Krisis Ekonomi Global

2/4/2014 Tuesday, February 4, 2014

​​​​​​​​​Perekonomian global masih mengalami pelemahan dan proses pemulihan ekonomi yang terjadi di beberapa kawasan masih rentan dan tidak merata, serta pengangguran masih tinggi di banyak negara. Pertumbuhan global yang sampai Oktober 2013 mengalami perlambatan dan downside risks tetap menjadi pusat perhatian. Perlambatan tersebut didorong sebagian besar oleh melemahnya permintaan domestik dan pertumbuhan yang masih belum merata, terutama di Eropa; meskipun negara maju lain mengalami perbaikan pertumbuhan terutama Amerika Serikat dan Jepang. Selain itu, dampak kebijakan moneter AS bersamaan dengan melemahnya perekonomian negara emerging economies terus meredam pertumbuhan global.

Berdasarkan laporan IMF's World Economic Outlook, diperkirakan laju perekonomian global pada tahun 2013 hanya tumbuh 2,9%, lebih rendah dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya yaitu 3,2%. IMF juga menurunkan proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2014, dari proyeksi awal 3,8% menjadi 3,6%. Adapun proyeksi pertumbuhan di beberapa ekonomi dunia adalah sebagai berikut:​​

  • ​Beberapa negara di kawasan eurozone masih mengalami permasalahan dalam ekonominya. Berdasarkan proyeksi IMF bulan Oktober 2013, kawasan euro hanya akan mencapai pertumbuhan 1% pada tahun 2014.
  • Di Jepang, kebijakan stimulus fiskal dan moneter ekspansif turut menyumbang pada pertumbuhan ekonomi yang sehat. Meski demikian, berakhirnya stimulus fiskal dan reconstruction spending, dipadu dengan peningkatan pajak konsumsi diperkirakan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi dari 2% pada 2013 menjadi 1,25% pada tahun 2014.
  • Ekonomi Amerika Serikat untuk 2014 diperkirakan akan lebih stabil, di mana permintaan domestik swasta akan meningkat antara lain melalui permintaan kredit perumahan yang mengalami pertumbuhan positif. Sementara pertumbuhan ekonominya diperkirakan meningkat dari 1,5% pada tahun 2013 menjadi sebesar 2,5% pada tahun 2014.
  • Berdasarkan proyeksi IMF pada bulan Oktober 2013, pertumbuhan di negara emerging market dan negara berkembang lainnya adalah sebesar 4,5% pada tahun 2013 dan 5% di tahun 2014. Besaran tersebut mengalami penurunan sebesar 0,5% apabila dibandingkan proyeksi IMF Juli 2013.
Beberapa faktor yang masih dipandang dapat mempengaruhi pelemahan pertumbuhan ekonomi global secara signifikan yaitu:

  • Deleveraging sektor swasta, khususnya sektor perbankan.
  • Uncertainty: ketidakpastian arah kebijakan fiskal konsolidasi Amerika dan penyelesaian krisis utang Eropa menyebabkan timbulnya sentimen negatif pada pasar keuangan global.
  • Konsolidasi Fiskal: Program konsolidasi fiskal dan medium-term fiscal plan di negara maju merupakan kunci utama penyelesaian krisis ekonomi global.
  • Rebalancing:  menurunnya global imbalance akan mendorong pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik dan kuat.
​​Emerging markets: melemahnya pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang diantaranya disebabkan oleh menurunnya permintaan global dan implikasi kebijakan domestik untuk mengurangi laju pertumbuhan kredit yang terlalu tinggi (overheating). (Terakhir dimutakhirkan: 4 Februari 2014)​