FEALAC

​I. Pendahulu​an
                           

Pada kunjungan kerjanya ke Chile di bulan September 1998, Goh Chok Tong, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Singapura, mengusulkan kepada  Eduardo Frei, yang kemudian menjadi Presiden Chile, beberapa usulan upaya untuk meningkatkan kerja sama antara kawasan Asia Timur dan Amerika Latin. Sebagai tindak lanjut usulan tersebut, EALAF (East Asia – Latin America Forum) secara resmi diluncurkan pada the 1st Senior Officials’ Meeting di Singapura pada September 1999. Selanjutnya, pada Pertemuan Pertama Tingkat Menteri (PTM ke-1) di Santiago, Chile, 29-30 Maret 2001, negara anggota EALAF sepakat untuk mengganti nama EALAF menjadi FEALAC (Forum for East Asia and Latin America Cooperation).

 
FEALAC didirikan terutama untuk meningkatkan kerja sama komprehensif dan dialog bi-regional. Sejak pembentukannya, FEALAC merupakan satu-satunya wadah kerjasama antar pemerintahan yang menghubungkan kawasan Asia Timur dan Amerika Latin, dengan volume perdagangan total mencapai USD 267 miliar pada 2011. Saat ini, FEALAC mewakili 40% populasi dunia32% ekonomi dunia dan lebih dari 40% perdagangan dunia. FEALAC terdiri atas 36 negara anggota yang terdiri dari 16 negara Asia Timur termasuk ASEAN (10 negara ASEAN, China, Jepang, Mongolia, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru) dan 20 negara Amerika Latin (Argentina, Bolivia, Brasil, Chile, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Honduras, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Suriname, Uruguay dan Venezuela).       
 
II. Mekanisme
 
Negara anggota memilih Koordinator Regional (regional coordinator), satu dari masing-masing kawasan, dan Co-Chairs pada pertemuan Working Group. Kedua kawasan secara bergantian juga menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri, Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (Senior Officials’ Meeting/ SOM) dan pertemuan Working Group. 
 
A. Pertemuan Tingkat Menteri (Foreign Ministers’ Meeting/ FMM)
 
Pertemuan Tingkat Menteri dihadiri oleh Menteri Luar Negeri negara anggota dan diselenggarakan sekali dalam 2 (dua) tahun, PTM merupakan badan pembuat keputusan tertinggi dalam FEALAC dan memutuskan berdasarkan kesepakatan bersama (consensus), untuk mencapai tujuan-tujuan FEALAC, menyetujui proyek-proyek utama, mengadopsi dan menyetujui dokumen-dokumen resmi FEALAC, serta menerima negara anggota baru.
 
Pertemuan
Hasil
 
1st FMM,
Santiago, Chile,
Maret 2001
 
Mengganti nama dari EALAF menjadi FEALAC.
Mengesahkan “Framework Document” (Tujuan dibentuknya Forum, arah dan ruang lingkup kerja sama)
 
 
 
2nd FMM,
Manila, Filipina
Januari 2004
 
Mengesahkan “Manila Plan of Action” yang memuat detail upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kerja sama bi-regional.
 
 
3rd FMM,
Brasilia, Brasil
Agustus 2007
 
Mengesahkan “Brasilia Declaration” yang berisi pernyataan akan pentingnya kerja sama untuk mengatasi isu-isu global diantaranya perubahan iklim dan Doha Development Agenda, serta penguatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan institusi keuangan regional.
 
 
4th FMM,
Tokyo, Jepang
Januari 2010
                          
 
Mengesahkan “Tokyo Declaration” yang mengevaluasi kegiatan FEALAC dalam 10 tahun terakhir, menekankan perlunya kerja sama bi-regional dalam menghadapi krisis global, dan menyetujui pembentukan FEALAC Cyber Secretariat oleh Korea Selatan.
 
