Bebas dari Ancaman Hukuman Mati, Sulaimah Binti Misnadi Dipulangkan ke Tanah Air

9/22/2012

Setelah lebih dari tujuh tahun mendekam di penjara, Sulaimah binti Misnadi, seorang WNI overstayer (pekerja ilegal) yang didakwa membunuh majikan perempuannya di kota Jeddah, Arab Saudi, akhirnya berhasil bebas dan dipulangkan ke tanah air.

Sulaimah yang datang ke Arab Saudi dengan visa umroh pada bulan November 2004 bekerja secara ilegal pada seorang majikan perempuan lansia bernama Zahbah Al-Ghamdi di distrik Al-Shafa, Jeddah. Belum genap seminggu ia bekerja, majikan perempuan tersebut tewas terbunuh dengan beberapa luka tusukan di tubuhnya. Sulaimah yang saat kejadian berada di kamar wanita lansia tersebut menjadi tersangka utama.

Sulaimah mengaku terpaksa memberikan pengakuan saat diinterogasi pihak Kepolisian karena mendapat ancaman dan penyiksaan dari beberapa pihak.

Selama proses hukum terhadap ybs baik di tingkat Kepolisian, Badan Investigasi dan Penuntut Umum (Kejaksaan) maupun saat persidangan di Mahkamah Umum (Pengadilan), KJRI Jeddah telah memberikan bantuan dan pendampingan semestinya.

Harapan terbebasnya Sulaimah mulai muncul saat Mahkamah Umum Jeddah dalam putusan awalnya pada tahun 2009 tidak mengabulkan tuntutan penggugat (ahli waris korban) agar Sulaimah dihukum mati (qishash) karena tidak kuatnya bukti-bukti bahwa yang bersangkutan melakukan pembunuhan disengaja.

Dalam amar putusannya, Mahkamah Umum Jeddah mewajibkan Sulaimah untuk membayar diyat sebesar SR. 55.000,- (lima puluh lima ribu riyal Saudi) karena dinilai secara tidak sengaja telah mengakibatkan tewasnya Alm. Zahbah Al-Ghamdi.

Putusan ini tidak serta merta membuat Sulaimah bebas karena ahli waris korban melalui pengacaranya mengajukan banding terhadap putusan hakim dan menolak uang diyat tersebut.

Walaupun Pengadilan Tingkat Banding (Mahkamah Tamyiz) di Mekkah sempat membatalkan putusan hakim sebagaimana tersebut di atas, namun setelah melalui proses panjang dan peninjauan kembali terhadap kasus ini, akhirnya Sulaimah dibebaskan.

Dalam kunjungannya ke Penjara Umum Jeddah pada 25 Agustus 2012, KJRI memperoleh informasi bahwa Sulaimah akan segera dipulangkan ke tanah air sepanjang tidak ditemukan kasus lain yang melibatkan pelaku.

Sulaimah binti Misnadi yang berasal dari Kp. Meranti, Desa Pasak, Sungai Ambawang, Pontianak, Kalimantan Barat dipulangkan pada Jumat malam, 21 September 2012 dengan Pesawat Garuda Indonesia (GA 981). Kepulangan Sulaimah dari Jeddah ke Jakarta didampingi oleh Konsul Muda Konsuler KJRI Jeddah.

Jeddah, 21 September 2012