KUNJUNGAN DELEGASI TINGKAT MENTERI TROIKA UE KE INDONESIA, 27-28 OKTOBER 2004

10/27/2004

No. 68/PR/X/2004

Delegasi Troika Uni Eropa (UE) akan melakukan kunjungan ke Indonesia tanggal 27-28 Oktober 2004. Delegasi dipimpin oleh Menlu Belanda, Mr. Bernard Bot, selaku pemegang presidensi UE, dengan disertai oleh Menteri Urusan Luar Negeri dan Imigrasi Luxembourg, pejabat Komisi Eropa, Wakil Khusus Dewan UE untuk urusan terorisme, dan Wakil Menteri Perekonomian Belanda. Kunjungan yang dilaksanakan beberapa hari setelah pelantikan Presiden RI mencerminkan komitmen Uni Eropa untuk meningkatkan hubungan bilateralnya dengan Indonesia.

Selama kunjungan, delegasi direncanakan akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden RI, mengadakan pertemuan bilateral dengan Menlu RI serta mengadakan pertemuan dengan Ketua DPR dan Ketua MPR.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menlu RI yang akan dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2004, antara lain akan dibahas mengenai masalah bilateral berupa upaya peningkatan hubungan di bidang perdagangan, investasi, dan memerangi terorisme serta membahas juga mengenai masalah internasional dan regional.

Selain itu, UE juga akan mengusulkan agar pembicaraan bilateral ini dilembagakan secara rutin pada tingkat Menteri antara Indonesia dengan UE.

Hubungan bilateral Indonesia dengan UE terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Di bidang politik, Indonesia dan UE telah membentuk sebuah forum konsultasi bilateral yang mencerminkan suasana keterbukaan dan kooperatif diantara kedua pihak. Di bidang ekonomi, perdagangan Indonesia dengan negara-negara UE pada tahun 2003 tercatat USD 11.4  milyar dengan surplus di pihak Indonesia. Ekspor Indonesia ke UE  tahun 2003 mencapai USD 7,9 milyar atau meningkat 0,29% dibanding dengan tahun 2002 (USD 7,8 milyar) yang merupakan 13,1 % total ekspor Indonesia. Sedangkan impor Indonesia dari UE tahun 2003 adalah USD 3,5 milyar atau menurun 8.15% dari tahun 2002 (USD 3,8 milyar). Di bidang investasi, UE merupakan salah satu investor utama di Indonesia.  

       
Jakarta, 27 Oktober 2004