 
5th FMM,
Buenos Aires, Argentina
Agustus 2011
 
Mengesahkan “Buenos Aires Declaration” mengenai reformasi mekanisme pemerintahan global (global governance mechanism), penguatan kerja sama bi-regional, penyusunan posisi bersama diantara negara-negara anggota FEALAC mengenai isu-isu global, rencana penguatan kerja sama antara FEALAC dengan institusi keuangan dan ekonomi regional diantaranya ECLAC, IDB, ADB, ESCAP, dan pembentukan Vision Group yang bertugas untuk menyusun tujuan jangka menengah dan jangka panjang FEALAC.
 
 
B. Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (Senior Officials’ Meeting/ SOM)
 
Pertemuan SOM dihadiri oleh pejabat tinggi dan bertugas mengawasi hasil-hasil pertemuan Working Group, serta menghasilkan keputusan dalam tataran praktis  mengenai FEALAC. Pertemuan SOM bertugas untuk memberikan persetujuan terhadap hasil-hasil Working Group dan pertemuan-pertemuan penting lainnya, melaporkan hal-hal tersebut pada PTM dan memilih topik-topik utama untuk dibahas dalam PTM. Pertemuan SOM diselenggarakan setidaknya sekali dalam 1 (satu) tahun, sebelum atau setelah PTM. 
 
Pertemuan ke-13 SOM diselenggarakan di Bogota, Kolombia pada 17 Oktober 2012 dengan hasil sebagai berikut:
 
1. Mengadopsi rekomendasi serta melaporkan hasil dari 3 pertemuan Working Group.
Mengajukan usulan agenda pada pertemuan ke-14 SOM mengenai upaya penguatan kerjasama FEALAC serta meningkatkan jumlah proyek bi-regional untuk melengkapi proyek-proyek nasional yang telah ada.
 
2. Melaporkan hasil pertemuan pertama dan kedua FEALAC Vision Group (FVG) di Seoul (11-13 Maret 2012) dan Lima (11-12 Oktober 2012). Hasil akhir laporan diharapkan dapat rampung sebelum PTM VI dan SOM XIV.
Kolombia menjadi tuan rumah Pertemuan ke-3 FVG di Cali, Kolombia, pada akhir Januari – awal Februari 2013.
Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan ke-4 FVG di Bali, Indonesia pada 2013, sebelum PTM VI.
 
3. Kegiatan Terkait Penguatan Cyber Secretariat
Negara anggota sepakat untuk lebih mengintensifkan penggunaan Cyber Secretariat demi meningkatkan koordinasi dan kerja sama.
Pertemuan SOM XIII mengapresiasi peran FEALAC Cyber Secretariat sebagai media komunikasi antara FEALAC National Focal Points.
 
4. Indonesia menjadi tuan rumah PTM VI di Bali pada 13-14 Juni 2013, diawali dengan SOM XIV dan pertemuan Working Group FEALAC.
 
C. Working Group (WG)
                                                              
Working Group menjaga keberlanjutan kegiatan FEALAC dan bertanggung jawab sebagai project manager yang menyusun spesifikasi rinci rencana kerja sama bi-regional. Terdapat 3 (tiga) Working Group, yaitu: (a) WG on Politics, Culture, Education and Sports/WG I; (b) WG on Economy and Society/WG II; (c) WG on Science and Technology/WG III, dan 1 (satu) Sub Working Group on Tourism. Masing-masing working group memilih 1 (satu) co-chair dari tiap kawasan. Working Group mengadakan pertemuan sekali dalam 1 (satu) tahun untuk membahas perbaikan dan pengembangan proyek serta melaporkannya pada SOM.
 
III. Tantangan
 
Pada dekade pertama pembentukannya, FEALAC telah berevolusi dari sebuah forum dialog menjadi suatu mekanisme yang lebih solid dan stabil untuk membentuk kerja sama. FEALAC dipandang sebagai forum yang dapat memainkan peranan dalam mempromosikan sharing of knowledge and best practices antara kedua kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan global.   
 
