Indonesia-Asia Cooperation Dialogue

​Latar Belakang

Kerjasama Asia Cooperation Dialogue (ACD) diluncurkan oleh Perdana Menteri Thailand, Dr. Thaksin Sinawatra, di Cha Am Thailand pada tanggal 18 – 19 Juni 2002.

Saat ini ACD beranggotakan 31 negara, yaitu Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, China, India, Indonesia, Jepang, Khazakhstan, Republik Korea, Kuwait, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Qatar, Singapura, Thailand, Vietnam, Russia, Iran, Saudi Arabia, Oman, Sri Lanka, UAE,  Tajikistan, Uzbekistan  dan Kirgyztan yang diterima menjadi anggota pada PTM ACD ke-7 di Astana, Kazakhstan, 16 Oktober  2008.

ACD merupakan pertemuan informal para Menlu negara-negara Asia dan berfungsi sebagai forum dialog dan tukar pandangan mengenai isu-isu internasional, regional dan subregional yang menjadi kepentingan bersama. Forum ini juga digunakan sebagai wahana untuk saling meningkatkan kerjasama di berbagai sektor. ACD juga diharapkan dapat menjembatani hal-hal yang belum dicakup dalam kerjasama formal yang telah ada di kawasan Asia selama ini.

Bidang Kerja Sama ACD

 

 No.

 Areas of Cooperation 

 Prime Movers and Co-Prime Movers 

1. 

 Energy

Bahrain, Indonesia, Kazakhstan, Qatar, China and the Philippines 

2.

 Poverty alleviation

Bangladesh, Cambodia and Vietnam 

3. 

 Agriculture

China, Pakistan and Kazakhstan 

4.

 Transport linkages

India, Kazakhstan and Myanmar

5. 

 Biotechnology

India 

6. 

 E-Commerce

Malaysia 

7. 

 Infrastructure fund

Malaysia 

8. 

 E-Education

Malaysia 

9. 

 Asian Institute of Standards

Pakistan 

10.

 SMEs cooperation

Singapore, Sri Lanka

11. 

 IT development

Republic of Korea 

12. 

 Science and Technology

The Philippines 

13. 

 Tourism

Thailand, Cambodia, Myanmar and Pakistan 

14. 

 Financial Cooperation  

Thailand 

15. 

 Human resource development

Vietnam, Thailand 

16. 

 Environmental education

Japan and Qatar 

17. 

 Strengthening legal Infrastructure

Japan 

18. 

 Road Safety

Oman 

19.

 Natural Disaster

Russia

20.

Cultural

​India and Iran


Peranan Indonesia dalam ACD

Bersama-sama dengan Bahrain, Cina, Filipina, Kazakhstan, dan Qatar, Indonesia menjadi co-prime movers bidang energi. Sebagai salah satu co-prime movers  Indonesia terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas di  area kerjasama tersebut, di antaranya :

  • Bersama dengan Bahrain menyusun draft awal concept paper ”ACD: Concept Paper on Energy Security” yang telah diajukan dalam Meeting of Prime Movers on Energy Security ACD di Manama pada Februari 2003;
  • Bersama dengan Filipina menyusun draft awal ACD Plan of Action on Energy yang telah diajukan dalam Meeting of ACD Co-Prime Movers on Energy Action Plan di Bali pada April 2007;
  • Menjadi tuan rumah dari 1st ACD Energy Forum yang diadakan di Bali pada 26 – 28 September 2005, yang menghasilkan Joint Declaration of the 1st ACD Energy Forum;
  • Menjadi tuan rumah Meeting of ACD Co-Prime Movers on Energy Action Plan yang diadakan di Bali 11 – 12 April 2007, yang menghasilkan penetapan focal point masing-masing negara di bidang energi dengan tujuan untuk memudahkan komunikasi di masa datang, khususnya untuk menuntaskan Energy Plan of Action secara inter-sessional; dan
  • Berpartisipasi dalam ACD Energy Cooperation Conference; Energy and Climate Change: Challenges and Opportunity di Bahrain, 26-27 November 2008. Delri Dalam konferensi tersebut diwakili oleh Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Indonesia mempresentasikan materi “Climate Change Issues and Its Implication on the ACD Member States” dengan fokus pada keterkaitan energi dan perubahan iklim; implikasi perubahan iklim terhadap negara ACD; dan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh negara ACD.

 

Perkembangan Terakhir ACD

  1. Pertemuan tingkat Menteri ACD diselenggarakan di Tehran pada tanggal 8-9 November 2010.  Dalam pertemuan mengemuka ide tentang pentingnya mengidentifikasi kembali bidang-bidang yang menjadi prioritas kerja sama, serta perlunya connectivity antara ACD dengan organisasi regional lainnya di Asia seperti ASEAN, ECO, GCC dan SCO. ACD juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya sebuah Pan Asian Community, yang memiliki daya tawar yang tinggi untuk pembahasan isu-isu global.
  2.  Pada tanggal 28 Febuari – 1 Maret 2011 telah dilaksanakan  4th Asian Cooperation Dialogue (ACD) High Level Study Group (HLSG) yang menyepakati beberapa hal yaitu :

    • Untuk menyusun suatu mekanisme review atas bidang kerja sama yang telah ada saat ini.
    • Membentuk ACD Virtual Secretariat sesuai dengan hasil rekomendasi dari HLSG ke-3 tahun 2007.
    • Melibatkan partisipasi track II dalam kegiatan ACD dan direncanakan India akan menyelenggaraka pertemuan track II pada tahun 2011.
    • Membentuk  National Focal Point ACD di masing-masing negara anggota.

 

Agenda kegiatan tahun 2011

  • Pakistan dalam PTM ACD tahun 2010 menyampaikan kembali komitmennya untuk menyelenggarakan ACD Energy Forum ke-2 pada paruh pertama 2011.
  • PTM ke-10 ACD direncanakan akan diselenggarakan di Kuwait pada tanggal 10-11 Oktober 2011 dengan didahului Pertemuan Troika Committee dan ACD Senior Officials  Meeting (Prime and Co-Prime Movers Consultation) pada tanggal 8-9 Oktober 2011.    
  • Roundtable meeting on Asian Credit Transfer System (ACTS) di Kuala Lumpur, 27 September 2011.​