Bhinneka Tunggal Ika Warnai Perayaan Hari Kartini di Kemlu

Menteri Luar Negeri Retno L.P merayakan Hari Kartini bersama para pegawai Kementerian Luar Negeri, di Pejambon, Jumat (21/4). Bhinneka Tunggal Ika mewarnai perayaan. Para pegawai Kementerian Luar Negeri mengenakan berbagai pakaian daerah dari Sabang hingga Merauke.

Menlu Retno bertemu dengan Srikandi-srikandi Kementerian Luar Negeri dalam acara Dialog Perempuan untuk Memperingati Hari Kartini membahas pemberdayaan nilai-nilai perempuan, khususnya di bidang diplomasi.

“35,10% diplomat Indonesia adalah kaum perempuan. Kaum perempuan menjadi benteng bagi diplomasi Indonesia,” tuturnya dalam acara bertajuk Kartini: Meet and Greet bersama Menteri Luar Negeri RI itu.


Kaum Perempuan, Teruskan Kecerdasan Kartini

Menlu Retno terinspirasi oleh salah satu surat Kartini tahun 1902, yang dibacakannya beberapa waktu yang lalu. Dalam surat itu, Kartini bercita-cita untuk bersekolah di Belanda dan sekembalinya ke Indonesia, ia ingin mencerdaskan kehidupan bangsanya. Namun, cita-cita tersebut tidak pernah dicapai. Kartini tidak pernah menginjakkan kaki di negeri Belanda.

“Saya sebagai penerus Kartini bangga dengan surat yang ditulis Kartini. Kebetulan saya mendapatkan kesempatan sekolah di Belanda, 2 kali penempatan di Belanda sebagai diplomat,” tutur Menlu Retno.

Dan terakhir, lanjutnya, “Saya menjadi Duta Besar perempuan pertama di negara Belanda.”

Surat-surat Kartini, menurut Menlu Retno, masih relevan dalam konteks masa kini, pesan-pesan mengenai masalah perpajakan, ke-Bhinekaan-an dan bahaya narkoba, misalnya.

“Ini mencerminkan kecerdasan perempuan Indonesia,” pungkasnya.

Menlu Retno mengucapkan hari lahir R.A. Kartini, “Semoga semangat kemajuan dan kecerdasan dapat dibawa dan diteruskan oleh seluruh perempuan Indonesia untuk menjadikan negara Indonesia yang lebih baik.” (sumber: Dit. Infomed/Yo2k, Foto: Rudi)