Memperhatikan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan yang bersifat multi-dimensi dan saling terkait satu sama lain seperti krisis ekonomi dan finansial, ketidak-adilan sosial, keamanan energi dan pangan, nutrisi, bencana alam akibat ulah manusia, kejahatan transnasional, penyelundupan narkotika, terorisme, proliferasi nuklir dan perubahan iklim, FEALAC perlu meningkatkan efektifitas dan efisiensinya sebagai suatu organisasi bi-regional. Selain itu, FEALAC perlu terus menggiatkan upaya untuk meningkatkan konektifitas antara kedua kawasan, khususnya dengan meningkatkan people-to-people contact  dan menumbuhkan awareness antara masyarakat di kedua kawasan.
 
FEALAC harus dapat memformulasikan road map jangka panjang yang jelas dan strategis serta menyusun time table untuk kerjasama intra kawasan. Road map tersebut akan menjadi pedoman strategis kerjasama yang spesifik dan langkah-langkah implementasi untuk pengembangan FEALAC.
 
IV. Arah Kerja Sama Mendatang
 
  1. FEALAC Cyber Secretariat harus diperkuat untuk membangun koordinasi yang lebih erat antara seluruh negara anggota demi visibilitas FEALAC.
  2. Kerjasama teknis demi peningkatkan kapasitas untuk beradaptasi dengan tantangan baru ekonomi hijau.
  3. FEALAC perlu ditingkatkan menjadi bi-Regional project terkait peningkatan kapasitas untuk beradaptasi dengan tantangan baru seperti lingkungan, energi dan kemiskinan.
  4. Mengembangkan infrastruktur yang lebih baik untuk dapat memungkinkan konektivitas dan kolaborasi dalam negara-negara anggota.
  5. Mendorong dukungan dari lembaga-lembaga keuangan internasional dan regional seperti Inter-American Development (IDB) dan Asian Development Bank (ADB), serta lembaga relevan lainnya baik swasta dan publik, untuk terlibat dalam kegiatan dan program FEALAC. 
  6. Negara anggota FEALAC harus focus untuk meningkatkan daerah yang kurang dieksplorasi, dari segi pariwisata, antara lain melalui eco-tourism.
  7. Mendorong proyek untuk peningkatan kerja sama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
 
V. FEALAC dan Indonesia
 
Indonesia menyadari pentingnya kerja sama dalam kerangka kerja FEALAC untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan negara anggota diantara kedua kawasan. Sejak dimulainya FEALAC pada tahun 1999, negara-negara Amerika Latin telah menjadi mitra dagang yang penting bagi Indonesia. Total perdagangan antara Indonesia dengan negara Amerika Latin menunjukkan pertumbuhan positif setiap tahun. Menurut Kementerian Perdagangan RI, total perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota FEALAC di Amerika Latin pada tahun 2012 adalah sebesar US $ 8,3 milyar dan dengan Asia Timur Sebesar US $ 237 milyar. Selain Asia Timur, Amerika Latin merupakan pasar yang menjanjikan bagi Indonesia karena total impor kawasan tersebut mencapai lebih dari US $ 466 milyar setiap tahun,
 
Asia Timur dan Amerika Latin merupakan kawasan yang berkembang pesat, baik dari sisi perekonomian dunia dan dinamika serta kurang terpengaruh terhadap krisis yang terjadi baru-baru ini. Pemerintah Amerika Latin dan Asia Timur serta perusahaan dan mitra bisnis global dari kedua kawasan harus senantiasa bekerja sama untuk memastikan dan memfasilitasi pertukaran arus barang yang lebih cepat dan lebih besar, investasi dan jasa diantara kedua kawasan. Dalam hal ini, Indonesia dapat memainkan peran yang lebih besar melalui Kerangka Kerja FEALAC dengan mempromosikan proyek-proyek nasional dan bi-regional yang memiliki dampak positif terhadap kepentingan nasional.
 
Selanjutnya, Indonesia memandang FEALAC tidak hanya akan memperdalam saling pemahaman terhadap kapasitas dan kapabilitas ekonomi satu sama lain, tetapi juga akan memungkinkan rakyat di kedua kawasan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika upaya peningkatan kerjasama FEALAC dilaksanakan secara optimal.
 
Informasi selengkapnya dan peran Indonesia di FEALAC klik http://www.fealac2013.kemlu.go.id