ASEAN Centre Perkokoh Kerja Sama Kemitraan ASEAN

2/21/2014

​​​​Hubungan kerja sama kemitraan ASEAN dengan beberapa negara mitra wicara semakin diperkokoh dengan didirikannya ASEAN Centre sebagai bagian dari upaya pengembangan dan penguatan kerja sama kemitraan. Fokus utama ditujukan pada kerja sama bidang ekonomi, pendidikan dan budaya. Hingga kini, telah dibentuk 4 (empat) ASEAN Centre di Tokyo, Seoul, Beijing, dan New Delhi, yang berfungsi sebagai hub bagi kerja sama kemitraan ASEAN dengan Jepang, Korea Selatan, RRT, dan India.


ASEAN-Japan Centre

Berlokasi di daerah perkantoran Shimbashi, Tokyo, pusat informasi mengenai hubungan kerja sama kemitraan ASEAN-Jepang didirikan pada 25 Mei 1981 dengan nama ASEAN Promotion Centre. Institusi yang memfokuskan kegiatannya pada bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi, kini berkembang menjadi ASEAN-Japan Centre (AJC). 

Sesuai dengan maksud pendiriannya, AJC melakukan promosi perdagangan dari ASEAN ke Jepang, memperlancar arus investasi antara ASEAN dan Jepang, meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, dan memperluas hubungan antar masyarakat atau people-to-people contacts melalui kegiatan pendidikan, seni dan budaya.

Sejak didirikan 33 tahun yang lalu, AJC telah menyelenggarakan berbagai pertemuan dan pameran, di antaranya adalah ASEAN Food and Beverage Exhibition, promosi pariwisata negara anggota ASEAN kepada pebisnis dan wisatawan Jepang, seminar promosi investasi, serta pengiriman misi investasi ke Jepang dan negara anggota ASEAN. AJC juga mendorong peningkatan akses pasar, business matching dan penguatan jejaring praktisi bisnis dan perdagangan, manajemen dan diseminasi informasi perdagangan. 

Salah satu program yang menarik dan kini tengah dikembangkan oleh AJC adalah pembenahan industri pariwisata Jepang untuk meningkatkan jumlah wisatawan Muslim. Kebijakan PM Shinzo Abe yang menargetkan 25 juta wisatawan ke Jepang dan terpilihnya ibukota negara bunga sakura tersebut sebagai tuan rumah Olimpiade pada tahun 2020, turut mendorong pihak terkait untuk sigap menyiapkan segala kebutuhan wisatawan, termasuk wisatawan Muslim, yang dilihat sebagai pangsa pasar yang potensial dan menjanjikan. Sebagai contoh, industri makanan halal dan penyiapan area khusus untuk beribadah bagi umat Muslim telah menjadi perhatian industri pariwisata Jepang. Pemberian kebebasan visa bagi wisatawan yang saat ini tengah diupayakan serta pembuatan laman khusus mengenai Islam dan Muslim juga diharapkan sebagai salah satu faktor penunjang bagi peningkatan industri pariwisata Jepang.

Dalam kaitannya dengan kerja sama kemitraan ASEAN-Jepang, untuk memperingati 40 tahun terjalinnya hubungan kemitraan pada tahun 2013, telah diselenggarakan berbagai kegiatan seperti ASEAN Festival, ASEAN Creative Network for the Development of Creative Industry, ASEAN Seminar Series, ASEAN Sports Caravan, kuliah mengenai ASEAN untuk mahasiswa, dukungan pengembangan karir bagi pelajar ASEAN di Jepang, dan panel diskusi mengenai Komunitas Ekonomi ASEAN. Puncaknya adalah penyelenggaraan ASEAN-Japan Commemorative Summit di Tokyo, Jepang, tanggal 13-14 Desember 2013. 


ASEAN-Korea Centre 

Kerja sama kemitraan ASEAN-Korea Selatan (ROK) diperkuat dengan didirikannya ASEAN-Korea Centre (AKC) pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 ASEAN-ROK di Singapura, 21 November 2007. Fokus kegiatan AKC, yang mayoritas aktifitasnya dibiayai oleh Korea Selatan dan berkedudukan di Seoul, terpusat pada bidang investasi, perdagangan, pariwisata, budaya, informasi dan kehumasan. Terhitung sejak tahun 2009, pertemuan Council AKC diselenggarakan secara rutin pada setiap awal tahun guna melakukan evaluasi kegiatan tahun sebelumnya dan membahas rencana kerja serta anggaran untuk tahun tersebut. 

