84 Orang TKI Bermasalah Ikuti Pelatihan Kewirausahaan

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI Jeddah telah menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dalam bentuk pembuatan minyak goreng dari santan kelapa murni bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang berada di shelter perlindungan KJRI, Kamis (16/02/2012).

Kegiatan yang berlangsung di ruang serba guna tersebut dibuka oleh Konsul Jenderal RI Jeddah Zakaria Anshar dan diikuti oleh 84 orang peserta. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pejabat Fungsi Ekonomi, Pejabat Fungsi Pensosbud II, Staf Teknis Tenaga Kerja KJRI dan sejumlah pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Jeddah.



Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Zakaria Anshar mengajak para peserta pelatihan untuk memanfaatkan apa yang tersedia di lingkungan tinggal kita untuk mendukung kehidupan kita. Salah satunya, buah kelapa yang berlimpah dan banyak didapati di Indonesia.

“Selain dapat dijadikan minyak, kelapa juga memiliki banyak manfaat lain, dari mulai daun, sabut, daging hingga batang pohonnya. Kita perlu belajar dari kelapa agar menjadi orang yang banyak memberikan manfaat bagi orang lain, minimal untuk keluarga sendiri”, lanjut Zakaria.



Bertindak sebagai peraga dalam kegiatan tersebut tiga orang TKI yang memiliki keahlian dan berpengalaman membuat minyak goreng dari kelapa. Pada sesi tanya jawab, ketiga peraga dapat menjawab dengan baik seluruh pertanyaan yang diajukan oleh peserta seputar tips cara membuat minyak goreng dengan praktis dan cepat, cara mencegah bau tengik pada minyak dan aneka manfaat lain dari minyak yang biasa disebut minyak kletik tersebut.



Di sela-sela peragaan Konsul Jenderal Zakaria Anshar menyempatkan diri melihat langsung praktik pembuatan minyak dari dekat sekaligus berdialog dengan para peraga dan peserta. Zakaria bahkan sempat mempertunjukkan kemampuannya menggoreng parutan kelapa yang ada di wajan penggorengan.

Saat berdialog, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya sekadar untuk pelatihan, melainkan juga kegiatan silaturahim dan hiburan bagi para TKI yang masih menghadapi permasalahan yang tengah diselesaikan oleh KJRI Jeddah. “Kegiatan ini juga dapat dimaknai sebagai salah satu bentuk kepedulian dan perhatian Perwakilan RI terhadap WNI di luar negeri, termasuk ibu-ibu semua”, imbuhnya.

Di akhir acara, Konsul Jenderal menerima minyak santen kelapa murni yang sudah jadi dari seorang peraga dan selanjutnya menempelkan stiker bertuliskan “Minyak Goreng Nakerti-Jeddah”, yang sekaligus menandai berakhirnya kegiatan pelatihan yang diikuti secara antusias oleh para peserta tersebut.



“Melalui kegiatan ini para peserta diharapkan dapat terdorong untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaannya dan dapat terus mengembangkan ketrampilan yang dimiliki sekembalinya mereka ke Indonesia. KJRI juga berharap agar kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di Indonesia melalui program pemberdayaan serupa”, kata Pejabat Fungsi Ekonomi KJRI Moehammad Amar Ma’ruf selaku Ketua panitia pelaksana kegiatan.

Staf Teknis (Atase) Tenaga Kerja KJRI Jeddah Budi Hidayat Laksana menambahkan bahwa di samping kegiatan pelatihan semacam ini, pihaknya bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KJRI Jeddah juga secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan dan pemberdayaan bagi TKI bermasalah yang berada di shelter perlindungan KJRI. Kegiatan tersebut antara lain berupa pelatihan ketrampilan kerajinan tangan, memasak, salon, facial, pengajian/siraman rohani, serta kegiatan olahraga/senam bersama yang dilakukan seminggu sekali.—PFP II