Merawat Bumi Melalui Gerakan Tanam Pohon di Madagaskar

 
 
 
 
 
 
 
 
 

 Bila ada ungkapan, disitu bumi dipijak, disitu langit dijunjung, maka ungkapan ini sangat tepat untuk menggambarkan motivasi KBRI Antananarivo dalam partisipasinya di gerakan tanam pohon yang dicanangkan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Madagaskar.
 
Di seluruh pelosok tanah air pada hari Jum’at tanggal 28 Nopember 2008, secara serempak dilakukan gerakan tanam dan pelihara pohon guna mengurangi efek pemanasan global. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada hari itu juga melakukan penanaman pohon di kawasan Cibinong, Jawa Barat.
 
Di Madagaskar, gerakan serupa dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 20 Desember 2008 di daerah Ambatofotsy, pusat konservasi alam yang letaknya tidak jauh dari kota Antananarivo, ibu kota Republik Madagaskar.
 
Pencanangan penanaman pohon di Ambatofotsy dilakukan oleh Perdana Menteri Republik Madagaskar, Charles Rabemanjera. Hadir pada acara tersebut para Menteri, para Kepala Perwakilan Asing, baik diplomatik maupun konsuler, Perwakilan Organisasi Internasional, anggota masyarakat maupun anak-anak sekolah.
 
Sesuai ungkapan di atas dan menyikapi gerakan tanam pohon tersebut, maka KBRI Antananarivo pada tanggal 26 Desember 2008 tidak mau ketinggalan. Penanaman 200 batang pohon jenis eucalyptus dilakukan mulai jam 09.30 sampai jam 11.00 di komplek Resimen Arteleri, Arivonimamo. Di samping staf KBRI dan keluarga, turut serta Ketua Ikatan Alumni Indonesia, Kol. Gendarmerie Abel dan isteri serta beberapa anggota, wartawan Madagasikara, Mr. Nary Ravonjy. Rombongan diterima oleh Kol. Simmeplice, komandan Resimen Arteleri Arivomimamo, yang selanjutnya ikut serta dalam aksi penanaman pohon.
 
Dalam sambutan sebelum penanaman pohon dimulai, Kol. Simmeplice menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian KBRI Antananarivo dalam gerakan penanaman pohon di komplek Infantri yang dipimpinnya. Kepedulian KBRI tersebut merupakan sumbangan yang sangat berharga dalam rangka penghijauan di lahan yang luasnya hampir 430 hektar.  
 
Diharapkan gerakan serupa dapat terus dilakukan di masa-masa yang akan datang dan bahkan ditingkatkan. Pada tahun 2006 di kompleks yang sama KBRI telah menanam pohon jati yang bibitnya dibawa dari Indonesia.
 
Dalam sambutan balasannya DCM RI, Harjanto Hagnjopranoto, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mencanangkan gerakan tanam 90 juta pohon pada tanggal 1 Desember 2007, dimana 10 juta pohon diantaranya ditanam oleh kaum ibu.
 
KBRI Antananarivo juga telah menyatakan kesediaannya untuk menambah jumlah pohon yang ditanam dan dalam beberapa kesempatan ke depan membantu memelihara dengan memberikan pupuk. Pemilihan waktu tanam di Indonesia maupun di Madagaskar pada bulan Desember adalah tepat karena memasuki musim hujan. (Sumber KBRI Antananarivo).