Pelaksanaan Diklat Terpadu

5/18/2005

Departemen Luar Negeri bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) akan melaksanakan Diklat Terpadu untuk pertama kalinya pada tahun ini. Diklat Terpadu, yang merupakan penyelenggaraan secara bersama Diklat SESDILU â?? Diklatpim Tk. III (sebelumnya disebut sebagai Diklat SPAMA) dan Diklat SESPARLU â?? Diklatpim Tk. II (sebelumnya disebut sebagai Diklat SPAMEN), tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri dan Kepala LAN pada tanggal 16 Mei 2005 di Gedung Pancasila, Departemen Luar Negeri. Dalam acara Pembukaan Diklat Terpadu ini, juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Departemen Luar Negeri dengan Lembaga Administrasi Negara tentang Pilot Project Penyelenggaraan Terpadu Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II â?? SESPARLU dan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III â?? SESDILU.

Kedua diklat terpadu ini akan berlangsung selama 4 bulan di Pusdiklat Deplu, yang para pesertanya adalah para pejabat di Departemen Luar Negeri. Pelaksanaan Diklat Terpadu diawali dengan Diklat Kepemimpinan selama 1 (satu) bulan dari tanggal 16 Mei s/d 16 Juni 2005, dan dilanjutkan dengan Diklat Fungsional Diplomatik selama 3 (tiga) bulan dari tanggal 20 Juni s/d 20 September 2005.

Kurikulum, metode pembelajaran, jumlah jam pelajaran, dan tenaga kediklatan pada Diklat terpadu ditetapkan sesuai dengan persyaratan kompetensi masing-masing dan dengan kesepakatan antara Departemen Luar Negeri dan Lembaga Administrasi Negara pada tanggal 9 April 2005 di Bogor. Diklat Terpadu pada tanggal 16 Mei 2005 s/d 20 September 2005 ini merupakan pilot project yang akan dievaluasi pelaksanaannya, dan diharapkan dapat diperbaiki dan dikembangkan sehingga dimungkinkan untuk melaksanakannya secara berkesinambungan di Pusdiklat Deplu.

Biro Kepegawaian dan Pusdiklat Deplu telah melakukan seleksi persyaratan administratif dan seleksi masuk Diklat pada tanggal 28 s/d 30 April 2005 kepada para pejabat Deplu yang mendaftar. Dari 122 calon peserta Sesdilu, 52 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti Diklat SESDILU â?? Diklatpim Tk. III. Sedangkan dari 54 calon peserta Sesparlu, 30 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti Diklat SESPARLU â?? Diklatpim Tk. II. Peserta Diklat SESDILU dengan Diklatpim Tk. III adalah para PDLN bergelar diplomatik Sekretaris II dengan PGPNS III/c dan III/d, sedangkan peserta Diklat SESPARLU dengan Diklatpim Tk. II adalah para PDLN bergelar diplomatik Counsellor dengan PGPNS IV/a dan IV/b.

Penyelenggaraan Diklat Terpadu ini merupakan sebuah milestone dalam sejarah perkembangan kediklatan Deplu, karena untuk pertama kalinya Pusdiklat Deplu dengan LAN bekerjasama dalam penyelenggaraan diklat fungsional dan diklat struktural di bawah satu atap. Yang tidak kalah pentingnya adalah pengakuan LAN terhadap Pusdiklat Deplu yang dianggap mampu menyelenggarakan Diklatpim Tk. II.

Tujuan yang hendak dicapai dari kegiatan Diklat Terpadu ini adalah bahwa para diplomat Indonesia yang mampu, akan diakui, selain memenuhi persyaratan kompetensi Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN), yang diperlukan dalam menjabat pada jabatan fungsional, juga kompeten dalam menjabat jabatan struktural. Sebagaimana yang disebutkan dalam UU No. 37 Tahun 1999, â??PDLN adalah pejabat fungsional diplomat yang dapat memegang jabatan strukturalâ?. Penyelenggaraan diklat terpadu ini juga akan menghemat waktu peserta dalam dua diklat, yang bila melalui diklat reguler akan membutuhkan waktu 4 bulan + 2 bulan, maka dengan Diklat Terpadu dapat menjadi hanya 4 bulan. Diklat Terpadu juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan biaya dan tenaga, membantu menyelaraskan kepentingan dinas dengan kebutuhan meningkatkan pengetahuan, mengasah ketrampilan dan memperkuat etos kerja, serta membantu memelihara dan meningkatkan kualitas peserta Diklat.

  

 Jakarta,   13 Mei 2005