Ringkasan

​​

Rencana Strategis Kementerian Luar Negeri disusun berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Selain menjabarkan hasil capaian pelaksanaan tugas dan kewenangan yang telah dilaksanakan pada periode sebelumnya, sebagai dokumen perencanaan jangka menengah Renstra Kementerian Luar Negeri juga memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan serta target kinerja dan pendanaan yang akan dilaksanakan oleh seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Luar Negeri selama periode 5 (lima) tahun mendatang.

Renstra Kementerian Luar Negeri merupakan pedoman bagi pelaksanaan tugas dan fungsi, sekaligus menjadi ukuran dalam upaya peningkatan kinerja Kementerian Luar Negeri yang sejalan dengan prinsip-prinsip diplomasi Indonesia. Berbagai kendala dan permasalahan yang sudah dilalui dalam periode sebelumnya menjadi tolak ukur guna penentuan tujuan dan sasaran penyelenggaraan hubungan luar negeri selama lima tahun mendatang.

Dalam konteks intermestik, kinerja diplomasi Indonesia telah menunjukkan penguatan, baik dalam kerangka bilateral, regional maupun multilateral. Upaya-upaya diplomasi multilateral dan regional yang akan dilakukan oleh Indonesia selanjutnya harus tetap diperkuat dengan diplomasi bilateral yang tangguh. Kebijakan luar negeri secara aktif akan berupaya meningkatkan hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifk dan Afrika maupun Amerika dan Eropa ke tataran yang lebih tinggi dan ditujukan pada pencapaian kepentingan nasional. Pengakuan internasional terhadap posisi Indonesia merupakan modal kuat dalam mengimplementasikan politik luar negeri Indonesia pada periode mendatang.

Kebijakan luar negeri Indonesia harus dapat mencerminkan transformasi demokratis di dalam negeri. Pada periode mendatang, perlu ditekankan pentingnya dukungan dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan bagi efektivitas politik luar negeri Indonesia dalam memperkuat posisi Indonesia dalam tatanan internasional.​