Badai Musim Dingin Landa Midwest AS, Tidak Ada WNI jadi Korban

 
 
 
 
 
 
 
 
 

​Badai musim dingin yang ditandai dengan salju tebal dan suhu yang turun secara drastis melanda sebagian wilayah Midwest, Amerika Serikat (6-7/1/2014). Suhu udara di beberapa negara bagian di wilayah tersebut, yaitu Minnesota, Wisconsin, Illinois, Indiana, Michigan, Ohio, Missouri dan Kentucky,  bahkan lebih rendah daripada suhu di Kutub Utara atau Negara Bagian Alaska pada musim dingin ini.

Hingga saat ini, Perwakilan RI di Chicago melaporkan bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban cuaca ekstrim tersebut. KJRI Chicago juga telah mengeluarkan himbauan kepada seluruh WNI dan Diaspora Indonesia di wilayah Midwest untuk selalu memantau informasi terkait cuaca dan mematuhi instruksi pemerintah setempat dalam menghadapi udara dingin.

Sebagai langkah preventif dan monitoring, KJRI Chicago juga telah menyampaikan dua nomor telephone (+1-773-822-1671 dan +1-312-88-6609) sebagai nomor hotline yang dapat dihubungi oleh WNI dalam situasi gawat darurat.


Suhu ekstrim ini diperburuk dengan wind chill yang membuat suhu udara terasa jauh lebih dingin dari yang tercatat. Negara Bagian Minnesota, Illinois dan Indiana termasuk yang terparah dalam hal ini.

Di negara bagian Illinois, utamanya di Chicago dan wilayah suburban di sekitarnya, salju turun secara intensif sejak tanggal 31 Desember 2013 sampai dengan tanggal 2 Januari 2014, dilanjutkan pada tanggal 4-5 Januari 2014.

Suhu turun secara drastis dengan kisaran antara -11F (-23C) sampai dengan -20F (-28C), dengan wind chill yang bersuhu antara -32F (-35C) sampai dengan -47F (-43C).

Suhu ini merupakan yang terendah selama dua dekade terakhir di Chicago. Suhu ekstrim disertai dengan wind chill ini diperkirakan akan berlangsung sampai Selasa siang hari (7/1/2014).

Gubernur Negara Bagian Illinois menyatakan state of emergency di Illinois dan menghimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah masing-masing jika tidak ada keperluan yang memaksa untuk bepergian.

Peringatan tentang suhu udara yang ekstrim ini berlaku sejak tanggal 5 Januari malam hari sampai dengan siang hari ini (7/1).

Akibat suhu ekstrim ini, seluruh sekolah di wilayah Chicago dan suburb disekitarnya dinyatakan tutup pada tanggal 6-7 Januari 2014. Penutupan sekolah ini berdasarkan pertimbangan keselamatan.

Beberapa kantor dan institusi di Chicago, termasuk kantor Secretary of State dan Bandara International O’Hare.

Penutupan bandara sendiri mengakibatkan pembatalan sebanyak 1600 penerbangan (untuk seluruh wilayah AS terdapat sekitar 3800 pembatalan penerbangan) dan penundaan penerbangan rata-rata selama 90 menit.

Kereta commuter line Metra dan kereta jarak jauh Amtrak juga mengalami penundaan perjalanan karena udara dingin melumpuhkan sistem sinyal dan pergantian jalur kereta. Bis antarkota juga mengalami penundaan perjalanan karena situasi jalan raya yang tidak memungkinkan untuk dilewati.

Negara Bagian Indiana juga mengalami kekacauan sehubungan dengan badai musim dingin ini. Pemerintah Negara Bagian Indiana terpaksa menutup jalan antara-negara bagian (interstate) I-65 arah Barat Laut karena banyaknya kendaraan yang tergelincir akibat salju tebal.

Tercatat sebanyak 16 orang meninggal dari seluruh wilayah AS akibat badai musim dingin. Empat diantaranya adalah warga Illinois yang terkena serangan jantung ketika sedang membersihkan salju. (Sumber: KJRI Chicago)