Indonesia Aktif Menarik Investor Midwest, Amerika Serikat

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chicago bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York menyelenggarakan Business Luncheon dan pertemuan  one-on-one meeting secara back-to-back (9/5).

Business Luncheon dihadiri oleh 22 pengusaha asal AS dengan berbagai latar belakang industri. Business Luncheon dibuka oleh Konjen RI Chicago, Rosmalawati Chalid yang memberikan gambaran mengenai kondisi politik, ekonomi dan keuangan Indonesia yang saat ini kondusif untuk investasi.

Dalam acara ini hadir Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, BKPM, Himawan Hariyoga dan Executive Director, International Business Council of Illinois Chamber of Commerce, Laura Ortega sebagai narasumber. "Although there are challenges but the opportunities that Indonesia have is phenomenal", ujar Ms. Laura Ortega dalam pidatonya. Indonesia dengan Illinois masih memiliki banyak potensi yang dapat dikerjasamakan. Ms. Ortega dan timnya siap membantu dalam upaya meningkatkan hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Illinois.

Tujuan business luncheon tersebut adalah untuk menarik para investor asal Midwest, Amerika Serikat untuk berinvestasi pada sektor prioritas khususnya di bidang Infrastruktur. Selain itu forum ini merupakan sarana bagi para pengusaha untuk secara langsung mendapatkan informasi first-hand terhadap pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul di kalangan para investor asing terkait dengan investasi. Seperti meminta informasi dan data terkait dengan healthcare industry yang mendapatkan perhatian cukup besar dari para pengusaha.

Pertemuan one-on-one meeting dilakukan dengan Mr. Christopher A. Baxter, Vice President Burns & McDonnell International dan Mike Du Bois dari Kit Bond Strategies. Pembahasan adalah mengenai peluang, tantangan dan regulasi-regulasi yang ada untuk sektor energi khususnya likstrik di Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari Business Luncheon, telah disepakati untuk membangun jejaring komunikasi antara KJRI dan Illinois Chamber of Commerce. (sumber: KJRI Chicago)