Sekjen ASEAN, pada saat pertemuan dengan Sekjen AKC pada Januari 2014, mengemukakan peran penting AKC sebagai key channel untuk meningkatkan hubungan kemitraan ASEAN-ROK dengan mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dalam bidang ekonomi dan sosial budaya.

Tahun 2014 bertepatan dengan peringatan 25 tahun hubungan kemitraan ASEAN-ROK. Untuk merayakan hubungan kemitraan tersebut, direncanakan berbagai kegiatan peringatan sepanjang tahun 2014 di Korea Selatan dan di Indonesia (sebagai Country Coordinator Kerja Sama Kemitraan ASEAN-ROK Periode 2012-2015) serta negara anggota ASEAN, antara lain resepsi sebagai kick-off event, seminar bertema kerja sama sosial budaya, festival film, dan pameran foto dengan melibatkan fotografer ternama dari ROK dan ASEAN. Sebagai puncaknya, rangkaian kegiatan peringatan akan ditutup dengan ASEAN-ROK Special Summit pada 10-11 Desember 2014 di Korea Selatan. 


ASEAN-China Centre 

ASEAN-China Centre (ACC), yang secara resmi dibentuk pada tahun 2011 pada saat Indonesia menjadi Ketua ASEAN dan saat pelaksanaan KTT Peringatan 20 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-RRT di Bali, telah secara aktif dan konkret melakukan kegiatan untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan sosial budaya di antara kedua pihak. 

Kegiatan utama ACC yang berada di Beijing, antara lain adalah meningkatkan akses produk ekspor ASEAN ke RRT, meningkatkan peluang investasi dan pariwisata RRT ke ASEAN, serta melaksanakan kegiatan yang bersifat people to people interactions. Dalam dua tahun setelah pembentukannya, ACC telah berkolaborasi dengan perwakilan negara anggota ASEAN di Beijing dalam berbagai bentuk kegiatan promosi dagang, investasi, dan pariwisata. Lebih dari 100 kegiatan telah dilaksanakan selama tahun 2013, termasuk pembukaan ASEAN-China Language and Culture Center di Beijing Language and Culture University di Beijing, dan ASEAN-China Product Trade Export Centre di Pusat Grosir Yi Wu, Propinsi Zhejiang.

Khusus di bidang pariwisata, beberapa kiat untuk lebih mendorong minat wisatawan Tionghoa berkunjung ke negara anggota ASEAN, antara lain mempermudah pelayanan visa; penyediaan informasi lengkap tentang daerah tujuan wisata, utamanya yang berbahasa Mandarin; penyediaan restoran Tiongkok yang otentik di tempat wisata; serta pemanfaatan media sebagai sarana menggencarkan promosi wisata (sebagai contoh pemutaran film drama berseri "Lost in Thailand" di RRT pada 2012 telah meningkatkan secara signifikan jumlah wisatawan RRT ke Thailand yang mencapai lebih dari 3,7 juta wisatawan pada periode Januari-November 2013, yaitu tertinggi di antara negara anggota ASEAN, atau meningkat 87,8% dibanding tahun sebelumnya).

Kerja sama kemitraan diperkuat dengan ditetapkannya tahun 2014 sebagai tahun pertukaran budaya ASEAN-RRT. Dalam hal ini, ACC juga turut mendukung kesuksesan program ini dengan mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mendorong peningkatan kerja sama budaya antara ASEAN dengan RRT. Sebagai bentuk dukungan konkrit Indonesia terhadap ACC ini, sejak April 2013 Indonesia telah menugaskan seorang diplomat senior untuk menjabat sebagai Direktur Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata di ACC.


ASEAN-India Centre

ASEAN-India Centre (AIC) diresmikan di New Delhi pada 21 Juni 2013 sebagai salah satu implementasi nyata dari komitmen untuk lebih memperkuat kerja sama kemitraan ASEAN-India, sebagaimana termuat dalam ASEAN-India Vision Statement. Seperti halnya ASEAN Centre lainnya, AIC diharapkan dapat menjadi pusat informasi mengenai kerja sama kemitraan ASEAN dan India. Total populasi negara anggota ASEAN dan India yang mencapai 1,8 juta jiwa ditambah dengan kombinasi GDP sebesar US$ 3 triliun, menjadi daya tarik tersendiri untuk pengembangan peluang kerja sama selanjutnya. 

AIC, yang dibentuk seusai KTT Peringatan ke-20 ASEAN-India pada Desember 2012, juga akan menjadi penghubung jejaring para ahli, think tank, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat hubungan kemitraan ASEAN dan India, khususnya terkait ketiga pilar Komunitas ASEAN. (Dit. MWAK)​