JCM Tingkatkan Koordinasi Lintas Pilar ASEAN dan Persiapan KTT ke-30 ASEAN

​​​​

Para pejabat tingkat tinggi dari tiga pilar ASEAN berkumpul di Manila, Filipina, dalam rangkaian Joint Consultative Meeting (JCM) di Manila, 16 Maret 2017. Pertemuan membahas berbagai agenda, utamanya untuk membahas berbagai isu-isu lintas pilar dan persiapan KTT ke-30 ASEAN yang akan diadakan di Manila, bulan April mendatang.

JCM membahas agenda untuk memperbaharui elemen-elemen penting dari ASEAN Charter yang saat ini tengah bergulir  dan bagaimana JCM dapat berfungsi secara efektif. Dalam kaitan ini, Indonesia berpandangan bahwa yang terpenting adalah agar ASEAN dapat fokus kepada isu-isu lintas pilar yang sifatnya 'people-centred people-oriented' sehingga manfaat ASEAN benar-benar bisa menyentuh masyarakat luas.

"ASEAN harus fokus pada isu-isu yang berpusat dan berorientasi kepada rakyat dalam implementasi keputusan isu-isu lintas pilar, sehingga ASEAN benar-benar bisa menyentuh dan bermanfaat untuk masyarakat di seluruh lapisan hingga tingkat grassroots. Joint Consultative Meeting (JCM) berfungsi memastikan koordinasi efektif antar pilar Masyarakat ASEAN", demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares, selaku pejabat tinggi pilar masyarakat politik-keamanan ASEAN-Indonesia.

Selain itu, JCM juga membicarakan berbagai agenda penting, di antaranya upaya koordinasi untuk dapat mengimplementasikan ASEAN Connectivity. Terkait hal ini, Indonesia tengah mempersiapkan agar kapal RoRo Davao/General Santos-Bitung dapat dioperasikan pada bulan April mendatang, sehingga manfaat nyata bagi masyarakat akan segera terasa.

Pertemuan JCM didahului oleh pertemuan pejabat tinggi pilar politik-keamanan ASEAN (SOM) dan pertemuan pejabat tinggi pilar ekonomi ASEAN (SEOM) secara paralel, serta pertemuan Komite Wakil Tetap ASEAN (CPR). Dalam pertemuan SOM dibahas, antara lain, peningkatan kerja sama dalam rangka pembangunan Masyarakat ASEAN hasil pertemuan-pertemuan dengan beberapa Mitra Wicara ASEAN serta tindak lanjut pelaksanaan rekomendasi High Level Task Force (HLTF) untuk memperkuat Sekretariat ASEAN dan review badan-badan ASEAN.

Sementara itu, pertemuan pejabat tinggi pilar ekonomi ASEAN (SEOM) membahas beberapa perkembangan, antara lain: implementasi inisiatif yang terdapat dalam Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 serta ASEAN Single Window (ASW) sebagai inisiatif untuk mendukung integrasi ASEAN. Sementara itu, terkait ASEAN Business Travel Card, akan segera dilakukan kajian untuk mempelajari value added kebijakan visa free arrangement yang sudah diimplementasikan sebelumnya.

Pertemuan CPR telah membahas rencana kunjungan Wapres AS Mike Pence ke Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, bulan April 2017. CPR juga bahas salah satu kegiatan perayaan HUT ke-50 ASEAN, yaitu pencahayaan iconic landmarks di berbagai ibukota ASEAN tanggal 8 Agustus 2017 yang merupakan hari pengesahan Deklarasi Bangkok, sebagai dokumen dasar berdirinya ASEAN.  (Sumber: Ditjen Kerja Sama ASEAN/Infomed)