tamu lainnya yang ingin ikut menyaksikan secara langsung film tersebut di dalam gedung. Tidak sedikit diantara mereka yang akhirnya menyaksikan film dengan berdiri di bagian belakang gedung.



Film DBLK benar-benar mampu menyihir penonton. Cerita film berhasil mengaduk-aduk emosi penonton dan mampu membuat penonton betah dan tidak beranjak dari tempat duduk masing-masing hingga film usai. Cinematic experience yang dimiliki gedung pertemuan Balai Nusantara semakin menambah kenikmatan dan keasyikan menonton film. Tak heran, applaus meriah diberikan penonton ketika film berakhir. Sebagian diantara mereka bahkan tidak mampu menahan sedih dan menitikkan air mata saat menyaksikan film yang juga mewakili Indonesia dalam gelaran ASEAN Film Festival di Bali tahun lalu tersebut.

Acara festival semakin meriah dan berwarna dengan adanya lucky draw bagi para undangan dan hadirin yang beruntung. Kegembiraan tidak dapat disembunyikan para pemenang yang beruntung usai menerima beberapa hadiah kejutan menarik dan dua tiket pp kelas bisnis Jeddah – jakarta – Jeddah disediakan oleh pihak sponsor, yaitu Pinehill Arabia Food Limited dan Garuda Indonesia.



Festival film ditutup oleh Koordinator ACGC Hj. Sulaini Said dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama ACGC serta pembukaan Asian Food Festival di halaman Balai Nusantara yang ditandai dengan seremoni gunting pita oleh Koordinator dan anggota ACGC. Ke-13 negara anggota ACGC turut berpartisipasi menyajikan makanan khas masing-masing dalam festival tersebut.



Antusiasme pengunjung saat menghadiri festival makanan sangatlah besar. Dalam waktu relatif singkat, berbagai makanan yang disajikan langsung habis. Stand makanan Indonesia menjadi salah satu stand favorit yang paling banyak didatangi pengunjung. Ratusan pengunjung rela antri demi dapat menyantap makanan khas Indonesia yang disajikan, yaitu bakso, sate, nasi goreng, gado-gado dan kue apem yang telah dimodifikasi menyerupai pancake. Lagu degung Sunda yang mengalun merdu selama festival makanan berlangsung menemani para pengunjung menikmati makanan dan menciptakan atmosfer khas Indonesia dan warna tersendiri.



Dalam penyiapan dan penyajian makanan, KJRI Jeddah bekerja sama dengan para chef dan TKI profesional yang tergabung dalam Indonesian Hoteliers Middle East (IHME) yang merupakan wadah perkumpulan dan komunikasi para tenaga kerja profesional Indonesia yang bekerja di berbagai hotel di Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi. Diharapkan kerja sama yang telah terjalin erat selama ini akan terus berlanjut di masa mendatang.



Pujian, apresiasi dan ucapan selamat terus mengalir dari para pengunjung, khususnya dari kalangan korps diplomatik kepada Konsul Jenderal RI Jeddah dan staf KJRI atas keberhasilan KJRI Jeddah menjadi tuan rumah festival film dan makanan Asia. Hal ini ditunjukkan dengan meriahnya pelaksanaan festival pada malam itu serta banyaknya jumlah pengunjung yang hadir dalam acara tersebut. Secara obyektif mereka mengakui KJRI Jeddah memiliki berbagai fasilitas istimewa di dalam premis yang tidak dimiliki venue lainnya, seperti gedung pertemuan indoor yang cukup besar dengan fasilitas pendingin, perlengkapan audio visual, tata lampu dan sound system yang mumpuni, serta area terbuka (outdoor) yang luas.

Asian Film Festival tahun ini merupakan event rutin tahunan nonkomersil yang diselenggarakan oleh Asian Consuls General Club (ACGC) Jeddah, yang merupakan wadah perkumpulan dan forum komunikasi kepala perwakilan asing (Konsul Jenderal) dari 13 negara Asia yang ada di Jeddah, yaitu Bangladesh, Brunei Darussalam, China, Filipina, India, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Pakistan, Singapura, Sri Lanka dan Thailand. Tahun ini merupakan penyelenggaraan festival film yang kelima kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2008. Sedangkan Asian Food Festival biasa dijadikan malam penutup festival film dan baru dilaksanakan mulai tahun 2010.

Tahun ini festival film menampilkan 10 film dari 13 negara anggota ACGC dan satu film Arab Saudi. Pemutaran film dilakukan secara bergantian di premis Konsulat Jenderal Jepang, Sri Lanka, Malaysia dan Indonesia. Di samping untuk meningkatkan people-to-people contact antara kalangan korps diplomatik dan ekspatriat dengan para pejabat, pengusaha dan warga Arab Saudi, festival film dan makanan Asia bertujuan mempromosikan seni, budaya, pariwisata dan makanan negara peserta kepada kalangan korps diplomatik perwakilan asing yang ada di Jeddah serta warga Arab Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Jeddah.

Bagi KJRI Jeddah, festival tersebut merupakan salah satu ajang yang tepat untuk meningkatkan citra positif Indonesia di kalangan warga Arab Saudi dan komunitas internasional yang ada di Jeddah, sekaligus mempromosikan seni, budaya dan pariwisata Indonesia di mata mereka yang merupakan bagian dari soft power diplomacy.—PFP II